HOME VIRAL UNIK

  • Selasa, 20 Januari 2026

Bak Raja Di Rumah Ayah: Mengupas Istimewanya Posisi Anak Pisang Dalam Minang Yang Selalu Dimanja

Bak Raja di Rumah Ayah: Mengupas Istimewanya Posisi Anak Pisang Dalam Minang yang Selalu Dimanja

Oleh: Andika Putra Wardana


Seringkali orang luar memandang sistem Matrilineal di Sumatera Barat dengan kacamata yang keliru, menganggap bahwa garis keturunan ibu membuat peran keluarga ayah menjadi terpinggirkan. Padahal, realitanya tidaklah demikian. Ada satu istilah indah yang menggambarkan betapa erat dan mesranya hubungan seorang anak dengan keluarga ayahnya, yaitu anak pisang dalam Minang.

Istilah ini merujuk pada status seorang anak di hadapan keluarga besar ayahnya (Bako). Jika di kaum ibunya sang anak memiliki hak waris dan tanggung jawab adat, maka di rumah keluarga ayahnya, dia hadir sebagai "tamu agung" yang sangat dicintai dan dimuliakan.

Hubungan emosional antara Anak Pisang dan Induak Bako (saudara perempuan ayah/tante) adalah salah satu ikatan terkuat dalam struktur sosial Minangkabau. Seorang anak pisang dalam Minang biasanya akan mendapatkan perlakuan istimewa, sering kali lebih dimanja dibandingkan kemenakan kandung keluarga itu sendiri.

Filosofinya adalah, karena sang anak tidak mewarisi harta pusaka (tanah/sawah) dari kaum ayahnya, maka sebagai gantinya, mereka dihujani dengan kasih sayang, perhatian, dan hadiah-hadiah adat. Setiap kali ada acara pesta atau baralek, Induak Bako lah yang paling sibuk mempersiapkan segala keperluan, mulai dari antaran makanan hingga pakaian kebesaran untuk sang anak pisang, semata-mata demi mengangkat derajat anak dari saudara laki-laki mereka.

Posisi ini juga mengajarkan keseimbangan yang harmonis dalam budaya Minang. Meskipun secara hukum adat seorang anak milik suku ibunya, namun secara batiniah, dia adalah kebanggaan keluarga ayahnya.

Ada pameo yang mengatakan, "Anak dipangku, kamanakan dibimbiang" (Anak disayang dipangkuan, keponakan dibimbing untuk tanggung jawab). Jadi, menjadi anak pisang dalam Minang itu posisinya sangat enak, mereka tidak dibebani urusan rumit harta pusaka kaum ayah, tapi selalu mendapatkan perlindungan dan kasih sayang tanpa syarat.

Inilah bukti bahwa sistem kekerabatan Minang tidak memutus hubungan darah, melainkan menempatkan setiap orang pada porsi kasih sayangnya masing-masing dengan adil.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Bak Raja, Rumah Ayah, Mengupas ,Istimewa, Posisi, Anak Pisang, Minang yang, Selalu Dimanja

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com