- Senin, 17 Februari 2020
Dipimpin Wako Zul Elfian, Pemko Solok Gelar Apel Siaga Darurat Bencana
Solok (Minangsatu) - Di Kota Solok, bencana bukanlah menjadi isu utama, karena kondisi geografis yang lebih baik bila dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Namun, ini bukan menjamin Kota Solok bebas dari ancaman Bencana. Potensi bencana tetap ada, dan harus diwaspadai, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan kebakaran.
Demikian dikatakan Wali Kota Solok Zul Elfian dalam amanatnya selaku Inspektur upacara pada Apel Siaga Darurat Bencana di Halaman Balaikota Solok, Senin (17/), dihadiri Wakil Walikota Solok Reinier, Wakil Ketua DPRD Efriyon Coneng, Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, Forkopimda Kota Solok, Pj.Sekda Kota Solok Nova Elfino, para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Solok, serta para peserta Apel kesiapsiagaan Bencana.
Sebagaimana kita ketahui kata Walikota , perilaku manusia lebih dominan daripada faktor alam sebagai penyebab bencana, seperti tingginya laju kerusakan hutan, lahan kritis, kerusakan lingkungan, dan degradasi sungai. Apalagi Kota Solok dilintasi oleh Segmen aktif patahan Sumatera (Cesar Semangka) yakni segmen Sumani dan Segmen Suliti yang merupakan salah satu lempengan teraktif yang menyebabkannya menjadi daerah rawan terhadap Gempa sehingga cara tindak dan upaya terhadap kebencanaan sangat diperlukan.
Gambaran tren bencana ke depan juga akan cenderung meningkat karena pengaruh beberapa faktor, seperti meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, dan pengaruh perubahan iklim global.
Untuk itu, Pemerintah Kota Solok melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengoptimalkan seluruh potensi yang ada untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
"Kesiapsiagaan itu diwujudkan dalam bentuk Apel Siaga Darurat Bencana yang kita gelar hari ini. Untuk itu, kami mengajak kepada kita semua agar lebih meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujar Zul ElfIan.
Walikota menghimbau, beberapa hal yang perlu dilakukan bersama untuk kesiapsiagaan bencana ialah, kenali ancamannya dimanapun berada, kenali solusi untuk pengurangan risiko dan penyelamatan diri, melakukan koordinasi dengan perangkat daerah, TNI/Polri dan relawan untuk mengantisipasi dampak bencana, menginventarisasi dan memastikan kondisi peralatan kebencanaan yang dimiliki dalam keadaan berfungsi.
Selanjutnya, melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural dalam upaya pengurangan resiko bencana, buat rencana kesiapsiagaan/SOP/Protap, cek sarana dan prasarana keselamatan diri dan lingkungan, dan tidak kalah pentingnya juga investasi untuk mengurangi risiko, serta latihan kesiapsiagaan bencana.
Seusai Apel, Walikota Zul Elfian, Wawako Reinier, Forkopimda serta tamu undangan melakukan pengecekan peralatan sekaligus pemasangan stiker panggilan darurat 112.
Panggilan darurat 112, merupakan panggilan bebas pulsa untuk menerima pengaduan masyarakat akan keadaan darurat seperti kebakaran, bencana alam, gangguan binatang buas, orang hilang, hanyut atau tenggelam, serta pengaduan penyakit masyarakat.
Editor : sc.astra
Tag :#solokkota #apelsiagabencana
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMKO SOLOK GENCAR SOSIALISASIKAN PEKAN POSYANDU BIDANG KESEHATAN TAHUN 2026
-
WALIKOTA RAMADHANI BUKA FORUM SATU DATA INDONESIA TINGKAT KOTA SOLOK
-
WAWAKO SURYADI NURDAL BUKA KONSULTASI PUBLIK RKPD KOTA SOLOK 2027
-
DIBUKA WAWAKO SURYADI NURDAL, 111 CPNS PEMKO SOLOK FORMASI 2024 IKUTI LATSAR
-
PLN UP3 SOLOK PERKUAT BUDAYA K3 LEWAT APEL DAN EDUKASI BULAN K3 NASIONAL 2026
-
TABUAH: INGATAN SILUNGKANG
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR
-
PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH
-
PRESIDEN KENA OLAH, OLEH MIKO KAMAL