HOME PERISTIWA KABUPATEN SOLOK
- Rabu, 7 Oktober 2026
Arosuka Dilumat Banjir Bandang: Lumpur Menelan Pusat Pemerintahan, Pekerjaan Besar Menanti
Arosuka Dilumat Banjir Bandang: Lumpur Menelan Pusat Pemerintahan, Pekerjaan Besar Menanti
Arosuka ( Minangsatu) — Hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hingga malam hari, Senin (21/09/26) memicu banjir bandang dari hulu Sungai Batang Laso di Puncak Gunung Talang Kabuparen Solok.
Material longsor batu dan lumpur yang terbawa arus Meluluhlantakkan kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Aro Suka - Kecamatan Gunung Talang, juga menyosor permukiman masyarakat setempat.
Akibat bencana alam tersebut mengakibatkan 2 Orang Meninggal, 4 orang dalam keadaan Luka, 513 orang mengungsi. serta rumah terdampak, 33 Rusak ringan, 9 rusak sedang, 19 Rusak berat dan 13 rumah terandam air lumpur 1 rumah masjid yang mengalami rusak ringan, 10 rumah rawan bencana, sementara 10 Kantor Dinas terdampak tertimbun lumpur dan batu.
Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H.Candra kemudian mengerahkan penanganan bersama berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, PMI, hingga berbagai unsur pendukung lainnya.
Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap darurat melalui Keputusan Bupati Solok Nomor 300.2-265-2026 tertanggal 22 September 2026. Status awal tersebut berlaku selama 14 hari, 22 September sampai 5 Oktober 2026.dan diperpanjang sampai 12 oktober, BNPB juga mencatat bahwa fokus penanganan meliputi pencarian dan pertolongan, pengungsian, pemenuhan kebutuhan dasar, pembersihan wilayah terdampak, pemulihan akses dan fasilitas umum serta pelayanan pemerintahan.
.Hal itu juga menjadi perhatian pemerintah pusat ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Arosuka. Wapres meminta korban mendapatkan pelayanan sampai pulih dan kelompok rentan di pengungsian dipantau secara berkala.
Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat datang meninjau lokasi pada 22 September. Menko PMK bersama Kepala BNPB dan Sestama BNPB datang pada 24 September. Sehari kemudian, Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pengungsian dan kawasan terdampak.
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni. Dalam keterangan resmi Wakil Presiden, pemerintah pusat menekankan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, pencarian korban, pemulihan akses dan fasilitas publik.
Pusat pemerintahan Kabupaten Solok sendiri ikut terdampak dilaporkan rusak berat antara lain Gedung Kantor Permanen Sekretariat DPRD, Gedung Kantor Dinas Pariwisata, Gedung Kantor Dinas PUPR; Gedung Kantor DPMN; Gedung Pos Jaga Satpol PP. Sementara sejumlah gedung lainnya mengalami kerusakan ringan, termasuk kantor DPRD, Gedung Pertemuan DPRD, Inspektorat, BKPSDM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Bapelitbang dan Bapenda. Kerusakan sedang terjadi pada Gedung UPTD Laboratorium Dinas PUPR dan Gedung Pos Jaga Damkar.
.
Lahan pertanian: Sawah sekitar 42 hektare; Lahan kering sekitar 15 hektare, Selain itu, terdapat 5 ruas jalan rusak dan 2 jembatan mengalami kerusakan. Sedangkan kendaraan yang terdampak terdiri dari 7 kendaraan roda empat dan 2 kendaraan roda dua.
Dengan demikian, pekerjaan pemerintah sesungguhnya bukan berhenti pada tahap tanggap darurat. Ada pekerjaan yang lebih panjang di depan mata: rehabilitasi dan rekonstruksi.
Salah satu hal yang terlihat dari penanganan Arosuka adalah besarnya jumlah personel yang dikerahkan seperti personel SAR gabungan antara lain berasal dari TNI AD/Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kodim 0309/Solok, Yon TP 951/PM, Denzipur, TNI AL, Polri, pemerintah daerah, Poldam Kabupaten Solok, BPBD dan PMI.
Peralatan yang dikerahkan meliputi excavator besar dan kecil, excavator breaker, dump truck, motor grader, wheel loader, backhoe loader, water tanker, excavator capit dan berbagai alat pendukung lainnya.
Dari data yang ada, BWSS V misalnya mengerahkan 12 excavator besar dan 2 excavator breaker. BPBPK juga mengerahkan 2 excavator besar, 1 excavator kecil, 8 dump truck dan 1 excavator breaker.
Pengerahan alat berat tersebut menjadi sangat penting karena penanganan Arosuka bukan hanya soal mengangkat lumpur. Tim gabungan harus membuka kembali jalan, membersihkan rumah, menyelamatkan fasilitas umum, membersihkan sungai dan mengurangi potensi ancaman bencana susulan.
Bupati Solok Jon F Pandu mengarahkan agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Seluruh jajaran diminta bekerja cepat, terpadu dan responsif serta memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan, bantuan dan kebutuhan dasar.
Sementara Wakil Bupati H. Candra berada dalam rangkaian koordinasi penanganan bersama Forkopimda, termasuk memantau pembersihan kawasan terdampak dan evaluasi penanganan darurat. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI, Polri, Basarnas, BNPB, organisasi kemanusiaan dan berbagai elemen masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Solok akhirnya memperpanjang masa tanggap darurat setelah periode awal berakhir pada 5 Oktober, di perpanjang hingga 12 oktober, Sejumlah laporan pada awal Oktober menyebut perpanjangan dilakukan untuk memastikan proses penanganan dan kesiapsiagaan tetap berjalan.
Sekarang, pekerjaan berikutnya adalah memastikan bahwa penanganan darurat tidak berhenti pada pembersihan lumpur, tetapi berlanjut menjadi pemulihan kehidupan masyarakat dan mitigasi bencana yang lebih serius.
Sebab pada akhirnya, pemerintah bukan hanya dituntut mampu menangani bencana setelah terjadi. Pemerintah juga dituntut mampu membuat masyarakat lebih siap menghadapi bencana berikutnya.(zulnazar)
Editor : melatisan
Tag :Banjir Bandang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DIDAMPINGI GUBERNUR DAN WAGUB SUMBAR, WAPRES GIBRAN JENGUK KORBAN BANJIR BANDANG DI RSUD AROSUKA
-
MENKO PMK TINJAU DAMPAK GALODO SOLOK, PEMERINTAH PERKUAT PENANGANAN DAN MITIGASI
-
BANJIR BANDANG LULUHLANTAKKAN AROSUKA, BUPATI JON FIRMAN PANDU TURUN LANGSUNG PIMPIN PENANGANAN
-
ANTISIPASI LONGSOR SUSULAN DI SOLOK, WAGUB VASKO INSTRUKSIKAN TIM TETAP BERGERAK, PERHATIKAN KESELAMATAN
-
GALODO TERJANG KOMPLEKS KANTOR BUPATI SOLOK, KANTOR PU DAN KESEHATAN TERDAMPAK