- Selasa, 30 Desember 2025
Alahan Panjang, Nagari Di Lembah Panjang Yang Pernah Menjadi Pusat Kuasa
Alahan Panjang, Nagari di Lembah Panjang yang Pernah Menjadi Pusat Kuasa
Oleh: Andika Putra Wardana
Di kaki perbukitan Bukit Barisan, di lereng dataran tinggi Kabupaten Solok, terhampar sebuah nagari dengan nama yang membentang jelas ke alam dan sejarahnya, Nagari Alahan Panjang. Nama itu sendiri, alahan yang berarti lembah dan panjang yang menggambarkan luasnya merefleksikan karakter lanskapnya, lembah yang panjang, subur, dan bersambung dengan alam pegunungan.
Alahan Panjang bukan sekadar nama administratif. Ini adalah tempat bersemainya kehidupan sosial, tradisi, dan sejarah panjang masyarakat Minangkabau yang hidup harmonis dengan alam. Dalam catatan sejarah lokal, Alahan Panjang sudah dikenal sejak masa penjajahan Belanda sebagai pusat hukum dan administrasi. Saat itu, kantor polisi, kantor pos, dan fasilitas pemerintahan berdiri di kawasan ini, menjadikannya titik penting dalam jaringan pemerintahan kolonial di pedalaman Sumatera Barat.
Ketika masa beralih ke era Republik Indonesia, struktur pemerintahan nagari ikut berubah. Kepemimpinan yang dulunya dijalankan oleh panghulu bergelar Angku Palo pada masa kolonial, kemudian bertransformasi sesuai dengan sistem pemerintahan modern. Kini, Alahan Panjang dipimpin oleh wali nagari melalui mekanisme demokratis, dengan peran perangkat nagari yang aktif menjalankan urusan publik.
Namun, meski berganti sistem pemerintahan, nilai-nilai sosial adat tetap tidak tergoyahkan. Penduduk Alahan Panjang hidup dalam bingkai adat Minangkabau yang kuat, saling gotong royong, bermusyawarah dalam kerapatan adat, serta menjaga hubungan antara ninik mamak, penghulu, dan bundo kanduang dalam setiap perayaan adat dan kehidupan sehari-hari.
Nagari ini bukan sekadar ruang geografis. Ia adalah lembar cerita panjang tentang manusia Minangkabau yang belajar bertahan dalam dingin, bekerja di ladang, menanam sayur di lereng, dan menjadikan lembah panjang ini sebagai rumah bersama yang penuh makna.
Editor : melatisan
Tag :Alahan Panjang, Nagari , Lembah Panjang, Pusat Kuasa
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
NAGARI CUPAK: JEJAK PERJUANGAN, ADAT NAGARI, DAN KEHIDUPAN DI KAKI GUNUNG TALANG
-
TRADISI SUSUNGAN JENAZAH DAN RASA KULINER BUKIK TANDANG: IDENTITAS BUDAYA YANG TETAP HIDUP
-
BUKIK TANDANG: NAGARI PERBUKITAN YANG MENJAGA ADAT DAN JEJAK SEJARAH DI BUKIT SUNDI
-
BUKIK BAIS: JEJAK PRASEJARAH, TRADISI BALOTA, DAN LANGKAH MENUJU NAGARI CERDAS
-
NAGARI BUKIT BAIS: SEJARAH, ADAT, DAN JEJAK KEHIDUPAN MINANGKABAU DI IX KOTO SUNGAI LASI
-
“TEMBAK PATUIH”: MITOS EDUKATIF DALAM UNGKAPAN LARANGAN ULAKAN TAPAKIS
-
CHERRY CHILD FOUNDATION BERSAMA BERBAGAI KOMUNITAS SALURKAN BANTUAN KE WILAYAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI PADANG
-
MENANAM POHON, MENUAI KESELAMATAN: KONSERVASI LAHAN KRITIS UNTUK KETAHANAN HIDUP KOMUNITAS.
-
MUSIBAH
-
KEMANA BUPATI TAPSEL