HOME PEMBANGUNAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 5 September 2019
Desember 2019 PLTP Muara Laboh Yang Dibangun Supreme Energy Bakal Beroperasi Penuh
Muara Labuh (Minangsatu) - Direncanakan paling lama tiga bulan lagi, Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Muara Laboh, Kabupaten Solok Selatan, yang berkapasitas 80 mega watt (MW) akan beroperasi penuh.
"Jika semua proses tahapan uji coba berhasil dengan baik, insya allah awal Desembe? 2019, PLTP Muara Laboh akan mulai beroperasi memproduksi listrik yang akan disalurkan untuk Solok Selatan dan juga ke Jaringan Tol Listrik Sumatera yang membentang dari Aceh hingga Lampung," ungkap Site Support Manager PT SEML Yulnofrins Napilus, kepada Minangsatu, Kamis (5/9).
Saat ini PLTP Muara Laboh yang dibangun oleh PT Supreme Energy Muara Labuh (SEML) itu sudah mulai memasuki tahap uji coba, sedangkan disisi lain, PLN telah menyelesaikan pembangunan dua gardu induk (GI) di Sungai Rumbai dan di Muara Labuh. Termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV sepanjang 90 km lebih.
Dalam rentang tiga bulan ini, imbuh Yulnofrins, masih ada beberapa teknis lain yang harus segera difinalisasi dari kedua belah pihak. "Tapi mulai September 2019 ini, PLTP Muara Laboh dan Jaringan PLN tersebut sudah memasuki tahap uji coba yang akan memerlukan waktu sekitar tiga bulan," ujarnya.
Meskipun jaringan sudah terkoneksi dengan toll Sumatera, namun Yulnofrins mengungkapkan bahwa sumber setrumnya belum berasal dari PLTP Muara Labuh. "Secara fisik sudah terkoneksi full ya. Sekarang lagi dalam proses uji coba dengan tegangan listrik dari Tol Listrik Sumatra. Belum dengan pembangkit kita," katanya.
Dikatakan, koneksitas GI Solok Selatan dengan GI Dharmasraya sudah dilakukan pada 27 Agustus lalu. "Jaringan transmisi 275 kilo volt (kV) yang merupakan tol listrik Sumatera telah dilakukan pengujian. Artinya, sudah adanya tegangan listrik dari transmisi jaringan yang menghubungkan jaringan listrik Gardu Induk (GI) 150 kV Sungai Rumbai, Dharmasraya menuju GI 150 kV PLTP Pekonina Muara Labuh, Solsel," ungkap Nofrins Napilus.
Yulnofrins Napilus mengatakan pembangunan dua transmisi GI itu dihubungkan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV sepanjang 100 km. Jaringan itu bermanfaat utama untuk Solsel, karena daya listrik akan lebih stabil. "Insyaallah listrik PLN tidak akan sering mati lagi. Sebab, terhubung langsung dari tol Listrik Sumatra melalui tiang-tiang kabel setinggi 35 meter," katanya.
Ditambahkan, berkenaan dengan progres PLTP Muara Labuh sendiri sudah dilihat oleh VP Humas PLN Dwi Suryo Abdullah akhir bulan lalu. "Beliau bahkan menginap di mess Supreme Energy setelah melihat koneksitas jaringan yang menghubungkan Solsel dengan Dharmasraya," pungkasnya.
Editor : T E
Tag :#pltp muara laboh #supreme energy #uji coba
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR MAHYELDI TEMUI MENTERI LINGKUNGAN HIDUP, MINTA DUKUNGAN SEJUMLAH PROYEK STRATEGIS
-
MAHYELDI AJAK DIASPORA DAN PERANTAU MINANG MEMPERKUAT PERAN MEMBANGUN SUMBAR
-
GUBERNUR MAHYELDI: NAGARI CREATIVE HUB ADALAH AGENDA BESAR PEMBANGUNAN EKONOMI SUMBAR BERBASIS NAGARI
-
GUBERNUR MAHYELDI SAMBUT KEDATANGAN MENAKER RI DI BIM
-
KEMENDAGRI APRESIASI PROGRES REHABILITASI LAHAN TERDAMPAK BENCANA DI SUMBAR
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026