- Minggu, 4 Januari 2026
BUMI Siap “Bangkit 2026”, Ini Sinyal Masa Depan Saham Bakrie Group
BUMI Siap “Bangkit 2026”, BCIP Diam-Diam Undervalued? Ini Sinyal Masa Depan Saham Bakrie Group
Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali jadi sorotan pelaku pasar setelah pergerakan harganya yang fluktuatif, dari fase naik tajam hingga kembali turun seiring koreksi sentimen batu bara dan IHSG di akhir 2025. Di tengah keresahan investor ritel yang menilai saham BUMI “turun terus”, sejumlah analis justru melihat masa depan saham ini mulai bergeser dari sekadar permainan komoditas menuju cerita transformasi bisnis mineral.
Dari “Saham BUMI Turun Terus” ke Narasi Transformasi Mineral
Dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan saham BUMI kerap mengikuti naik-turunnya siklus harga batu bara sehingga memicu opini bahwa saham ini mudah terkoreksi tajam saat sentimen komoditas memudar. Namun manajemen BUMI menegaskan arah baru perseroan dengan memperkuat portofolio mineral seperti tembaga, bauksit, hingga proyek konsentrat di luar batu bara termal, sehingga diharapkan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas saja.
baca juga : BUMI RESOURCES (BUMI) SIAP TEMBUS RP380! NAIK 206% YTD, ANALIS: BUY SEKARANG!
?Ekspansi mineral ini juga disorot oleh analis yang memproyeksikan kinerja BUMI berpotensi membaik mulai 2026, terutama jika akuisisi aset mineral berjalan sesuai jadwal dan bisa segera berkontribusi ke laporan keuangan. Sejumlah riset menilai fase ini bisa menjadi fondasi baru bagi “masa depan saham BUMI” yang lebih berkelanjutan, meski volatilitas jangka pendek masih tinggi.
?Siapa Sebenarnya Pemilik dan Pemegang Saham BUMI?
Struktur pemegang saham BUMI masih didominasi investor strategis dan entitas terkait Grup Bakrie, diantaranya Mach Energy (HK) Ltd sebagai pengendali dengan porsi sekitar 45 persen, disusul Treasure Global Investment, fund institusional asing, dan porsi publik atau masyarakat di kisaran seperempat total saham beredar. Kehadiran investor institusional global (lewat bank kustodian dan fund manajer) menunjukkan minat jangka panjang terhadap prospek emiten ini, meski pergerakan harga di pasar reguler sering kali didominasi spekulasi ritel.
baca juga : PT BUMI RESOURCES TBK (BUMI): PROSPEK CERAH MASUK LQ45, KAPITALISASI RP122 TRILIUN
?Dari sisi kepemilikan, BUMI juga masih dikaitkan dengan nama besar Bakrie Capital yang memegang porsi minoritas namun strategis, sehingga sentimen atas grup bisnis ini kerap ikut mempengaruhi persepsi pasar terhadap saham BUMI. Kombinasi pemegang saham pengendali, institusi global, dan ritel membuat likuiditas BUMI tinggi, tetapi sekaligus membuka ruang fluktuasi harga yang ekstrem.
?Laporan Keuangan, Target Harga, dan Angka Fantasi “Saham BUMI 8.000”
Secara fundamental, kinerja keuangan BUMI masih sangat dipengaruhi bisnis batu bara, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih, meski kontribusi segmen mineral mulai dibangun secara bertahap. Riset Sucor Sekuritas, misalnya, sempat merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga sekitar Rp160 per saham berdasarkan proyeksi peningkatan profitabilitas dari akuisisi aset mineral dan efisiensi biaya.
?Di sisi lain, narasi “saham BUMI 8.000” yang sering beredar di forum dan media sosial lebih banyak dipandang sebagai angka fantasi spekulatif yang tidak selaras dengan valuasi dan historis harga saham ini setelah penyesuaian dan aksi korporasi di masa lalu. Investor yang serius biasanya merujuk pada target harga analis dan membaca laporan keuangan tahunan maupun kuartalan emiten sebagai dasar pengambilan keputusan, bukan sekadar rumor level harga ekstrem.
?BCIP, “Saham Bumi” Lain yang Undervalued di Sektor Properti
Berbeda jauh dengan BUMI yang bergerak di tambang dan mineral, BCIP adalah kode saham PT Bumi Citra Permai Tbk, emiten properti dan real estat yang berfokus pada pembukaan lahan, pengembangan, dan penjualan kawasan industri/perumahan. BCIP sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2009, dengan skala bisnis yang jauh lebih kecil dibanding BUMI namun mencatatkan laba positif dan rasio utang yang relatif rendah menurut sejumlah analisis fundamental.
baca juga : SAHAM BUMI MENGGEBRAK BURSA: AKSI BORONG ASING & LONJAKAN HARGA PICU OPTIMISME BARU INVESTOR
?Beberapa platform riset menilai saham BCIP saat ini tergolong undervalued, terlihat dari Price to Book Value (PBV) yang rendah dan estimasi nilai intrinsik yang di atas harga pasar. Meski tidak sepopuler BUMI di kalangan trader ritel, BCIP kerap dilirik investor yang memburu saham beraset properti dengan valuasi murah dan volatilitas lebih terbatas.
?BUMI vs BCIP: Sentimen IHSG dan Masa Depan
Pergerakan saham BUMI sering kali ikut mewarnai dinamika IHSG karena likuiditas dan basis pemegang sahamnya yang luas, sehingga ketika saham BUMI naik tajam bisa menarik minat spekulatif ke sektor tambang, dan sebaliknya saat turun ikut menambah tekanan jual di indeks. BUMI juga sedang berupaya menggeser narasi dari “saham batu bara siklikal” menjadi emiten energi-mineral terdiversifikasi, sebuah proses yang belum selesai dan tetap mengandung risiko eksekusi.
baca juga : SAHAM BUMI JADI MAGNET TRANSAKSI RP1,32 TRILIUN, IHSG MELAJU KENCANG MENUJU LEVEL 9.000!
?BCIP, di sisi lain, lebih banyak bergerak mengikuti sentimen sektor properti dan suku bunga, dengan volume perdagangan yang tidak sebesar BUMI namun memiliki cerita tersendiri sebagai saham real estat kecil yang dinilai sebagian analis masih di bawah nilai wajarnya. Bagi investor, membandingkan dua “saham Bumi” ini perlu dilakukan bukan hanya dari nama dan kode, tetapi dari laporan keuangan, model bisnis, kepemilikan saham, dan prospek jangka panjang yang sangat berbeda.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.
![]() |
Karpet Merah MSCI: Babak Baru Standar Investasi Saham di Indonesia
Dunia pasar modal Indonesia sedang bersiap menghadapi perubahan besar. Bukan soal suku bunga, melainkan tentang cara MSCI (Morgan Stanley Capital International) menghitung "siapa yang layak" masuk ke dalam indeks global mereka.
Bagi pelaku bisnis dan investor, indeks MSCI bukan sekadar daftar biasa; ini adalah "Sertifikat Kelayakan" yang menjadi acuan investor institusi raksasa dunia untuk memarkirkan dana mereka.
Perubahan Aturan Main: Transparansi adalah Kunci
Selama ini, perhitungan saham publik (free float) hanya didasarkan pada laporan kepemilikan di atas 5%. Namun, per Mei 2026, MSCI berencana menggunakan data KSEI yang jauh lebih detail, mencakup pemegang saham di bawah 5%.
baca juga : BUMI BANGKIT DI AWAL TAHUN, SAHAM ANDALAN KELUARGA BAKRIE KEMBALI JADI SOROTAN
Mengapa ini penting bagi Anda?
- Akurasi Likuiditas: Data baru akan mengungkap berapa sebenarnya saham yang benar-benar beredar di masyarakat.
- Standar Global: Emiten dipaksa lebih transparan soal struktur kepemilikannya.
- Magnet Modal Asing: Saham yang masuk indeks ini otomatis akan dilirik oleh fund manager internasional.
Hasil keputusan akhir dari konsultasi publik ini akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Jika disetujui, peta kekuatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berubah total.
Siapa yang Berpeluang "Naik Kelas"?
Sejumlah emiten besar mulai berbenah diri. Mereka merombak struktur kepemilikan demi meningkatkan porsi publik dan likuiditas. Berikut adalah nama-nama yang menjadi sorotan utama para analis:
- Grup Bakrie (BUMI & DEWA)
- BUMI: Saat ini berada di indeks Small Cap, BUMI digadang-gadang siap naik kelas ke Standard Global Index. Dengan lonjakan harga mencapai 289% dalam setahun terakhir dan kapitalisasi pasar menyentuh Rp 172 triliun, BUMI adalah kandidat terkuat.
- DEWA: Menyusul dengan performa yang solid dan kapitalisasi pasar Rp 33,1 triliun, menjadikannya penantang serius di radar MSCI.
- Petrosea (PTRO)
- Analis menilai PTRO memiliki peluang besar kedua setelah BUMI. Dengan pembaruan free float menjadi 30%, PTRO kini lebih menarik secara perhitungan indeks global.
- MD Pictures (FILM)
- Meskipun secara harga sudah memenuhi syarat, tantangan FILM ada pada riwayat suspensi perdagangan yang mungkin membuat MSCI sedikit menunda restu mereka.
- Strategi Bisnis: Peluang vs Risiko
-
Meski sentimen MSCI sangat menggiurkan, para ahli mengingatkan untuk tetap berpijak pada bumi.
"Keduanya (BUMI & DEWA) terbuka lebar untuk masuk indeks. Namun, jika hanya membeli karena sentimen tanpa melihat fundamental, risikonya besar. Jika prediksi melesat, volatilitasnya akan sangat tinggi," Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas.
Kesimpulan untuk Anda: Perubahan aturan MSCI ini adalah sinyal positif bagi pendewasaan pasar modal kita. Bagi emiten, ini adalah momentum untuk memperbaiki tata kelola. Bagi investor, ini adalah peluang emas, namun tetap memerlukan kehati-hatian ekstra terutama pada saham dengan volatilitas tinggi.
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil
Editor : boing
Tag :saham BUMI, saham Bumi Resources, saham BUMI milik keluarga Bakrie, saham Grup Bakrie, saham tambang BUMI, BUMI Bakrie, Bumi Resources Tbk, pergerakan saham BUMI hari ini, prospek saham BUMI 2026, analisis saham BUMI, saham batu bara Bakrie, kinerja saham
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PINJOL RESMI OJK CAIR KE DANA DAN OVO 2026, CEPAT TANPA JAMINAN DAN AMAN
-
PINJOL OJK LIMIT TINGGI TENOR PANJANG: FAKTA LEGALITAS DAN PROMO WEEKDAY YANG WAJIB DIKETAHUI
-
PINJOL RESMI OJK 2026 PALING MURAH DAN AMAN, INI DAFTAR LENGKAP BUNGA RENDAHNYA
-
NANO BANK SYARIAH RESMI DIAWASI OJK: BANK SYARIAH BARU TERBAIK UNTUK INVESTASI SAHAM
-
TEROBOSAN TRADING PALING AMAN: EXNESS MT5 PC KUASAI BOLLINGER BAND UNTUK PROFIT MINYAK!
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN
