HOME EKONOMI KOTA SOLOK

  • Kamis, 24 September 2026

3.000 Ton Benih Jagung Dibidik, PT CMK Bawa 7.000 Petani Masuk Bisnis

3.000 Ton Benih Jagung Dibidik, PT CMK Bawa 7.000 Petani Masuk Bisnis

Solok (Minangsatu) -
Bukan sekadar memperbesar produksi, PT Citra Mandiri Kobana (CMK) sedang membangun ekosistem bisnis benih jagung dari Solok. Perusahaan menargetkan produksi 3.000 ton benih jagung hibrida pada 2027, dengan dukungan lahan sekitar 3.500 hektare dan 7.000 petani.

Target itu menempatkan petani sebagai bagian penting dari ekspansi bisnis perusahaan.

Semakin besar produksi yang dibidik, semakin besar pula kebutuhan terhadap lahan dan tenaga kerja yang menopang proses produksi. Dari budidaya hingga pengolahan di pabrik, rantai bisnis PT CMK akan melibatkan banyak pelaku ekonomi.

Direktur Utama PT CMK, Nofi Candra, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan berbagai pihak kepada perusahaan untuk memproduksi benih jagung hibrida PS 08.

“Terima kasih kepada seluruh jejaring dan pihak yang telah mempercayai PT CMK untuk memproduksi benih jagung hibrida PS 08,” katanya.

PS 08 merupakan salah satu varietas yang diproduksi PT CMK. Benih tersebut telah melalui pengujian dan memiliki sertifikasi.

Bagi perusahaan, pengembangan produk dan peningkatan kapasitas produksi menjadi bagian dari upaya memperluas pasar. PT CMK ingin menjadikan Solok bukan hanya sebagai lokasi produksi, tetapi juga basis untuk masuk ke pasar benih jagung yang lebih luas.

Efek Berantai

Ekspansi tersebut berpotensi menciptakan efek berantai bagi ekonomi daerah.

Keterlibatan sekitar 7.000 petani membuat aktivitas produksi benih tidak berhenti di lingkungan perusahaan. Perputaran ekonomi juga berlangsung di lahan produksi, mulai dari kebutuhan tenaga kerja hingga aktivitas pascapanen dan pengolahan.

Dalam industri jagung, benih merupakan salah satu komponen awal yang menentukan keberlanjutan produksi. Karena itu, penguatan produsen benih domestik memiliki kaitan langsung dengan ketersediaan sarana produksi bagi petani.

PT CMK mengambil peluang tersebut dengan memperbesar kapasitas produksi dari basisnya di Laing, Kota Solok.

Dengan target 3.000 ton pada 2027, perusahaan kini memasuki fase ekspansi yang lebih besar. Di belakang angka itu terdapat 3.500 hektare lahan dan sekitar 7.000 petani yang akan menjadi bagian dari rantai produksi.

Dari sebuah perusahaan di Solok, bisnis benih jagung itu kini tengah dipacu untuk menjangkau pasar yang lebih luas. 

 

 

 


Wartawan : Redaksi
Editor : melatisan

Tag :3.000 Ton, Benih Jagung, Dibidik, PT CMK, Bawa 7.000 Petani, Masuk Bisnis

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com