- Selasa, 6 Januari 2026
Cupak: Nagari Seribu Aia Angek, Adat Yang Hidup, Dan Dinamika Sosial Masyarakat
Cupak: Nagari Seribu Aia Angek, Adat yang Hidup, dan Dinamika Sosial Masyarakat
Oleh: Andika Putra Wardana
Selain dikenal sebagai nagari perjuangan, Cupak juga memiliki kekayaan alam dan budaya yang khas. Berada di kawasan pegunungan, nagari ini dianugerahi panorama alam yang sejuk serta sumber air panas alami yang melimpah. Tidak mengherankan jika Cupak dikenal sebagai Nagari Seribu Pemandian Aia Angek, dengan pemandian air hangat seperti Aia Angek Gaek Siamang, Aia Angek Garara, dan Pak Balam yang menjadi daya tarik tersendiri.
Asal-usul nama Cupak memiliki kisah tersendiri yang lahir dari kehidupan masyarakat awalnya. Dalam cerita lisan yang berkembang, penamaan nagari ini berawal dari aktivitas menebang bambu di lereng bukit, yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat wadah berbentuk bulat yang disebut cupak. Dari musyawarah masyarakat setempat, nama tersebut akhirnya disepakati sebagai identitas nagari.
Kehidupan sosial masyarakat Cupak sangat lekat dengan adat dan agama. Seluruh penduduk Nagari Cupak menganut agama Islam, dan nilai-nilai keislaman menyatu dalam praktik adat sehari-hari. Prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah menjadi landasan dalam mengatur kehidupan bermasyarakat. Masjid dan surau tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Dalam bidang adat dan budaya, Cupak memiliki beragam tradisi yang masih dijalankan hingga kini. Upacara adat seperti alek perkawinan, batagak gala, alek turun mandi, hingga adat kematian dilaksanakan dengan tahapan-tahapan yang jelas dan penuh makna. Ciri khas adat kematian di Cupak, seperti penggunaan marawa, tabia, dan tradisi memasak galamai, memperlihatkan kekuatan solidaritas dan kebersamaan warga nagari.
Kehidupan ekonomi masyarakat Cupak bertumpu pada sektor pertanian, khususnya persawahan. Dengan sebagian besar wilayah berupa lahan sawah, Cupak dikenal sebagai salah satu penghasil Bareh Solok berkualitas tinggi. Selain bertani, masyarakat juga mengembangkan kegiatan ekonomi melalui pasar tradisional dan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) sebagai upaya memperkuat perekonomian lokal.
Nagari Cupak hari ini berdiri sebagai nagari yang memadukan sejarah perjuangan, kekayaan adat, potensi alam, dan semangat pembangunan. Di nagari ini, masa lalu tidak ditinggalkan, melainkan dijadikan fondasi untuk menata kehidupan masa kini dan masa depan.
Editor : melatisan
Tag :Nagari Cupak, Jejak Perjuangan, Adat Nagari, Kehidupan, Gunung Talang, Seribu Aie Angek,
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SEJARAH KABUPATEN TANAH DATAR SEBAGAI PUSAT ADAT MINANGKABAU
-
STRUKTUR PEMERINTAHAN NAGARI ZAMAN DULU DAN SEKARANG: DARI BALAI ADAT KE KANTOR WALI NAGARI
-
KUMPULAN PANTUN MINANG LUCU YANG MENGHIBUR DAN SARAT SINDIRAN HALUS
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG