HOME OLAHRAGA KOTA PAYAKUMBUH

  • Rabu, 14 November 2018

Dodo Koerdi Pencetak Atlet Paralayang Sumbar

Suasana latihan paralayang di Gunung Bungsu, Taeh Bukit
Suasana latihan paralayang di Gunung Bungsu, Taeh Bukit

PAYAKUMBUH, (minangsatu) -- Di kalangan penggemar motorcross dan paralayang di Sumatera Barat, nama Dodo Yudakusumah Koerdi tentu sudah tak asing lagi. Keterlibatannya di kedua cabang olahraga ini membuat pria kelahiran Bandung, 5 Oktober 1950 ini dikenal luas para pencinta motorcross dan paralayang.
 
Pria yang akrab disapa Dodo ini, memulai karir di motorcross sejak 1978. Setelah tak aktif lagi, penggemar berat Michael Scumacher yang sangat terkenal sebagai pebalap motor dunia  itu, berlanjut menjadi panitia di sejumlah kejuaraan motorcross di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Tak hanya motocross, pria yang suka makan pecel ini kemudian menekuni olahraga paralayang,  hingga kini dia aktif dalam mencetak atlet-atlet paralayang. Bahkan, aktivitasnya  yang intens di dunia paralayang membuat dirinya berhak memegang lisensi nasional dari Federasi Aero Sport  Indonesia (FASI) sebagai Instrukstur T (tandem). 

Pendiri sekaligus ketua dari perkumpulan olahraga paralayang, Bungsu Aero Sport Club di Taeh Bukit Kecamatan Payakumbuh  Kabupaten Limapuluh Kota ini, pernah mengharumkan  nama Sumatera Barat. Dodo berhasil membawa Sumbar meraih juara ketiga pada Kejurnas Paralayang tahun 2018.

Dalam menggeluti dunia olahraga, tentu ada pengalaman yang tak terlupakan,  bagi Dodo pengalaman itu adalah ketika di paralayang. Ia mengaku pernah terhempas akibat  turbulensi di ketinggian 100 meter.

Tak hanya Dodo, anak-anaknya pun aktif di olahraga Paralayang, meski tak semuanya. Dodo memiliki lima orang anak. Ria Kusuma Wati, SE, Rina Kusuma Ningrum,SH, Rio Indra Kusuma, SE, Riana Kusuma Kambara, dan Riani Kusuma Kambari.  Hanya anak pertama, yakni Ria Kusuma Wati yang tidak ikut menggeluti olahraga Paralayang.  

Bahkan, berkat tempaan Dodo, tiga anaknya telah menjadi atlet nasional dan meraih prestasi di berbagai kejuaraan dalam dan luar negeri. Selain itu juga atlet-atlet binaan Dodo, mulai tampil diberbagai  kota dan kabupaten di Sumatera Barat  dalam iven Porprov dan gelanggang nasional lainnya.

Anak pertama, Rio Indrakusuma bahkan telah memegang lisensi sebagai Instruktur PL-3 dari FASI. Jejak sang kakak sebagai atlet nasional Paralayang diikuti si kembar Ana dan Ani, yang bakal tampil di arena Paralayang Porprov Sumatera Barat ke-XV pada 18-27 November 2018 nanti.

Kembar Ana dan Ani serta Rina akan membela kontingen Payakumbuh, Bukittinggi, dan Limapuluh Kota pada ajang Porprov  tersebut.

“Kita siap merebut medali emas pada porprov nanti” kata Dodo di kediamannya, di Ibuh Kota Payakumbuh Rabu (14/11).

Reporter: Fegi AP
Editor: Taufik Effendi


Wartawan : Fegi
Editor :

Tag :#payakumbuh#paralayang

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com