HOME PARIWISATA KABUPATEN SOLOK

  • Rabu, 29 Mei 2019
Ada Bangunan Liar Di Pinggir Danau Diateh
Terlihat sebuah bangunan sedang dalam pengerjaan. Bangunan yang berada di bahu jalan, di pinggir Danau Diateh ini ditengarai tidak punya IMB

Alahan Panjang (Minangsatu) - Terkesan diabaikan, oknum masyarakat dengan semena-mena mendirikan bangunan di bahu jalan sepanjang ruas jalan Padang-Alahan Panjang-Muara Labuh, di tepian Danau Diateh, Kecamatan Lembah Gumanti. Padahal bahu jalan dan sepuluh meter dari jalan merupakan Daerah Milik Jalan (DMJ) yang tidak boleh dibangun. 


"Adakah upaya dari pemerintah nagari atau kabupaten untuk menghentikan sebelum berkembang lebih banyak?" tanya Ketua Kelompok Penggiat Pariwisata (Kompepar) Lembah Gimanti Marnofri Hendri. 

Dia kuatir, kalau tidak cepat dicegah, maka bangunan liar (bangli) itu akan semakin banyak. Tentu selain menimbulkan kesan semrawut, juga mengganggu keindahan Danau Diateh. 

Terkait itu, Walinagari Alahan Panjang Zulkarnaini mengaku dirinya telah meninjau lokasi itu. "Setelah kami tinjau kepada yang membangun di lokasi tersebut, tanah itu dia bilang milik kaumnya. Dan yang membangun adalah kemanakannya sendiri," tutur Zulkarnaini. 

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Alahan Panjang, Taufik Ramadan mengatakan seharusnya pemerintah daerah segera menertibkan. "Kalau tidak sasuai dengan tata ruang, seharusnya pemerintah jangan memberi izin," tegas Sekretaris Dinas Pariwisata Sumatera Barat ini. 

Sedangkan menyangkut klaim bahwa bangunan itu didirikan di atas tanah kaumnya, tokoh pemuda Alahan Panjang Edwar Jamil justru balik bertanya,"Di jalan nasional, mana pula ada hak milik di situ. Apalagi di belakangnya jurang dan rawang," ungkapnya. 

Karena itu Edwar Jamil mendesak pemerintah nagari, kecamatan atau kabupaten untuk segera turun tangan. "Jangan sampai nanti di klaim jadi milik mereka semua," pungkasnya. 

Hal senada disampaikan Marnofri Hendri. Ia mendesak walinagari untuk turun tangan segera. "Mohon ditinjau dan ditertibkan sampai tuntas,  supaya tidak mengundang masyarakat lain untuk ikut membangun dan merusak pemandangan. Kalau memang ada yang mengaku-ngaku itu miliknya sebaiknya harus dengan pembuktian yang sah. Jangan hanya sekedar mengklaim secara pribadi," tegas Marnofri Hendri.


Wartawan : te
Editor : T E

Tag :Alahan Panjang #Bangli