HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG
- Kamis, 12 Januari 2023
Yenti Garnasih: KUHP Baru Telah Disahkan Presiden Jadi Undang-Undang
Padang (Minangsatu) - KUHP baru yang terdiri dari 37 bab, 624 Pasal dan 345 halaman yang terbagi dalam dua bagian, yakni bagian pasal dan penjelas. Hal itu di sampaikan ketua MAHUPIKI Dr. Yenti Garnasih kepada awak media di Padang, Kamis (12/01).
Ia menyebut Presiden Joko Widodo resmi mengesahkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru itu menjadi sebuah Undang-Undang (UU).
"Ada 17 keunggulan, sekarang kita tidak lagi buku I, II, dan III tetapi hanya buku I dan buku II. Buku I adalah ketentuan umum, buku II adalah kejahatan," katanya.
Disampaikan, bahwa asas keseimbangan juga terdapat dalam KUHP baru itu dimana KUHP baru akan menonjolkan sisi keadilannya.
“Hukum pidana itu adalah untuk perlindungan atau untuk melakukan perlindungan terhadap negara, masyarakat, dan individu. Selain itu, KUHP baru ini merupakan sebuah upaya rekodifikasi terbuka terhadap seluruh ketentuan pidana dan juga mampu menjawab seluruh perkembangan yang ada di masyarakat saat ini," ucapnya.
KUHP yang baru diundangkan ini, akan menggantikan KUHP warisan pemerintah kolonial Belanda. KUHP baru ini sudah sangat reformatif, progresif, juga responsif dengan situasi di Indonesia saat ini.(*)
Editor : Benk123
Tag :#kuhp
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MILIKI RUMAH LAYAK HUNI, IBU ICHE: TERIMA KASIH KAPOLDA DAN DIRLANTAS POLDA SUMBAR
-
DIRLANTAS POLDA SUMBAR RESMIKAN RUMAH HASIL BEDAH RUMAH DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE-80
-
PT SEMEN PADANG SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI BATU GADANG
-
HINGGA MEI 2026, UPZ BAZNAS SEMEN PADANG SALURKAN RP2,74 MILIAR, BANTUAN FAKIR DAN MISKIN JADI PORSI TERBESAR
-
PT SEMEN PADANG BANTU MATERIAL RENOVASI KORBAN KEBAKARAN DI LAMBUNG BUKIT
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908