HOME PARIWISATA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Minggu, 30 Juni 2019
Dalam Rangkaian FPM 2019, Sebanyak 40 Pemanah Ikuti Lomba Panahan Tradisional
Lomba panahan tradisional di FPM 2019

Tuapeijat (Minangsatu) — Sedikitnya 40 pemanah ikut lomba panahan tradisional Mentawai, yang digelar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Mentawai di ajang Festival Pesona Mentawai (FPM). Sabtu, (29/06) di dusun Mapaddegat, Desa Tuapejat, kecamatan Sipora utara.

Dari 40 peserta 27 orang merupakan Pemanah Dewasa, selebihnya pemanah kategori anak-anak, dimana peserta merupakan perwakilan dari beberapa kecamatan yang ada di Kepulauan Mentawai. 

Kepala Bidang Pemasaran Disparpora Mentawai Matheus Samalinggai mengatakan lomba panahan tersebut merupakan kegiatan yang biasa dilakukan Masyarakat Mentawai pada umumnya untuk berburu, namun tradisi itu sudah mulai hilang, untuk melestarikan budaya itu pihaknya selalu mengadakan lombah panahan tradisional. 

"Untuk peserta panahan tradisional, berasal dari sepuluh Kecamatan dan komunitas yang sebelumnya diseleksi di tingkat kecamatan. Ada dua Kategori perlombaan yaitu Kategori Dewasa dan Anak-anak," terangnya. 

Peserta lombah panah tradisional untuk kategori Dewasa mendapatkan jarak memanah sasaran 25 Meter, sedangkan untuk kategori anakan hanya berjarak 10 Meter, sedangkan panah dan busur yang digunakan merupakan panah tradisional Mentawai. 

Ia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan lombah panahan tradisional Mentawai itu, maka salah satu perisai dan alat berburu masyarakat Mentawai bisa dikenal banyak orang dan akan menjadi salah satu sejarah yang memiliki nilai budaya di daerah yang dijuluki Bumi Sikerei ini.


Wartawan : Redi Harianto
Editor : T E

Tag :FPM 2019 #Panahan Tradisional