HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SOLOK SELATAN
- Jumat, 1 Agustus 2025
Buka Workshop Basarnas, Zigo Rolanda: Kesiapsiagaan Bencana Harus Dimulai Dari Masyarakat
Solok Selatan (Minangsatu) — Kesadaran akan potensi bencana di Sumatera Barat, khususnya di Solok Selatan, menjadi sorotan utama dalam Workshop Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang digelar oleh Basarnas, Jumat (1/8/2025), di Aula Kantor Bupati Solok Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari relawan tanggap bencana dan potensi SAR se-Kabupaten Solok Selatan.
Anggota Komisi V DPR-RI, Zigo Rolanda, SE, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan kolektif seluruh lapisan masyarakat.
“Sumatera Barat adalah etalase bencana, dan Solok Selatan berada di jantungnya. Karena itu, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mendesak,” ujar Zigo.
Saya mendorong agar masyarakat dilatih dan dilibatkan secara aktif. Karena ketika bencana datang, mereka adalah yang pertama merasakan dampaknya bahkan sebelum bantuan tiba,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Zigo juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Basarnas Pusat dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang yang telah memilih Solok Selatan sebagai lokasi pelaksanaan workshop. Ia mengungkapkan bahwa dalam rapat dengan Basarnas di tingkat pusat, dirinya telah mengusulkan agar kegiatan semacam ini diperbanyak di wilayah Sumbar mengingat tingginya risiko bencana.
“Saya telah bersurat langsung ke Kepala Basarnas, agar Basarnas Padang mendapat tambahan personel, sarana, dan anggaran operasional. Kita ingin wilayah yang rawan ini benar-benar siap,” tegasnya.
Lebih jauh, Zigo mengaitkan penguatan kapasitas masyarakat dengan program pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana yang tengah ia kawal di pusat. Sejumlah program prioritas yang telah dan akan digelontorkan ke Solok Selatan mencakup pembangunan irigasi tersier, penyediaan air bersih, sanitasi, penanganan banjir, hingga pembangunan Sekolah Rakyat dan pengembangan infrastruktur nagari.
"Semua itu tidak hanya menjawab kebutuhan harian masyarakat, tetapi juga memperkuat daya tahan daerah terhadap potensi bencana. Kita tidak sedang menantang takdir, tapi justru menjalankan ikhtiar, seperti yang diajarkan agama,” katanya.
Sementara itu, Kasi Sumber Daya KPP Kelas A Padang, Sukamto, selaku ketua panitia pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam upaya pencarian dan pertolongan di wilayah rawan bencana dan kecelakaan.
“Ini bagian dari misi kemanusiaan. Kita ingin masyarakat menjadi bagian aktif dalam proses penyelamatan, bukan sekadar korban yang menunggu ditolong,” ujarnya.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain: Marsekal Pertama Tarjoni, S.Sos, Direktur Bina Tenaga Basarnas Pusat, Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi, Forkopimda Kabupaten Solok Selatan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, serta para Narasumber dari Basarnas dan instansi terkait yang memberikan materi dalam workshop
Dengan penuh semangat, workshop ini menjadi langkah konkret membangun budaya siaga bencana di tingkat akar rumput. Solok Selatan tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tapi juga dengan kesiapannya menghadapi bencana secara mandiri dan terorganisir. (Vino/solsel)
Editor : Benk123
Tag :#solokselatan
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DEKLARASI PILWANA SERENTAK, SOLOK SELATAN TEKAD WUJUDKAN PEMILIHAN WALI NAGARI YANG DAMAI DAN BADUNSANAK
-
649 TON BERAS PANGAN DISALURKAN, 21.636 KELUARGA SOLOK SELATAN TERIMA BANTUAN
-
PT SEMEN PADANG DUKUNG PEMBANGUNAN 11 UNIT RUMAH MELALUI PROGRAM BEDAH RTLH KODAERAL II PADANG DI SOLOK SELATAN
-
B2SA SOLSEL: OLAH PANGAN LOKAL, TINGKATKAN GIZI DAN NILAI EKONOMI
-
SAMBUT HUT RI KE-81, PEMKAB SOLSEL BAGIKAN BENDERA MERAH PUTIH
-
KEADILAN INSTAN: DIBALIK SERUAN “NO VIRAL NO JUSTICE”
-
DUA KEMENANGAN KABAU SIRAH, SAATNYA MERAJUT KEMBALI KEPERCAYAAN YANG SEMPAT RETAK
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL