HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Minggu, 5 November 2017
Agar Tidak Hilang, Pakaian Tradisi Perempuan Minang Didokumentasikan
Pakaian Perempuan Minangkabau

PADANG (Minangsatu)-- Pakaian adat khas Minangkabau secara bertahap terus didokumentasikan, supaya keberadaannya tidak terlupakan. Hal tersebut diungkapkan Nyonya Nevi Irwan Prayitno selaku penasehat bundo kanduang Provinsi Sumatera Barat dalam kegiatan Pendokumentasian Warisan Budaya Tak Benda, Pakaian Tradisi Perempuan Minang, di Ballroom Hotel Pangeran, Padang, Jumat (3/11/2017). 

"Pakaian merupakan karya budaya yang bernilai. Apalagi pakaian adat, sehingga perlu dilestarikan supaya selalu ada di kehidupan kita dan tidak hilang. Untuk itu, perlu didata dan didokumentasikan," ungkap Ny. Nevi Irwan Prayitno.

Ny. Nevi Irwan Prayitno menjelaskan, kegiatan pendokumentasian pakaian tradisi perempuan Minang untuk tahun 2017 dilaksanakan sebanyak 3 kali. Kali pertama dilaksanakan pekan lalu di Kota Bukittinggi, berhasil mendokumentasikan 92 pakaian tradisional. Untuk kedua kali yang digelar saat ini, dengan jumlah pakaian yang didokumentasikan sebanyak 20 pakaian tradisional. Selanjutnya dalam waktu dekat kembali digelar pendokumentasian di Kota Bukitinggi dengan jumlah pakian 88 helai.

Pembukaan pendokumentasian pakaian tradisi perempuan Minang. Dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kepala Dinas Kebudayaan Taufik Effendi, Ketua Penasehat Bundo Kanduang, dan Wakil Ketua Penasehat Bundo Kanduang.

"Pendokumentasian ini diikuti 18 kabupaten/kota, kecuali Kepulauan Mentawai, karena disana belum memiliki ketua Bundo Kanduang," ulasnya.

Nyonya Nevi Irwan Prayitno menambahkan, hasil dari pendokumentasian pakaian tradisi perempuan Minang ini, nantinya akan dibukukan, sehingga bisa menjadi bahan rujukan atau pedoman bagi generasi selanjutnya. Begitupula bagi para perancang busana yang ingin mengangkat tema pakaian tradisi dikombinasi dengan desain baru, bisa menggunakan buku dimaksud sebagai acuan.

"Pakan tradisi merupakan kekayaan yang kita miliki. Ini aset bangsa juga," tuturnya.

Pendokumentasian pakaian tradisi perempuan Minang ini, diperagakan oleh Penasehat Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno beserta Isteri Kepala Daerah se Sumatera Barat.  

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, kegiatan pendokumentasian pakian tradisi Minang patut diapresiasi, karena bentuk keseriusan melestarikan budaya lokal.

"Kegiatan ini bertujuan agar warisan budaya Minang, salah satunya baju adat Minang tetap lestari turun-temurun sesuai pakem awalnya".

Gubernur Irwan Prayitno juga berharap, pendokumentasian juga dilakukan untuk kekayaan adat budaya lainnya di Sumatera Barat, sehingga tetap diketahui secara turun temurun.

[ relis/rajo batuah ]

 


Wartawan : Relis
Editor :

Tag :#Pakaian tradisional #Minangkabau #Kebudayaan