HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
- Minggu, 4 September 2022
Bupati Safaruddin Resmikan PKBM Alykas Koto Kociak
Limapuluh Kota (Minangsatu)- Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta Taman Bacaan Alykas, di Jorong Koto Kociak, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (4/9/2022).
Bupati Safaruddin mengatakan, dengan diresmikannya PKBM Alykas, saat ini tercatat sudah ada 31 PKBM di Limapuluh Kota. Menurutnya, keberadaan PKBM ini dapat menjadi jawaban terhadap harapan masyarakat untuk mengatasi permasalahan anak putus sekolah di daerah ini.
"Disamping pelaksanaan pendidikan formal yang diselenggarakan sekolah, PKBM harus berperan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal ini dapat diwujudkan melalui sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dengan PKBM melalui pendidikan kesetaraan," sebut Bupati Safaruddin.
Safaruddin mengapresiasi keberadaan PKBM Alykas dibawah naungan Yayasan Tigo Tungku Sajarangan. Yayasan ini merupakan Yayasan yang didirikan para perantau Limapuluh Kota di berbagai daerah.
"Terima kasih atas perhatian besar para perantau yang turut andil dalam peningkatan kualitas pendidikan di Limapuluh Kota khususnya di Jorong Koto Kociak. Ini tentu akan menjadi pelecut semangat pemerintah daerah untuk bekerja maksimal dalam peningkatan kualitas pendidikan di Limapuluh Kota", tuturnya.
Pada kesempatan itu, ia mendorong seluruh lini pendidikan untuk berpartisipasi aktif dalam rangka mewujudkan kualitas SDM di Limapuluh Kota seperti peningkatan akses dan layanan dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan non formal, peningkatan SDM Pendidikan baik guru dan pelaku pendidikan lainnya melalui Bimtek, Seminar, dan Lokakarya.
"Hal lainnya dalam meningkatkan IPM yaitu dengan memenuhi target pencapaian standar pelayanan minimal bidang pendidikan, meningkatkan penyelenggaraan pendidikan non formal dan kesetaraan, serta meningkatkan pengelolaan terhadap bantuan operasional penyelenggaraan PAUD dan PKBM", katanya.
Bupati Safaruddin juga berpesan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat agar selalu memberikan bimbimbingan dan arahan terhadap program kerja PKBM dan Taman Baca Alykas.
Sementara itu, salah seorang putra asli Nagari VII Koto Talago Putra Satria Veri mengatakan, bahwa berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, saat ini anak putus sekolah di Jorong Koto Kociak mencapai 25 orang, hal serupa tidak berbeda jauh dengan Jorong lainnya yang ada di Nagari tersebut. Ia berharap keberadaan PKBM ini dapat menjadi harapan bagi masyarakat yang mengalami putus sekolah di Koto Kociak maupun jorong sekitar dan Nagari tetangga.
"Kami juga berharap, selain perhatian dari pemerintah, masyarakat harus kolektif mengentaskan program putus sekolah ini agar dapat mengembalikan kejayaan VII Koto Talago yang terkenal unggul di bidang Pendidikan", ungkapnya.
Ia berharap, kedepan pemerintah daerah terus memberikan perhatian untuk membantu pembangunan PKBM yang representatif di Limapuluh Kota.(*)
Editor : Benk123
Tag :#limapuluh kota
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MASYARAKAT, BPBD, TNI-POLRI BERSIHKAN POHON YANG TUTUP ALIRAN SUNGAI LIMAPULUH KOTA
-
DALAM SEMANGAT IDUL FITRI 1447 H, PLN PASTIKAN LISTRIK ANDAL DI HUNTARA KOTO TINGGI, PERCEPAT PEMULIHAN DAN BANGKITKAN HARAPAN WARGA
-
IRFENDI ARBI BUKA PUASA BERSAMA WARTAWAN, ASPON DEDI : WARTAWAN DAN BAPAK IRFENDI ARBI SUDAH SEPERTI KELUARGA
-
BUPATI SAFNI MENGAKU DIZOLIMI TERKAIT ISU VCS YANG LAGI VIRAL
-
ZIARAH DAN RENUNGAN SUCI HUT RI PEMDA LIMA PULUH KOTA DIMINTA DIGELAR DI MAKAM PAHLAWAN TAN MALAKA
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG