- Jumat, 10 Juli 2020
BKSP DPD RI: Walaupun Kena Dampak Pandemi Covid-19, 70 Persen Perusahaan Jepang Tetap Berinvestasi
Jakarta (Minangsatu) - Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) menyambut gembira hasil survei yang menyatakan 70 persen perusahaan Jepang akan tetap berinvestasi di Indonesia walaupun pandemi COVID-19 masih belum mereda.
Hasil survei yang dilakukan JETRO (Japan External Trade Organization) pada periode 8-16 Juni 2020 tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Y. M. Masafumi Ishii dalam Rapat Kerja BKSP DPD RI virtual pada hari Kamis, 9 Juli 2020.
"Walaupun pendapatan perusahaan Jepang mengalami penurunan cukup signifikan, namun hasil survei JETRO tersebut membawa angin segar pemulihan ekonomi pasca COVID-19," kata Gusti Farid Hasan Aman, Ketua BKSP DPD RI.
Salah satu alasan penurunan pendapatan adalah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa waktu yang lalu, sehingga pegawai banyak yang dirumahkan atau bekerja dari rumah.
"Y.M. Dubes Jepang juga menyatakan bahwa upah tenaga kerja di 80 persen perusahaan Jepang tetap dibayarkan sebagaimana biasa seperti sebelum PSBB, walau pendapatan mereka berkurang, karena menurunnya penjualan," kata Gusti Farid, yang berasal dari dapil Kalimantan Selatan.
Jumlah perusahaan Jepang di Indonesia mencapai 1.700 perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur dan non-manufaktur. Duta Besar Jepang menyatakan 95 persen tenaga kerja perusahaan Jepang merupakan warga Indonesia.
"Perusahaan Jepang memiliki unit pelatihan tersendiri, yang positif bagi pengembangan 95% SDM lokal Indonesia di berbagai perusahaan Jepang," kata Gusti Farid kembali.
Dalam rapat tersebut, Dubes Jepang juga menyampaikan harapan dunia usaha Jepang yang memiliki bisnis di Indonesia, seperti insentif pajak perusahaan, penundaan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), pajak impor baja untuk produksi mobil.
"Ada beberapa isu yang disampaikan Dubes, soal pajak baja yang terpaksa tidak bisa digunakan untuk produksi mobil karena perusahaannya tidak beroperasi. Juga soal izin tinggal expatriat dan jika mungkin penundaan kenaikan UMP," kata Gusti Farid, salah seorang senator senior DPD RI karena telah terpilih sebanyak 3 periode sejak 2009.
"Kami akan menyampaikan beberapa masukan dari Dubes Jepang kepada pemerintah Indonesia, agar kerja sama ekonomi dan pembangunan kedua negara yang saling menguntungkan tersebut dapat ditingkatkan, apalagi pandemi COVID-19 berdampak besar di sektor ekonomi," kata Gusti Farid menutup pernyataan persnya.
Editor : sc.astra
Tag :#BKSP #DPDRI #InvestasiJepang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
FERRY JULIANTONO: KEMENKOP UBAH STRATEGI KOMUNIKASI, LEBIH MERANGKUL KELOMPOK MILENIAL DAN GEN Z
-
RENCANA PEMOTONGAN BATAL, SUMBAR TERIMA BESARAN ALOKASI TKD 2026 SETARA DENGAN TAHUN LALU
-
KENALAN DENGAN WONDR BY BNI: APLIKASI BARU YANG BIKIN TRANSAKSI JADI SERU DAN CEPAT!
-
AMAR BANK: DARI BANK KELAHIRAN 1991 JADI PELOPOR FINTECH INDONESIA YANG BIKIN HIDUP MAKIN MUDAH
-
BRI HADIRKAN SOLUSI FINANSIAL LENGKAP: DARI TABUNGAN PELAJAR HINGGA INVESTASI MASA DEPAN
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG