HOME OPINI TAJUK

  • Sabtu, 13 Juli 2019
Akhirnya... Jokowi-Prabowo Sekereta Di MRT
Sekereta di MRT

Akhirnya... Jokowi-Prabowo Sekereta di MRT

Biduek lalu, kiambang batawik...Itulah yang terjadi, manakala sebuah biduk berselancar di atas air, buih-buih pun terkuak. Namun segera bertaut, sesaat setelah biduk lalu.

Sungguh pertemuan yang menghebohkan, juga mencengangkan. Masyarakat, terutama penumpang Mass Rapit Transport (MRT) jurusan Lebak Bulus-Sudirman terlihat sumringah melihat dua pemimpin mereka cipika-cipiki, lalu duduk berdekatan menikmati perjalanan moda transportasi publik paling anyar di Jakarta itu.

Kita tentu saja bangga. Haru. Bahagia. Juga surprise! 

Meskipun sudah lazim juga kedua pemimpin ini membuat kejutan dalam pertemuan-pertemuan mereka. Namun, pertemuan kali ini, sekereta di MRT, Sabtu (13/7), tidak kalah mengejutkan dibandingkan pertemuan-pertemuan mereka sebelumnya.

Dulu, mereka bertemu usai Pilpres 2014. Jokowi menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (17/10). Mereka bersilaturahmi. Pertemuan yang berlangsung setelah Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla dinyatakan sebagai pasangan calon terpilih itu berlangsung hangat, keduanya terlihat gembira dan tertawa.

Setelah pertemuan itu, Prabowo menegaskan bahwa pertemuan itu penting dilakukan demi persatuan nasional. Ini sesuai dengan sikap politik Prabowo yang mengutamakan keutuhan bangsa.

Setelah itu, Kamis (28/1/2015), Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu di Istana Bogor. Ini merupakan pertemuan pertama setelah Jokowi dilantik pada 20 Oktober 2014. Mereka kelihatan hangat dan akrab. 

Tidak kalah menarik, pertemuan Jokowi-Prabowo di Hambalang. Mereka menaiki kuda di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). Jokowi tampil mengenakan topi ala koboi. 

Pertemuan mereka di venue pencak silat pada pesta olahraga se-Asia--Asian Games 2018, Rabu (29/8/2018), juga merupakan momen yang patut dicatat. Apalagi saat itu, seorang pesilat merangkul keduanya dengan bendera merah-putih!

Adalah Hanifan Yudani Kusumah, pesilat yang meraih emas di cabang olah raga pencak silat untuk kategori Single Men Class 55kg-60kg, usai ditetapkan sebagai pemenang dalam pertandingan melawan atlet Vietnam, Yudani berlari ke tribun VVIP dan memeluk Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. Ketiganya berpelukan diselimuti bendera merah putih yang dibawa Yudani.

Dan sekarang, keduanya bertemu di MRT. Duduk berdua berdekatan. Berbicara, kadang-kala disertai bisikan, mungkin untuk mengatasi kebisingan di atas kereta yang melaju kencang. Akhirnya, mereka sekereta berdua. Alhamdulillah.

Harapan kita, semoga ini menjadi teladan bagi elit-elit politik dari kedua kubu. Lebih-lebih bagi masyarakat yang masih banyak yang 'belum pulih' dari kompetisi Pilpres. 

Patut dicatat bahwa pertemuan itu bukan tidak disengaja. Kepada beberapa orang di belakang pertemuan ini, kita berikan apresiasi yang tinggi. 

Lalu, yang lebih penting dari itu adalah, bahwa pertemuan yang memang disengaja oleh kedua negarawan ini, hendaknya mengakhiri friksi. Pertemuan ini adalah merajut merah putih. Ini harus kita teladani, hendaknya hingga ke level masyarakat badarai.

Harus kita syukuri. Alih-alih mencari dalih politik yang tidak perlu, oleh pemahaman yang dangkal dan salah, lebih baik kita maknai pertemuan itu dengan hati yang teduh saja.

Sebab ke depan, kereta akan melaju kian kencang. Jokowi-Prabowo, dan kita semua di atasnya. 


Tag :Jokowi #Prabowo #Rekonsiliasi #MRT #tajuk