HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA

  • Selasa, 24 Februari 2026

Ziarah Dan Renungan Suci HUT RI Pemda Lima Puluh Kota Diminta Digelar Di Makam Pahlawan Tan Malaka

Limapuluh Kota (Minangsatu) - Bupati Lima Puluh Kota, Safni dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha melaksanakan tabur bunga dalam rangka peringatan Khaul Bapak Republik Dt. Tan Malaka yang digelar Yayasan Ibrahim Tan Malaka (Ibratama) di Museum Rumah Tan Malaka di Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. 

Selain Bupati dan Wakil Bupati, kegiatan tabur bunga tersebut juga turut dihadiri Ketua Yayasan Ibratama dan Ketua Yayasan Pak'Sa, Ferizal Ridwan yang juga merupakan mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, mantan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Ismardi dan Deni Asra, Anggota DPRD Lima Puluh Kota, puluhan anggota atau relawan Pak'Sa dan Yayasan Ibratama, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar. 

Khaul yang mengangkat tema 'Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras dari pada dari atas bumi' itu diawali dengan upacara sederhana dan kegiatan tabur bunga di makam Tan Malaka yang berada tepat ditengah-tengah makam kedua orangtuanya. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan temu ramah di rumah kelahiran Tan Malaka yang telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya.

"Kita bakal melanjutkan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan yayasan Ibratama. Kita siap jadikan tempat bersejarah ini menjadi tempat tujuan bagi wisatawan, sebab masih banyak anak-anak, generasi muda kita yang belum tahu siapa itu Tan Malaka yang sesungguhnya," ucap Bupati Safni.

Untuk mewujudkan hal itu katanya, pihaknya akan melakukan proses pembebasan lahan untuk peningkatan berbagai fasilitas, termasuk infrastruktur jalan menuju bangunan cagar budaya tersebut. 

"Kita hitung dahulu pembebasan lahan, termasuk untuk peningkatan infrastruktur jalan. Kita juga akan susun dan jadikan peringatan ini sebagai agenda tahunan," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Ibrahim Tan Malaka, Ferizal "Buya" Ridwan, mengakui bahwa kunjungan ke tempat bersejarah itu masih minim karena tempat itu belum dikelola dengan baik jika dibandingkan dengan yang ada di Selo Panggung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang merupakan pentilasan dan makam umum. 

"Karena ini belum dikelola dengan baik, ini memang kunjungan sangat minim sekali jika dibandingkan dengan di Selo Panggung. Kita disini, Rumah Gadang dan sekaligu makam. Jadi perlu penataan, pengorganisasian, dan pemeliharaan rumah dan komplek ini," ucap pria yang populer disapa Buya Feri itu.

Ia mengatakan, dengan hadirnya Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota sekaligus ikut andil kegiatan Khaul pihaknya yakin dan percaya kedepannya daerah bisa merubah Peraturan Bupati (Perbup) terkait peringatan momen Hari Kemerdekaan RI ditingkat kabupaten.

"Yang kita harapkan adalah bapak bupati dapat merubah Perbup yang mengatur tentang Peringatan hari kemerdekaan ditingkat kabupaten. Seyogyanya upacara renungan suci 17 Agustus, yang pasnya, ya di Makam Pahlawan Tan Malaka. Sementara hingga HUT RI ke-80 tahun 2025 yang lalu kita masih dalam tanda kutip "numpang" melaksanakan kegiatan ziarah dan renungan suci ke Taman Makam Pahlawan di Kota Payakumbuh," tambah Feri Buya.  

Sebagai informasi, Ibrahim Dt. Tan Malaka yang dijuluki Bapak Republik lahir pada 02 Juni 1897 di Pandam Gadang Kabupaten Limapuluh Kota, ia meninggal dunia 21 Februari 1949 di Selo Panggung, Kediri, Provinsi Jawa Timur. Makam Tan Malaka secara simbolis dibawa ke Pandam Gadang, Kabipaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat dari Kediri pada 21 Februari 2017. (*)


Wartawan : Fegi Andriska
Editor : Benk123

Tag :#limapuluhkota

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com