- Senin, 19 Januari 2026
Awas Keceplosan! Pahami "Bahasa Kasar Minang Dan Artinya" Agar Kamu Tidak Kena Masalah Di Kampung Orang
Awas Keceplosan! Pahami "Bahasa Kasar Minang dan Artinya" Agar Kamu Tidak Kena Masalah di Kampung Orang
Oleh: Andika Putra Wardana
Mempelajari bahasa daerah itu seru, tapi mempelajari sisi gelapnya yaitu kata-kata kasar, juga penting sebagai bentuk pertahanan diri dan kehati-hatian. Banyak pendatang yang terjebak masalah bukan karena mereka berniat jahat, tapi karena ketidaktahuan mereka menggunakan kata-kata yang dianggap tabu atau tidak sopan dalam situasi tertentu.
Penelusuran tentang bahasa kasar Minang dan artinya sebenarnya membuka wawasan kita tentang strata sosial yang ketat dalam budaya ini. "Kasar" di Minang itu unik, sebuah kata bisa terdengar sangat akrab jika diucapkan ke teman sebaya, tapi berubah menjadi penghinaan fatal jika diucapkan ke orang yang lebih tua.
Jebakan pertama dan yang paling sering memakan korban adalah penggunaan kata ganti orang "Kamu". Di Minang, kata "Ang" atau "Waang" (untuk laki-laki) dan "Kau" (untuk perempuan) adalah kata ganti yang levelnya paling rendah. Artinya memang "Kamu", tapi nuansanya sangat kasar jika tidak pada tempatnya.
Jika kamu menggunakan kata "Ang" kepada orang tua, guru, atau orang yang baru dikenal, itu sama saja kamu menantang mereka berkelahi. Kata-kata ini hanya halal digunakan di antara teman laki-laki yang sudah sangat bestie (sohib kental) atau saat orang tua memarahi anaknya. Jadi, amannya, selalu gunakan kata "Uda", "Uni", atau "Awak" untuk menghormati lawan bicara.
Selain masalah kata ganti, ada deretan kosa kata yang menyasar fisik dan kecerdasan yang wajib dihindari. Kamu mungkin pernah mendengar kata "Bengak", "Ongok", atau "engak". Ketiganya memiliki arti yang mirip, yaitu bodoh, tolol, atau telat mikir.
Mengatakan ini kepada orang lain, apalagi di depan umum, adalah bentuk bullying verbal yang sangat menyakitkan hati orang Minang. Belum lagi kata-kata yang meminjam nama hewan, atau istilah "Gadang Ota" (Penipu/Bual Besar) yang bisa memicu konflik fisik jika dilontarkan dalam perdebatan panas.
Puncaknya, ada satu kata keramat yang sangat pantang diucapkan, sering disebut sebagai "Kata P" (Pantek). Ini adalah makian terkasar yang merujuk pada alat kelamin wanita. Derajat kasarnya setara dengan "Fuck" dalam bahasa Inggris tapi berkali-kali lipat lebih ofensif bagi telinga orang Minang yang religius. Mengetahui bahasa kasar Minang dan artinya ini tujuannya bukan untuk dipraktikkan, melainkan sebagai "rambu-rambu lalu lintas".
Filosofi Kato Nan Ampek mengajarkan kita untuk Mandaki (sopan ke yang tua) dan Manurun (sayang ke yang muda). Jadi, biarlah kata-kata kasar ini tersimpan di kamus saja, jangan sampai keluar dari lisan kita yang beradab.
Editor : melatisan
Tag :Bahasa Kasar, Minang , Artinya
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TERNYATA INI BEDANYA! MENJAWAB PERTANYAAN ABADI MINANG DAN PADANG APAKAH SAMA?
-
BIKIN MERINDING! MENGUAK MAGISNYA ALAT MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU YANG BISA BERBUNYI TANPA PUTUS NAPAS
-
BUKAN SEKADAR DONGENG! TERNYATA NEGERI TERTUA DI MINANGKABAU ADALAH DESA CANTIK DI KAKI GUNUNG MARAPI
-
HATI-HATI KENA PRANK! KENALI ISTILAH BAHASA MINANG BOHONG DARI YANG SEKADAR BUAL LAPAU SAMPAI TIPU MUSLIHAT
-
SIAP-SIAP TEPAR! DERETAN MAKANAN KHAS MINANGKABAU" INI DIJAMIN BIKIN DIETMU GAGAL TOTAL
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG