- Minggu, 11 Mei 2025
Bupati Mentawai Tegaskan Penertiban Pariwisata Dan Rencana Kawasan Eksklusif Untuk Spot Surfing
Padang (minangsatu) – Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana Samaloisa, mengonfirmasi langkah tegas untuk menertibkan aktivitas pariwisata, khususnya terkait kapal pesiar dan turis asing yang berkunjung ke spot surfing di wilayahnya.
Melalui komunikasi WhatsApp dengan Minangsatu.com pada Minggu (11/5), Bupati Rinto menjelaskan sejumlah kebijakan baru guna memajukan sektor pariwisata Mentawai sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan.
Menanggapi pertanyaan mengenai pengawasan kapal charter, Bupati Rinto menegaskan bahwa semua kapal yang membawa turis, termasuk kapal charter, wajib melaporkan rute perjalanan mereka.
“Semua kapal yang membawa turis harus melapor di Padang, Tuapejat, atau Silabu sebelum memasuki spot surfing di Mentawai,” ujarnya.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk pembayaran pajak selancar (Surfing Tax) sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2024.
Langkah ini merupakan respons atas temuan selama inspeksi mendadak di perairan Pagai Selatan pada 8 Mei 2025, di mana sebuah kapal pesiar kedapatan tidak memiliki dokumen lengkap dan belum membayar pajak selancar.
Bupati Rinto mengatakan terkait adanya kelonggaran pengawasan pariwisata di Mentawai selama ini, yang memungkinkan beberapa pelaku wisata bertindak tanpa mematuhi aturan.
“Saya akan melakukan penertiban dengan mengetatkan pengawasan,” tegasnya. Ia menduga kelonggaran tersebut terjadi karena kurangnya koordinasi dan dugaan pembiaran oleh pihak tertentu.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Mentawai akan memperkuat pengawasan melalui harmonisasi Perda Pariwisata. Salah satu langkah konkret adalah membentuk Satgas Pariwisata yang akan ditempatkan di kapal pengawas di setiap spot surfing.
Satgas ini akan terdiri dari polisi, petugas imigrasi, Satpol PP, tenaga medis, serta menyediakan obat-obatan untuk kebutuhan darurat.
Sebagai bagian dari rencana besar memajukan pariwisata Mentawai, Bupati Rinto mengumumkan penurunan harga gelang kuning (Surfing Tax) dari Rp2 juta menjadi Rp500 ribu.
“Penurunan ini karena tidak semua turis datang untuk berselancar. Namun, untuk peselancar, mereka akan membayar biaya tambahan saat memasuki spot surfing,” jelasnya.
Selain itu, spot surfing di Mentawai akan dijadikan kawasan eksklusif yang diawasi ketat oleh Satgas Pariwisata. “Pembayaran masuk spot surfing akan dilakukan langsung di kapal Satgas, yang selalu standby di lokasi,” Pungkas Rinto.
Editor : boing
Tag :#Mentawai #KapalPesiar #Turis #ombak #minangsatu
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
FANTASTIS! BANK NAGARI MASUK DAFTAR 18 BANK TERBAIK DUNIA YANG BEROPERASI DI INDONESIA VERSI MAJALAH FORBES
-
PWI SUMBAR SAMPAIKAN DUKA MENDALAM, SEKJEN ZULMANSYAH SEKEDANG BERPULANG
-
RATUSAN PELAYAT IRINGI PEMAKAMAN YUL ARDI, PEMPROV SUMBAR SAMPAIKAN DUKA MENDALAM
-
TELUSURI SUNGAI GUNUNG NAGO, GUBERNUR INGIN PASTIKAN PEMBENAHAN ALIRAN SUNGAI DAN PASOKAN AIR BERSIH
-
GUBERNUR SUMBAR PIMPIN RAPAT KOORDINASI PENANGANAN KRISIS AIR BERSIH DI KOTA PADANG
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG