- Minggu, 4 Januari 2026
Bukik Bais: Jejak Prasejarah, Tradisi Balota, Dan Langkah Menuju Nagari Cerdas
Bukik Bais: Jejak Prasejarah, Tradisi Balota, dan Langkah Menuju Nagari Cerdas
Oleh: Andika Putra Wardana
Nagari Bukik Bais di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang tidak hanya hidup dalam ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga terpahat nyata di alamnya. Nagari ini menjadi ruang pertemuan antara masa lalu yang sangat tua, tradisi yang terus dijaga, dan masa depan yang mulai dirancang secara perlahan.
Salah satu warisan paling penting dari Bukik Bais adalah Gua Basurek, yang juga dikenal sebagai Gua Bersurat. Gua ini menyimpan ratusan lukisan dan gambar pada dinding batunya, yang diyakini berasal dari masa prasejarah. Keberadaan gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa wilayah Bukik Bais telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Gua Basurek tidak hanya bernilai wisata, tetapi juga memiliki nilai arkeologis dan historis yang tinggi sebagai bukti awal peradaban manusia di wilayah Solok.
Selain situs prasejarah, kondisi geografis Bukik Bais yang berada di kawasan perbukitan menghadirkan panorama alam yang asri dan udara yang sejuk. Lanskap alam ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, sekaligus potensi wisata alam yang masih terus dijaga kelestariannya. Alam dan nagari tumbuh dalam hubungan yang saling menguatkan.
Dalam kehidupan sosial-budaya, Bukik Bais dikenal dengan tradisi Balota, sebuah seni tradisi unik yang hanya ditemukan di nagari ini. Balota menggunakan cambuk yang terbuat dari pelepah pisang batu yang dipilin. Tradisi ini dimainkan oleh laki-laki dewasa dan biasanya dilaksanakan pada hari kedua hingga keempat Hari Raya Idulfitri, yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Rayo Kalua. Balota bukan sekadar pertunjukan fisik, tetapi juga simbol ketahanan, keberanian, dan solidaritas antarwarga.
Kekayaan budaya Bukik Bais juga tercermin dalam kuliner tradisionalnya. Salah satu produk wisata budaya yang dikenal adalah Samba Ubek Biring, sambal khas yang menjadi bagian dari identitas kuliner nagari. Selain itu, masyarakat Bukik Bais juga menikmati berbagai kuliner khas Kabupaten Solok di sekitarnya, seperti Kalio Baluik, olahan belut berbumbu rempah yang khas, Bareh Solok yang terkenal kualitasnya, serta Dendeng Pucuk Ubi yang menjadi sajian sederhana namun kaya rasa.
Memasuki era modern, Nagari Bukik Bais mulai menata langkah menuju masa depan. Pada Agustus 2025, nagari ini memulai transformasi menuju Smart Village melalui pelatihan penggunaan website nagari. Langkah ini bertujuan mempermudah akses informasi bagi masyarakat, meningkatkan transparansi, serta memperkenalkan potensi nagari kepada dunia luar tanpa meninggalkan jati diri adat dan budaya lokal.
Bukik Bais hari ini berdiri sebagai nagari yang memelihara warisan prasejarah, menjaga tradisi turun-temurun, dan perlahan membuka diri terhadap kemajuan teknologi. Di nagari ini, masa lalu, masa kini, dan masa depan tidak saling bertentangan, tetapi saling mengisi dalam satu kesatuan kehidupan nagari yang berakar kuat dan terus berkembang.
Editor : melatisan
Tag :Bukik Bais, Jejak Prasejarah, Tradisi Balota, Langkah, Menuju, Nagari Cerdas
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MELESTARIKAN PERMAINAN TRADISI ANAK NAGARI, MAHASISWA SASTRA MINANGKABAU FIB UNAND PENTASKAN RANDAI
-
MENGENAL PEMANFAATAN BAMBU DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU
-
MENGENAL PERKEMBANGAN USAHA KULINER MINANGKABAU DI DAERAH RANTAU
-
MENGENAL PERAN NAGARI DALAM PEMERINTAHAN ADAT MINANGKABAU HINGGA MASA KINI
-
MENGENAL TRADISI LISAN PANTANGAN DAN PETUAH ORANG TUA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908