HOME PENDIDIKAN KOTA PADANG
- Rabu, 9 Januari 2019
Bahasa Minangkabau, Bahasa Tinggi Sarat Makna
Padang (Minangsatu) - Bahasa lisan yang dipakai terutama dalam acara-acara adat di Minangkabau, sungguh kaya makna. Salah-salah menafsirkan, bisa barabe dibuatnya.
Misalnya dalam pepatah petitih, meskipun berpola pantun, seperti halnya pantun melayu, namun pepatah petitih Minangkabau justru lebih kaya makna. Sebab sampiran pun bermakna dalam, bahkan lebih kuat dari isi.
Menurut Dr Eva Krisna, peneliti bahasa dari Balai Bahasa Sumatera Barat (Sumbar), memang pepatah petitih mirip dengan pantun melayu, "Dari segi pola kalimat dan penggunaan sampiran, sama," ujarnya pada Minangsatu, Rabu (9/1).
Tetapi, lanjut Eva Krisna, penggunaan sampiran dan isi, pada pantun Minangkabau (termasuk pepatah petitih), kedua unsur tersebut saling terkait. Sampiran punya makna, isi punya makna. Keduanya saling terkait.
Hal ini dibenarkan oleh Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto, atau akrab dipanggil dengan sebutan Mak Katik. Menurut Mak Katik, pantun Minang mempunyai sampiran yang logis. Sedangkan pantun melayu, tidak.
"Dan pantun adat lebih hebat lagi, selain sampirannya logis dan bermakna, keduanya pun saling terkait dan menguatkan," tukuk Mak Katik.
Di bawah ini contoh pantun melayu, pantun Minang dan pantun adat.
Pantun melayu:
Rami lah pasa rang pitalah
Rami dek anak bangkaulu
Kami sapantun padi rabah
Bak kato ayam lah daulu
Pantun Minang:
Rami lah pasa rang pitalah
Rami manjalang pukuah satu
Kami sapantun padi rabah
Bak kato ayam lah daulu
Pantun Adat:
Kaluak paku kacang balimbiang
Timpuruang lenggang lenggok kan
Bao manurun ka saruaso
Anak di pangku kamanakan di bimbiang
Urang kampuang dipantenggangkan
Tenggang nagari jan binaso
(sc)
Editor :
Tag :Pidato adat Minangkabau
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
UNAND KAMPUS PERTAMA TERIMA SOSIALISASI MOU DEWAN PERS
-
MERIAHKAN BULAN K3 NASIONAL 2026, PLN UID SUMATERA BARAT AJAK ANAK BERKREASI LEWAT LOMBA MEWARNAI
-
PLN UP3 PADANG BERIKAN EDUKASI KELISTRIKAN DAN PENGENALAN PLN MOBILE KEPADA CIVITAS POLITEKNIK AISYIAH SUMBAR
-
MEMBANGUN HARAPAN PASCABANJIR: KECERIAAN ANAK-ANAK BATU BUSUK SETELAH KEMBALI BELAJAR TATAP MUKA
-
PERAYAAN TUJUH TAHUN TERAS TALENTA, BALAI BAHASA SAMPAIKAN APRESIASI
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN