HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Senin, 2 Desember 2019
Zusneli Zubir Dan Undri Akan Bukukan Sejarah Pagaruyung
Padang (Minangsatu) - Istana Pagaruyung menjadi salah satu kekayaan bagi Sumatera Barat. Selain menjadi ikon pariwisata yang sangat diminati oleh pengunjung domestik dan mancanegara, peninggalan dari Kerajaan Pagaruyung ini juga menyimpan nilai historis yang sangat tinggi bagi suku Minangkabau.
Namun keberadaan Kerajaan Pagaruyung tersebut belum tersentuh oleh penulisan sejarah Minangkabau. Berkenaan dengan hal tersebut, Zusneli Zubir dan Undri, dua sejarawan Sumatera Barat menggelar Uji Petik Sejarah Kerajaan Pagaruyung pada hari Sabtu (30/11) di ruang rapat kantor Dinas Pendidikan Kota Padang, Jalan Bagindo Aziz Chan, Padang.
"Kerajaan Pagaruyung merupakan suatu bentuk masa lalu yang belum terungkap. Penulisan buku sejarah Kerajaan Pagaruyung kami lakukan berdasarkan penelitian," kata Zusneli Zubir saat memberi kata sambutan pada acara uji petik.
Zusneli Zubir juga mengatakan, "Penelitian ini untuk menjawab tentang kapan berdirinya Pagaruyung, bagaimana struktur pemerintahannya, kerajaan apa saja yang dibawahinya, bagaimana hubungan antara raja-raja yang dibawahinya, bagaimana bentuk pemerintahan kerajaan yang dibawahinya, dan bagaimana akhir dari kerajaan yang dibawahinya."
Nopriyasman, Dosen FIB Unand yang ikut menghadiri uji petik memberikan tanggapan, "Zusneli Zubir dan Undri adalah orang yang kreatif dan produktif dalam menulis artikel dan buku. Karya mereka ini nanti dapat dianggap sebagai sumbangan konkrit mereka di bidang sejarah. Karena cerita tentang Pagaruyung tidak banyak dikenal masyarakat, kalau toh ada, lebih banyak tersebar dan terpenggal pada beberapa karya yang tidak bersifat komprehensif."
"Terlepas dari kekuatan dan kelemahannya, penulisan buku sejarah Kerajaan Pagaruyung akan memberi informasi yang berguna pada pemahaman sejarah Kerajaan Pagaruyung. Kegunaannya tidak saja bisa menjadi pembangkit suasana dan nuansa kehidupan berkerajaan di Minangkabau, apalagi bila dihubungkan dengan kepentingan pariwisata Sumatera Barat. Yang tidak kalah pentingnya dapat merangsang dan makin menghidupkan dunia tulis menulis di Sumatera Barat pada masa kini dan masa datang," kata Nopriyasman.
Acara uji petik juga dihadiri oleh Dra. Triana Wulandari, M.Si, dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Drs. Barlius, MM, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, dan para pegiat sejarah di Sumatera Barat.
"Penulisan buku sejarah Kerajaan Pagaruyung akan sangat bermanfaat, terutama bagi generasimuda. Terkait upaya pelestarian nilai budaya dan sejarah, sebaiknya generasimuda memiliki kemudahan dalam mengakses informasi sejarah, bisa saja dengan memanfaatkan kemajuan teknologi telekomunikasi. Salahsatunya dengan cara membuat aplikasi khusus yang bisa diunduh melalui gadget mereka," kata Triana Wulandari.
Editor : sc.astra
Tag :#zusneli zubir #sejarahwan
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR MAHYELDI IMBAU MASYARAKAT TETAP BIJAK DAN TIDAK PANIK TERHADAP ISU KENAIKAN HARGA BBM
-
SHELL KILN NAROGONG 2 DILEPAS, BUKTI TRANSFORMASI BESAR PT SEMEN PADANG DILUAR BISNIS SEMEN
-
JAJAKI PENGGUNAAN SEPABLOCK UNTUK KONSTRUKSI, DIREKTUR HUTAMA KARYA BERTANDANG KE SEMEN PADANG
-
GUBERNUR MAHYELDI LEPAS PESERTA PROGRAM BALIK GRATIS KEMBALI KE JAKARTA
-
SISTEM ONE WAY JALUR PADANG BUKITTINGGI MULAI BERLAKU, PENGENDARA DIMINTA PATUH
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK