HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Minggu, 3 Mei 2020
Angkat Wacana DIM, Mahasiswa Unand Ini Lulus Dengan Predikat A
Padang (Minangsatu) - Salah satu skripsi dari jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Andalas (Unand), Kota Padang mengangkat topik yang begitu menarik perhatian publik. Skripsi dengan judul "Sikap Masyarakat Terhadap Wacana Pembentukan Sumatera Barat Menjadi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM)" berhasil mendapat predikat A dari tim penguji.
Muhammad Irsyad Suardi, penulis skripsi fenomenal ini menyatakan bahwa awal gagasan penulisannya ialah adanya perdebatan hangat akan wacana DIM. Terlebih pada masa pemilihan pemimpin daerah.
"Sebenarnya DIM ini telah lama dikaji di berbagai forum, mulai sekitar tahun 2001. Lalu, ada Deklarasi Daerah Istimewa Minangkabau pada 2014 juga Naskah Akademik dan Rancangan Undang-undang Daerah Istimewa Minangkabau (NA-RUU DIM) pada 2016," ujarnya kepada Minangsatu, Minggu (3/5).
"Pada 2019 naik tendensinya menjelang pilpres. Makin unik, wacana ini hangat setiap pemilihan gubernur dan pemilihan umum. Oleh karena itu, saya berpikiran bahwa penelitian ini suatu saat akan berguna bagi masyarakat Sumatera Barat", tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dasar perjuangan DIM terletak pada keistimewaan yang ada di nagari-nagari. Konsep nagari berbeda dengan berbagai desa di Indonesia sehingga nagari perlu dikembangkan, dipertahankan, dan dilestarikan. Hal yang diistimewakan bukanlah Sumbar secara keseluruhan, tetapi mengembalikan fugsi dan peran nagari sebagaimana mestinya, seperti keberadaan surau dan arena untuk bertanding.
Sehubungan dengan itu, Irsyad menyampaikan bahwa jumlah responden yang menolak lebih banyak dibandingkan responden yang mendukung dan abstain berdasarkan penelitiannya.
"Pihak yang menolak kebanyakan dari akademisi, birokrat, dan tokoh perempuan. Salah satu alasannya yaitu tanpa DIM pun, kita bisa mengaktifkan nagari kita seperti dulu. Kita bisa membuat Undang-undang Nagari dan mendapatkan wewenang lebih dari pusat."
Akan tetapi, terlepas dari itu semua hendakanya seluruh komponen terkait harus mengkaji ulang wacana DIM. "Saran saya, buat satu forum yang mengundang seluruh elemen dan merembukkan kembali keuntungan dan kelebihan DIM," pungkasnya.
Editor : sc.astra
Tag :#muhammadirsyadsuardi #dim #minangkabau
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMPROV SUMBAR PERKUAT PENGENDALIAN DISTRIBUSI HINGGA KE DAERAH, TEMPATKAN PERSONEL POLRI DAN TNI DI SETIAP SPBU
-
GUBERNUR MAHYELDI TEGASKAN ANTREAN PANJANG KENDARAAN DI SPBU HARUS DITANGANI SECARA EFEKTIF DAN TERUKUR
-
KI SUMBAR LAUNCHING MONEV KIP 2026
-
TEBAR QURBAN PEMPROV SUMBAR MENINGKAT TAJAM, 140 SAPI DAN 33 KAMBING DISALURKAN KE BERBAGAI DAERAH
-
IINDEKS DEMOKRASI PROVINSI SUMBAR NAIK SIGNIFIKAN, TAHUN 2025 MASUK KATEGORI TINGGI SECARA NASIONAL
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA