HOME PERISTIWA KABUPATEN DHARMASRAYA
- Minggu, 31 Desember 2017
Ditembak Lalu Kabur, Bocah 2 Tahun Terkapar Bersimbah Darah
DHARMASRAYA (Minangsatu)-- Isak tangis Sadirman Zai, 33 th, pecah. Suasana pilu buncah ketika melihat anaknya, Rahmat, 2 th, bersimbah darah karena diduga ditembak Kauco alias Ucok, 40 th, dengan senjata api jenis balansa (Gobok).
Aksi penembakan itu terhadi ketika sedang berada dalam pangkuan ibunya diladang karet tempat dirinya bekerja di Jorong Payo Malintang, Kenagarian Abai Siat, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, sekira pukul 11.30 Wib Sabtu (30/13).
Sambil terisak menahan sedih, Sadirman Zai menceritakan, bahwa dirinya menerima Ucok ditempat Ia bekerja, karena ingin menyelamatkan orang kampung. Baru sepuluh hari ditumpangkan ditempat dirinya bekerja dengan mencukupi segala fasilitas berupa makan, minum, dan tempat tidur untuk beristirahat, namun balasannya sungguh di luar dugaan. Seperti air susu dibalas tuba, Ucok tega membunuh anak semata wayang Sadirman.
"Tidak disangka, kebaikan diberikan kepada Ucok selama ini, dibalas dengan kekejaman. Air susu dia balas dengan air tuba," tambah Sudirman Zai, sembari mengusap air matanya.
Sadirman juga, merasa bingung atas perlakuan Ucok terhadap dirinya. Entah apa yang telah merasuki dirinya, karena tega membunuh dengan cara menembak putranya. Bukan saja itu, istri Sadirman juga terkena peluru Gobok yang ditembakkan Ucok
Sadirman sungguh tidak mengerti, apa motifnya. Padahal sepuluh hari silam, dirinya bersama keluarga telah berusaha mencarikan pelaku pekerjaan sebagai Penderes karet di Abai Siat. Namun bantuan kebaikan selama ini, dibalas dengan kekejaman yang luar biasa. “ Bahkan alasan dilakukan pembunuhan kepada anak saya juga tidak jelas, “ kata Sadirman sembari meraung.
Menyikapi kasus pembunahan itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Rudy Yoelianto, SIk, berjanji akan mengejar pelaku sampai dapat. Bahkan saat ini, seluruh anggota Buser Polres Dharmasraya telah dikerahkan untuk memburu pelaku.
Kata Kapolres Dharmasraya, kasus penembakan terhadap anak balita ini, sudah berada dalam genggaman penyidik Polres Dharmasraya. Saat ini, anggota sedang melacak keberadaan pelaku, dan juga akan dilakukan pengembangan atas motif pembunuhan tersebut, tegas Roedy.
Mengutuk Keras
Anggota DPRD Dharmasraya Ir Bendhar mengutuk keras perbuatan penembakan terhadap anak dilakukan Ucok, sebagai pekerja kebun warga Dharmasraya. Wakil rakyat itu berharap, kedepan diharapkan kepada seluruh perangkat nagari sampai ke Jorong, yang merupakan pemerintahan terdepan dan berhadapan langsung dengan masyarakat, agar melakukan pendataan kepada seluruh warga, terutama warga baru. “ Supaya kejadian-kejadian mengenaskan ini, tidak ada lagi terdapat di wilayah Dharmasraya,” tegasnya.
Terpisah, Salman. S. Sos, juga merupakan anggota DPRD Dharmasraya, juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam pemerintahan, serta Ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, agar bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan tempat tinggal kita. “ Terpenting lagi, selalu mengawasi segala tindak tanduk dari para warga yang baru datang ke daerah kita,” sebutnya.
Dengan adanya kejadian sekarang ini, perlu menjadi pelajaran besar bagi semua, termasuk terhadap mempekerjakan orang luar di kebun, atau diladang. “ Karena tidak tertutup kemungkinan orang yang mempekerjakan mereka yang akan menjadi korban nantinya, kalau kita tidak waspada,” tegas Salman.
[Syaiful Hanif
Editor :
Tag :#Pembunuhan sadis # Dharmasraya
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DUGAAN PENYELEWENGAN MENCUAT, RUMAH BAGONJONG KABUPATEN DHARMASRAYA BERGETAR
-
WAKIL KETUA DPRD DHARMASRAYA SUJITO BANTAH KERAS TUDUHAN IJAZAHNYA CACAT PROSEDUR
-
MASYARAKAT ADAT DURIAN SIMPAI DATANGI PT BRM KARENA DIDUGA WANPRESTASI DALAM PENGEMBALIAN LAHAN
-
KETUA PLT PWI SUMBAR KUTUK PENGHINAAN TERHADAP WARTAWAN DI DHARMASRAYA
-
BANJIR KEPUNG DHARMASRAYA, BUPATI ANNISA SUCI RAMADHANI INTRUKSIKAN KEPALA BPBD SEGERA DIRIKAN DAPUR UMUM
-
“TEMBAK PATUIH”: MITOS EDUKATIF DALAM UNGKAPAN LARANGAN ULAKAN TAPAKIS
-
CHERRY CHILD FOUNDATION BERSAMA BERBAGAI KOMUNITAS SALURKAN BANTUAN KE WILAYAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI PADANG
-
MENANAM POHON, MENUAI KESELAMATAN: KONSERVASI LAHAN KRITIS UNTUK KETAHANAN HIDUP KOMUNITAS.
-
MUSIBAH
-
KEMANA BUPATI TAPSEL