HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT


  • Jumat, 23 Agustus 2019
Silokek Geopark Rafting World Cup 2019, Menduniakan Geopark Ranah Minang

Padang (Minangsatu) – Menjawab janjinya untuk ikut mempopulerkan Geopark Silokek, pada 10-14 Nopember 2019 nanti, Muhammad Zuhrizul pegiat wisata kondang di Sumatera Barat (Sumbar) akan menggelar Silokek Geopark Rafting World Cup (SGRWC) 2019 dengan menggandeng Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar).  

Meskipun baru perdana akan digelar, namun kejuaraan arung jeram (rafting) berkelas internasional ini sudah langsung masuk dalam kalender www.internationalrafting.com . Anda bisa klik di portal itu, maka SGRWC 2019 itu sudah tertera dalam laman portal pegiat rafting internasional tersebut.

“Kita harapkan support masyarakat supaya kegiatan ini terlaksana dengan sukses,” ujar Muhammad Zuhrizul. Dia mengaku hingga saat ini dukungan penuh dari Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Zefnihan sangat maksimal dan luar biasa. Zuhrizul berharap dukungan serupa juga dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Semoga ini menjadi even dunia yang bisa mempromosikan Sumbar ke seluruh pecinta wisata minat khusus dunia, dalam hal ini rafting,” tukuknya sambil menegaskan bahwa SGRWC 2019 adalah bagian dari Silokek Geo Fest (SGF).

Kepada Minangsatu, Muhammad Zuhrizul mengatakan bahwa Geopark Silokek, Kabupaten Sijunjung yang sudah ditetapkan sebagai salah satu geopark nasional karena dianggap potensi yang ada sangat layak dikembangkan menjadi salah satu Global geopark perlu ditunjang dengan berbagai atraksi yang sesuai.

Dikatakan, dengan sinergitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung dengan Geopark Ranah Minang—yang serius untuk menjadikan Silokek menjadi salah satu destinasi wisata bertaraf dunia dengan kekayaan alam, geologi, biologi, flora dan fauna, goa, sumber air panas, sejarah, budaya dan kearifan lokal—maka popularitas Geopark Silokek  segera akan mendunia.  

Maka, untuk menunjang dan memopulerkan Geropark Silokek, berbagai atraksi perlu digelar, seperti Silokek Geo Fest (SGF) dan SGRWC 2019, sebagai sosialisasi dan promosi awal dengan iven-iven yang diharapkan dapat mendatangkan wisatawan dari luar  daerah dan mancanegara.

"Dalam Silokek Geo Fest, juga akan di adakan Rafting Champion R4 dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara, sebagai penunjang sport tourism Silokek yang layak dijual menjadi paket wisata arung jeram nantinya," tuturnya.

Namun, tukuk Zuhrizul, untuk arung jeram sedikit terkendala dengan kuningnya air sungai akibat adanya penambangan liar yang mencemari air sungai  dari hulu sungai, persisnya di Kabupaten Solok. "Karena ini sudah menyangkut lintas kabupaten kita berharap Pemprov Sumbar, serta aparat terkait dapat menindak tegas pelaku pencemaran sungai," tukasnya.

Untuk mendukung akomodasi saat SGF itu, Zuhrizul yang juga pemilik Lawang Park Maninjau ini merencanakan akan memaksimalkan 74 rumah adat yang ada di Jorong Ranah, Nagari Sijunjung. "Setidaknya 20 rumah gadang yang berada di satu jorong itu akan kita jadikan tempat pemondokan peserta SGRWC 2019. Akan kita maksimalkan menjadi geo homestay program, dengan konsep community based tourism," pungkasnya.

Terkait iven SGF dan SGRWC 2019 itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung Zefnihan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Silokek Geopark Festival 2019 dalam rangka mendukung kesiapan Silokek menjadi World Destination Tourisme dan memperkokoh keberadaan Geopark Silokek dalam menuju Silokek Unesco Global Geopark.

“Kegiatan kejuaraan internasional ini dilaksanakan oleh FAJI Sumbar bekerjasama dengan penggiat geopark Sijunjung dan didukung oleh Pemda Sijunjung,” tuturnya kepada Minangsatu.

Bentuk dukungannya, tukuk Zefnihan adalah sharing pendanaan dan sharing kegiatan. “Penggiat membantu menyiapkan promosi dan penyiapan masyarakat. Sedangkan Pemkab Sijunjung menyiapkan infrastruktur pendukung dan lain sebagainya. Sinergi pemda, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi dan media. Sinergi penta helix,” ungkap Zefnihan.

Berkenaan dengan total anggaran yang disiapkan, Zefnihan mengaku bahwa memangs ecara khusus belum ada ploting dananya. “Namun ada beberapa kegiatan yang terkait, seperti perbaikan toilet, pembinaan dan pelatihan homestay, pelatihan kuliner, pelatihan pengelolaan destinasi, penyiapan transportasi, komsumsi, dan akomodasi peserta yang disiapkan oleh panitia geofest,” pungkasnya.


Wartawan : Boing
Editor : boing

Tag :#silokek#geopark