HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PAYAKUMBUH
- Selasa, 8 September 2020
Diduga Cagar Budaya, Tim Disbud Sumbar Kunjungi Payakumbuh
Payakumbuh (Minangsatu) - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Dra. Gemala Ranti, M.Si bersama Kepala Bidangnya datang ke Kota Payakumbuh, Selasa (8/9). Kedatangan orang nomor satu di Dinas Kebudayaan Sumbar itu guna meninjau langsung bangunan yang bernilai sejarah dan diduga cagar budaya yang ada di Kota Payakumbuh,
Selain itu, kunjungan pejabat dari OPD provinsi yang disambut Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Andiko Jumarel di Kantornya kawasan Ngalau Indah bersama Sekretaris Hadiatul Rahmat dan Kabid Kebudayaan Doni Saputra, juga sekaligus dalam rangka bersilaturahmi dan melaksanakan tugas kedinasan sesuai program kerja dan kegiatan dinas.
"Di banyak kesempatan, tokoh masyarakat Payakumbuh meminta perhatian kepada Pemprov, karena banyaknya bangunan bernilai di Kota Payakumbuh untuk menjadi cagar budaya. Nah, kita merepon langsung harapan masyarakat ini, makanya sengaja kami datang," ujar Gemala.
Dikatakan, banyaknya usulan dari masyarakat, pertanda masyarakat peduli tentang arti penting nilai budaya, untuk itu perlu kerjasama yang kuat antara pemerintah Kota dengan Provinsi. Salah satunya adalah penetapan bangunan cagar budaya yang menjadi kewenangan propinsi berada di daerah. Setelah kajian Tim Ahli nantinya akan direkomendasikan untuk dibuatkan keputusan oleh kepala daerah.
"Sampai saat sekarang sudah ada 27 bangunan diduga cagar budaya yang teregestrasi nasional berada di Kota Payakumbuh. Bangunan ini sudah di data Kantor BPCB Batusangkar sejak tahun 2007, namun belum ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya. Ada beberapa langkah lagi yang diperlukan, diantaranya kajian tenaga ahli dan kajian akademis. Kelengkapan administrasi akan dipenuhi oleh tim pendaftaran sampai lahirnya keputusan kepala daerah" sebutnya.
Adapun jadwal kunjungan rombongan ini, yakni Masjid Tua Koto Nan Ampek disambut pengurus mesjid langsung di lokasi. Setelah memandang kasat mata sekeliling dan bagian dalam mesjid, dilakukan wawancara seputaran sejarah mesjid yang sudah berumur ratusan tahun ini.
Menurut pengurus mesjid, struktur utama bangunan masih asli, ada perbaikan disana sini adalah untuk menambah daya tahan dan mengganti material rusak berat.
Di tirai-tirai masih tampak ukiran istimewa bercorak daun lebar dan bunga berwarna kuning, tiang-tiang masih berdiri kokoh manantang jaman. Arah depan tampak mihrab dengan lemari khas menempel ke dinding.
"Dulunya ada jenjang turun ke bawah disamping mihrab guna untuk imam berwudhu, sehingga tidak melewati jemaah," terang pengurus mesjid.
Namun, jenjang yang disebutkan pengurus mesjid tersebut saat ini kondisi tidak tampak lagi, namun pengurus berjanji akan mengembalikan kepada bentuk semula, seperti saran Kadisbud Provinsi.
Setelah panjang lebar mendapatkan informasi, Kadisbud Provinsi dan rombongan menuju Rumah Regen tak beberapa jauh dari masjid. Adalah Tuangku Nan Cedoh pemilik rumah ini, beliau adalah Regen pertama di Kota Payakumbuh.
Bangunan rumah berusia ratusan tahun itu termasuk luas dan berlantai dua. Dibawah ada ruang tamu dan keluarga dan diatas ruang pagu dan anjungan peranginan. Istimewanya bangunan ini tidak banyak perubahan sehingga sangat menarik jika dijadikan cagar budaya.
"Terimakasih telah mengunjungi Kota Payakumbuh" sebut Plt Kadisparpora Kota Payakumbuh kepada rombongan sembari memberikan oleh-oleh baju bertuliskan "Payakumbuh Kota Rendang".
"Semoga rombongan menyenanginya dan dapat kembali ke Kota yang "aianyo joniah sayaknyo landai" ini," kata Plt Kadisparpora Payakumbuh Andiko Jumarel.
Editor : sc.astra
Tag :#DisbudSumbar #Payakumbuh #CagarBudaya
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PULUHAN RIBU PASANG MATA TERPUKAU SAKSIKAN PAWAI ALEGORIS DI KOTA PAYAKUMBUH
-
DUTA GENRE BUKAN SEKADAR AJANG KOMPETISI REMAJA, TAPI INVESTASI DAERAH BANGUN SDA UNGGUL
-
PASAR SEMBAKO MURAH WANITA KHADIJAH ZAMAN NOW DISERBU MASYARAKAT PAYAKUMBUH
-
GELAR TRADISI BAADOK-ADOK, KETUA DPRD PAYAKUMBUH APRESIASI ANAK NAGORI KOTO NAN GODANG
-
JUMAT BERDAMPAK, KEPEDULIAN INSAN PLN UP3 PAYAKUMBUH HADIRKAN SENYUM DAN HARAPAN BAGI LANSIA
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG