HOME PARIWISATA KOTA BUKITINGGI

  • Kamis, 3 Juni 2021
Dengan Penerapan Prokes Covid-19 Ketat, OBJEK WISATA BERBAYAR DI BUKITTINGGI MULAI BUKA
Jam Gadang

Bukittinggi (Minangsatu) - Hampir satu bulan seluruh objek wisata berbayar di Kota Bukittinggi ditutup sejak tanggal 6 Mei lalu dan mulai Bulan Juni ini sudah dibuka kembali bagi masyarakat.

Penutupan objek wisata itu saat memasuki masa liburan lebaran 1442 H lalu untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di Kota Bukittinggi.

Dengan dibukanya objek wisata di Bukittinggi berdampak terhadap ekonomi masyarakat sudah mulai bergerak kembali karena pengunjung sudah mulai memadati objek wisata tersebut.

Salah satu taman dan kawasan wisata Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat kembali dibuka untuk umum setelah magnet wisatawan itu ditutup sejak 6 Mei 2021 untuk mencegah terjadinya keramaian saat libur Lebaran.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi, Nenta Oktavia, mengatakan pembukaan taman Jam Gadang dilakukan tetap dengan pengawasan kepada pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Di sekitar lokasi, juga terlihat posko pengamanan yang didirikan Dinas Pariwisata berukuran cukup besar digunakan untuk meninjau kondisi keramaian pengunjung dan penerapan prokes.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bukittinggi Aldiasnur mengatakan pihaknya mengatur jumlah pengunjung yang ada sebanyak 50 persen
dari waktu normal.

Taman Jam Gadang terlihat sejak dibuka sudah mulai dikunjungi beberapa orang masyarakat. 

Sebagian besar mereka tidak mengetahui sebelumnya lokasi tersebut sudah dibuka dan tidak ada lagi larangan memasuki kawasan Jam Gadang. 

Petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi dan di dalam posko besar dengan tenda berwarna biru yang didirikan di sebelah selatan kawasan Jam Gadang.

Jam Gadang ditutup sebelum libur Lebaran dengan tujuan menekan keramaian di sekitar lokasi dan Kota Bukittinggi umumnya karena kembali meningkatnya wabah Covid-19 di Sumatera Barat. Bukittinggi sebagai kota tujuan wisata juga menutup seluruh objek wisata berbayar di kota itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Supadria menjelaskan situasi Bukittinggi dalam kapasitas daerah tujuan wiasata tentu kita memghidupkan pariwisata dalam rangka penerapan peraturan protokol covid secara ketat artinya wisata tetap jalan Prokes juga jalan.

"Sehingga perekonomian masyarakat tetap hidup dan tenaga kerja yang bergerak di bidang sektor wisata juga sudah bergerak kembali," kata Supadria.

Bagi masyarakat pengunjung objek wisata silahkan datang ke Bukittinggi kita menerapkan protokol kesehatan dan harus dipatuhi dan ditaati, pihaknya akan memberikan pelayan terbaik kepada pengunjung.

Sementara itu Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi mengatakan, dengan dibukanya objek wisata berbayar ekonomi tidak tertekan pandemi covid 19, dan semua pengunjung yang mayoritas luar dari Bukittinggi agar mematuhi Prokes dengan ketat.

"Untuk objek wisata Taman Marga Satwa Bukit Kinantan (TMSBK) Bukittinggi waktu normal kapasitas 20 ribu pengunjung untuk saat ini kita hanya memperbolehkan 6 ribu pengunjung setiap hari, dan penjualan tiket masuk dilakukan secara online sehingga tidak terjadi penumpukan pengunjung," ujar Marfendi.

Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi berharap dibuka objek wisata tentu kita menginginkan terjadi penularan covid-19 meski penambahan positif di Sumatrra Barat cendrung meningkat 10 sampai 20 orang setiap hari.*


Wartawan : Anasrul
Editor : Benk123

Tag :#bukittinggi