HOME PEMBANGUNAN KABUPATEN DHARMASRAYA
- Sabtu, 24 Oktober 2026
Dibuka Tahun 1983, Diaspal Di Era Bupati Annisa, Tokoh Masyarakat Tarantang Ungkap Rasa Syukur
Dibuka Tahun 1983, Diaspal di Era Bupati Annisa, Tokoh Masyarakat Tarantang Ungkap Rasa Syukur
Dharmasraya (Minangsatu) — Setelah lebih dari empat dekade menanti, jalan yang dahulu dibuka dengan cangkul pada 1983 oleh masyarakat Jorong Tarantang, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, kini akhirnya diaspal pada era kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani.
Di depan rumahnya, Hanafi, tokoh masyarakat setempat yang kini telah lanjut usia, duduk tenang menyaksikan hamparan aspal hitam di jalan yang ikut dibukanya puluhan tahun silam.
Baginya, momen tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri setelah penantian panjang sejak awal pembangunan jalan itu.
“Dulu jalan ini kami buka dengan cangkul. Alhamdulillah, kini sudah diaspal,” ungkap Hanafi, mantan Sekretaris Nagari Sialang Gaung itu, Kamis (22/10/2026)
Ia menceritakan, pembukaan jalan pada 1983 tersebut merupakan bagian dari program ABRI Manunggal Membangun Desa.
Jalan itu disebut sempat dicor beton, tetapi kondisinya tidak bertahan lama dan setelahnya belum pernah mendapatkan perbaikan kembali.
Kini, penantian masyarakat mulai terjawab melalui pengaspalan jalan sepanjang 413 meter dengan lebar 3,5 meter.
Pembangunan ini diharapkan memperbaiki akses transportasi sekaligus mendukung aktivitas warga yang selama puluhan tahun memanfaatkan jalur tersebut.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini merupakan bagian dari kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota melalui Paket II Tambahan TKD Tahun Anggaran 2026, dengan nilai kontrak Rp955.059.031.
Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Dapil III dari Fraksi Gerindra, Rosandi Sanjaya Putra, juga menyampaikan kebahagiaannya atas terealisasinya pengaspalan jalan tersebut.
Ia mengaku telah memperjuangkan aspirasi masyarakat setempat selama dua periode menjabat sebagai anggota legislatif.
Menurutnya aspirasi peningkatan jalan itu terus ia suarakan selama bertahun-tahun, tetapi baru dapat direalisasikan pada masa kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani.
“Apresiasi kami kepada Ibu Bupati Annisa. Ini merupakan aspirasi masyarakat yang terus kami perjuangkan dan teruskan sebagai penyambung lidah masyarakat".
"Alhamdulillah, pada era beliau, pengaspalan jalan ini akhirnya bisa direalisasikan,” ungkap Rosandi.
Sementara itu, Wali Nagari Sialang Gaung, Aries Gunawan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Annisa atas pembangunan jalan tersebut.
Ia menilai, keberadaan jalan beraspal akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga.
Menurut Aries, jalan tersebut menjadi salah satu akses masyarakat menuju Jalan Lintas Sumatera dan dimanfaatkan untuk mengangkut hasil pertanian.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, distribusi hasil pertanian diharapkan lebih lancar sehingga memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.
“Semoga Ibu Bupati Annisa selalu sehat dan diberi kemudahan dalam memimpin serta membangun Dharmasraya,” tutur Hanafi. (Syaiful Hanif)
Editor : melatisan
Tag : Dibuka Tahun 1983, Diaspal di Era Bupati Annisa, Tokoh Masyarakat, Tarantang, Ungkap Rasa Syukur
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RESPON CEPAT BUPATI ANNISA, DUA JEMBATAN LANTAI KAYU DI TIMPEH BERGANTI PLAT BAJA
-
BERKAT KOLABORASI BUPATI ANNISA DENGAN PT X DAREH PENGASPALAN JALAN SUNGAI KILANGAN MULAI DILAKSANAKAN
-
PEMBANGUNAN LAPAK UMKM NAGARI SUNGAI DUO TUNTAS DIKERJAKAN
-
DARI SIRTU KE ASPAL, JALAN LAGAN JAYA-SIPANGKUR KINI BERASPAL PENUH
-
PEMKAB DHARMASRAYA ASPAL JALAN PULAU PUNJUNG-LUBUK BULANG, PERKUAT AKSES ALTERNATIF MENUJU TIMPEH
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK
-
BAJANJANG NAIAK, BATANGGO TURUN: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT DI MINANGKABAU
-
WAYANG SAWAHLUNTO MENGANGKAT KISAH TAMBANG OMBILIN DENGAN BAHASA TANGSI
-
ALU KATENTONG PADANG LAWEH, KESENIAN PEREMPUAN MINANGKABAU YANG LAHIR DARI AKTIVITAS MENUMBUK PADI