HOME PENDIDIKAN KOTA SAWAHLUNTO
- Kamis, 23 April 2026
Ayah Penjual Telur Gulung, Anak Tembus PTN: Kisah Haru Dari Sawahlunto
Sawahlunto (Minangsatu) - Di simpang tiga pasar Sapan Kota Sawahlunto, suara minyak mendesis di wajan kecil kerap menjadi penanda kehadiran seorang lelaki sederhana yang tak pernah lelah berjuang.
Dialah Darustami—lebih akrab disapa Pak Ujang—penjual telur gulung keliling yang setiap harinya menyusuri gang demi gang dan sekolah sekolah menawarkan jajanan sederhana dengan harapan besar: masa depan anak-anaknya.
Tak banyak yang tahu, di balik gerobak kecil dan penghasilan yang tak menentu itu, tersimpan kisah keteguhan seorang ayah tunggal. Sejak sang istri pergi kabur dengan pria lain meninggalkan anak-anaknya masih kecil, Pak Ujang harus memikul peran ganda—menjadi ayah sekaligus ibu bagi tiga buah hatinya. Putri bungsunya, Dinda Putri Amelia Sari, bahkan baru berusia enam tahun saat kehilangan sosok ibu.
Hari-hari Pak Ujang dimulai sejak pagi. Ia menyiapkan bahan dagangan, lalu berkeliling menjajakan telur gulung hingga sore bahkan malam hari. Tak jarang ia harus menahan lelah, panas, dan hujan. Namun, satu hal yang tak pernah padam adalah tekadnya: memastikan anak-anaknya tetap sekolah dan meraih pendidikan setinggi mungkin.
“Yang penting anak-anak bisa sekolah, jangan sampai seperti saya,” ucapnya suatu waktu, dengan nada sederhana namun sarat makna.
Kerja keras itu kini mulai berbuah manis. Dinda, sang putri bungsu, baru saja lulus dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto dan berhasil diterima di Universitas Negeri Padang melalui jalur SNBP, mengambil jurusan Pendidikan Geografi. Sebuah pencapaian yang bukan hanya membanggakan bagi dirinya, tetapi juga menjadi bukti nyata perjuangan panjang seorang ayah.
Di balik senyum Dinda, ada peluh dan doa yang tak terhitung jumlahnya. Ia tumbuh dalam keterbatasan, namun tidak pernah kekurangan kasih sayang dan dukungan. Pak Ujang selalu menanamkan nilai kesederhanaan, kejujuran, dan pentingnya pendidikan.
Bagi Pak Ujang, keberhasilan anak-anaknya adalah kebahagiaan tertinggi. Ia mungkin tak memiliki harta berlimpah, namun ia telah mewariskan sesuatu yang jauh lebih berharga: semangat juang dan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
Kisah Pak Ujang adalah potret nyata bahwa cinta dan keteguhan hati seorang ayah mampu mengalahkan kerasnya kehidupan. Dari gerobak telur gulung yang sederhana, lahir harapan besar—dan kini, satu per satu mulai menjadi kenyataan
Editor : melatisan
Tag :Ayah, Penjual Telur Gulung, Anak, Tembus PTN, Kisah Haru, dari Sawahlunto
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERPISAHAN KKN UNAND PERIODE 2 2026 DI DESA SALAK DIWARNAI MALAM SENI DAN PEMBAGIAN HADIAH LOMBA
-
MASRIL KAWAL ASPIRASI SEKOLAH, BANTUAN ALAT DRUMBAND AKHIRNYA DITERIMA SDN 11 MUARO KALABAN
-
SEKRETARIS SATPOL PP DAN DAMKAR SAWAHLUNTO TANAMKAN KESADARAN TERTIB KEPADA SISWA BARU SMKN 2 LEWAT SOSIALISASI TRANTIBUM
-
SATPOL PP SAWAHLUNTO SOSIALISASIKAN TRANTIBUM KEPADA SISWA SMAN 2 TALAWI DI MASA MPLS 2026
-
RIYANDA PUTRA: GURU ADALAH PILAR PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI SAWAHLUNTO
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG