HOME OPINI OPINI

  • Sabtu, 23 November 2019
Pentingnya Sinergitas untuk Peningkatan Kualitas Minyak Atsiri Produksi Petani Di Sumbar
Daimon Syukri, Ph.D

Perlunya sinergitas antara laboratorium penelitian FATETA UNAND dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat KEMENTAN RI Solok Sumbar untuk pengendalian dan penjaminan kualitas minyak atsiri produksi petani di Sumatera Barat.

Oleh: Daimon Syukri, Ph.D*

Dalam rangka pengembangan ilmu pengolahan hasil pertanian bagi mahasiswa  jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Andalas BP 2017, pada hari kamis, tanggal 21 November 2019, telah dilakukan kunjungan lapangan ke Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) Kementrian Pertanian Republik Indonesia di Kota Solok Provinsi Sumatera Barat yang didampingi oleh tim dosen muda THP yang beranggotakan Ismed M.Sc (ketua), Felga Zulfia Rasdiana M.Si, Daimon Syukri Ph.D dan Wellyalina MP. Dimana pada Kesempatan itu, kunjungan mahasiswa dan dosen Jurusan THP FATETA UNAND diterima oleh koordinator layanan Humas, Ibu Erma Suryani, SP. Berdasarkan diskusi dengar pendapat yang dilakukan, dipaparkanlah peranan BALITRO dalam mendukung sistem pertanian dari hulu ke hilir dari masyarakat tani yang ada di daerah Sumatera Barat yang berkaitan dengan tanaman rempah dan obat khususnya tanaman penghasil minyak atsiri. 

Minyak atsiri yang dikenal juga dengan istilah essential oil, etherial oil atau volatile oil merupakan cairan tidak larut air yang berasal dari tumbuhan rempah-rempah dimana cairan ini dapat terkandung di akar, kulit batang , bunga dan biji. Karakter minyak jenis ini adalah memiliki titik didih yang rendah sehingga sangat mudah sekali untuk menguap dan memiliki karakter aroma yang khusus dan lembut karena adanya kandungan metabolit skunder aromatik yang memiliki manfaat tertentu bagi makhluk hidup lainnya. Secara industri, minyak atsiri memiliki kegunaan yang sangat banyak, tergantung dari jenis tumbuhan penghasilnya. Minyak jenis ini dapat digunakan sebagai bahan baku produk penyedap maupun pewangi, industri kosmetik dan parfum dan bahkan bisa manjadi bahan baku utama untuk industri farmasi kesehatan dan sektor pertanian lainnya seperti insektisida dll. 

Praktek pengolahan tumbuhan penghasil minyak atsiri baik di Sumatera Barat maupun di Indonesia memiliki persoalan utama yaitu ketidakmampuan para petani yang merupakan faktor kunci disektor hulu dari proses produksi minyak atsiri dalam mengontrol dan menjamin kualitas produk yang dihasilkan. Apabila kualitas mutu produk yang tidak mampu dikontrol akan menyebabkan harga yang juga tidak dapat diprediksi dan otomatis akan berfluktuasi yang pada akhirnya akan merugikan para petani itu sendiri. Kesiapan para petani akan faktor pengendalian dan penjaminan mutu menjadi hal yang sangat kurang di internal petani minyak atisri pada saat ini. 

Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pihak BALITTRO kepada dosen dan mahasiswa jurusan THP FATETA UNAND mengenai kondisi krusial akan pentingnya pembekalan para petani akan kemampuan dalam pengendalian dan jaminan mutu terhadap kualitas minyak atisiri yang berasal dari petani menjadi tantangan yang nyata. Hal ini mendapatkan perhatian tersendiri bagi tim dosen jurusan THP FATETA UNAND karena FATETA UNAND merupakan salah satu pusat pendidikan dan penelitian yang berkaitan dengan sistem pengolahan hasil pertanian. 

FATETA unand telah memiliki fasilitas laboratorium yang cukup canggih pada saat ini yang mana salah satunya adalah Laboratorium Instrumentasi Pusat FATETA yang  langsung di supervisi oleh Dekan FATETA UNAND yaitu Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc. Sesuai dengan arahan Bapak Dekan, bahwasanya Laboratorium Instrumentasi Pusat FATETA UNAND hendaknya dapat membantu dalam pelayanan pengukuran kualitas dari produk-produk hasil pertanian yang ada di Sumbar. Berhubungan dengan pengujian kualitas minyak atsiri, Laboratorium Instrumentasi Pusat FATETA UNAND telah memiliki alat dapat menentukan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan oleh petani dalam waktu yang sangat singkat. Karakter dan kualitas minyak atsiri yang spesifik akan aroma tertentu membuat komponen kimia yang bertanggung jawab akan aroma tersebut menjadi faktor kunci dalam penentuan kualitas dari suatu minyak atsiri. Kandungan kimia tersebut dapat dianalisa dalam waktu yang sangat singkat yaitu dalam hitungan menit dimana informasi tersebut akan menjadi tolak ukur dalam penentuan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan dan akhirnya akan menjadi faktor penentu harga di pasar. Alat yang digunakan merupakan alat canggih yang dikenal dengan gas kromatografi-mass spektrometer, yang mana ketersediaan alat ini hanya sedikit sekali jumlahnya nbdi provinsi Sumatera Barat pada saat ini. 

Lebih lanjut lagi, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh bapak Zulkarnain SP dan Bapak Irwandi SP yang merupakan pakar penyulingan minyak atsiri di BALITTRO, bahwa pemahaman akan kualitas minyak atsiri yang hanya ditentukan oleh banyaknya rendemen minyak yang dihasilkan tidak bisa lagi digunakan pada kondisi persaingan insutri yang ketat pada saat ini. Kita harus merobah pola pikir para petani untuk lebih memfokuskan terhadap analisis komposisi kimia dari minyak atsiri tersebut sebagai faktor kunci penentu kualitas yang akan berhubungan langsung dengan harga jual.

Untuk itu, kerjasama antara Fakultas Teknologi Pertanian khususnya jurusan Teknologi Hasil Pertanian dengan BALITTRO dalam pendampingan masyarakat petani minyak atsiri untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pengendalikan dan panjaminan mutu minyak yang dihasilkan menjadi langkah positif yang perlu disikapi dan direalisasikan dalam jangka waktu pendek kedepan ini. FATETA UNAND sebagai unit layanan pendidikan dan penelitian yang salah satu tugas pokoknya menyelenggarakan pengabdian masyarakat akan menjadikan program pendampingan petani minyak atsiri di daerah Sumatera Barat dalam mengendalikan dan menjamin kandungan zat aktif dari produk minyak yang dihasilkan sebagai program pengabdian masyarakat reguler melalui peran pemberdayaan dari tenaga ahli gabungan FATETA UNAND dan BALITTRO Solok Sumbar. 

Output yang diharapkan nantinya dengan bantuan analisis mutu yang difasilitasi oleh FATETA UNAND, para petani dapat mengetahui komposisi kimia produk minyak atsiri yang dihasilkan sehinga dapat memprediksi harga jual sejak awal. Petanilah yang mengatur kualitas produk sesuai dengan harga jual yang ada dipasar. Petani tidak hanya menunggu informasi harga lagi dari para pembeli tapi sudah bisa mengkondisikan produk sesuai dengan harga jual produk yang berbanding lurus dengan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan. 

Penulis
- Dosen Jurusan THP UNAND
- Kepala Lab. Instrumentasi Pusat FATETA Unand
- Alumni S3 Gifu University - Jepang


Tag :#artikel