HOME PARIWISATA KOTA BUKITINGGI

  • Jumat, 22 Februari 2019
Wowww, Ada Warung Inggris Di Bukittinggi
Ini warung Inggris bro...!

Bukittinggi (Minangsatu) - Ada warung unik di Bukittinggi, namanya Warung Inggris. Warung ini bukanlah milik orang Inggris atau menjual segala hal yang berbau Inggris. Tapi adalah tempat anak-anak mempraktekkan bahasa Inggris dengan para bule.

Di warung ini kita tidak bisa membeli makanan, minuman, atau barang kebutuhan kita sehari-hari layaknya warung kebanyakan. Namun, warung ini khusus anak-anak untuk bisa memperoleh ilmu bahasa Inggris dengan cuma-cuma. Hebatnya, di warung Inggris ini anak-anak berkesempatan langsung mempraktekkan kemampuan Bahasa Inggrisnya dengan penutur asli (native speaker). Suatu pengalaman belajar yang sangat berharga bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan dan rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris.

Keberadaan Warung Inggris ini bermula dari hobi Nofi Ferdian (42 tahun), atau yang akrab disapa Ferdi, merenovasi dan mengkreasi rumahnya seunik mungkin. Beralamat di  Desa Panorama Baru, Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandi Angin Koto Selayan (MKS), Ferdi bersama istri dan tiga orang anaknya menghiasi halaman rumahnya dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Tidak ada benda bekas yang tidak bermanfaat baginya. Mulai dari kayu-kayu sisa bangunan, ban-ban bekas, hingga pakaian bekaspun disulap Ferdi menjadi barang-barang unik dan antik. Sebagai bonus dari nilai kreatifnya itu, Rumah Ferdi terpilih menjadi Rumah Sehat Bukittinggi 2015 dan Rumah Pangan Bergizi  2017.

Sejak saat itu sebutan Rumah Sehat melekat di Rumah Ferdi. Akibatnya, rumah Ferdi dikunjungi oleh banyak orang, mulai dari mahasiswa hingga pejabat di Kota Bukittinggi, provinsi, maupun nasional.

Pada tahun 2016, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias berkunjung ke rumah Ferdi dalam rangka Peresmian Rumah Sehat dan Pencanangan Panorama Baru sebagai Kampung KB. Novri Reonaldo (39 tahun) salah seorang anggota kesatuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi yang saat itu ditugaskan piket untuk mendampingi Walikota ikut serta dalam rombongan tersebut. Berbekal kemampuan Bahasa Inggris yang dimilikinya, selain menjadi anggota Satpol PP, Novri ternyata mengelola sebuah komunitas bernama “Couch Surfing", sebuah komunitas yang bergerak dalam menyediakan pendampingan bagi traveller asing untuk mengenal kearifan lokal selama berkunjung di Bukittinggi.

Lalu, muncullah ide dalam benak Novri untuk membangun kerjasama dengan Ferdi pemilik Rumah Sehat. Novri ingin tamunya diperbolehkan menginap di Rumah Sehat. Gayung bersambut, Ferdi meresponnya dengan positif. Mulailah bule-bule traveller menginap di rumah Ferdi.

Hingga akhir 2018 tak terhitung banyaknya traveller asing yang menginap di Rumah Sehat. Mereka datang dari berbagai negara seperti Inggris, Prancis, Italia, Rumania, Rusia, dan berbagai negara lainnya.

Kunjungan traveller asing ke rumahnya secara tidak langsung membuat Ferdi belajar bahasa Inggris. Walaupun masih berbahasa Inggris pasif, namun ia tak pernah malu untuk terus belajar. Namun hal yang membanggakan bagi Ferdi, setelah dua tahun traveller asing keluar masuk Rumah Sehat, ternyata anak sulungnya, Muhammad Fadhli (16 tahun), memiliki minat dan bakat yang luar biasa dalam Bahasa Inggris. Sering praktik langsung dengan traveller membuat Fadhli fasih dan lancar berbahasa Inggris.

Fadhli yang saat ini duduk di kelas X MAN 2 Bukittinggi memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang mendapat acungan jempol dari setiap traveller yang datang. Salah satunya, Sebastian, traveller asal  Jerman ini menilai Fadhli sangat bagus dalam berkomunikasi berbahasa Inggris.

“Dia (Fadhli) sangat lancar dalam berujar dan juga penuh percaya diri. Kemampuan dia sangat bagus untuk ditularkan kepada anak-anak yang lain," jelas Sebastian 

Atas dasar itu, Ferdi ingin  Fadhli bisa menularkan ilmunya kepada anak-anak di sekeliling rumah mereka. Maka pada awal 2018, Ferdi berkerja sama dengan Novri dari "Couch Surfing" mendirikan tempat belajar Bahasa Inggris di halaman rumah Ferdi yang mereka sebut dengan Warung Inggris dimana Fadhli bertindak sebagai pengajar bahasa inggrisnya.

Setiap tamu Novri yang datang menjadi Native Speaker bagi anak-anak yang belajar di Warung Inggris. Hingga saat ini sudah ada 18 anak yang bergabung di Warung Inggris yang terdiri dari Murid SD dan Siswa SMP. Setiap anak menyumbang 5.000 rupiah per pertemuan yang digunakan untuk membeli inventaris belajar, alat tulis, serta konsumsi siswa saat belajar.

Di Warung Inggris anak-anak tidak hanya belajar Bahasa Inggris, namun juga diajari banyak hal termasuk bagaimana bersikap dan bertingkah laku yang baik terhadap tamu, merawat alam, melestarikan alam dan memanfaatkan pengolahan limbah. Warung Inggris diharapkan bisa menjadi awal mula lahirnya generasi-generasi hebat berbahasa Inggris yang peduli lingkungan.

Sebagai pemilik Rumah Sehat, Ferdipun berharap agar program Rumah Sehat dengan Warung Inggrisnya bisa semakin berkembang dan selalu mendapat atensi dan dukungan dari segenap pihak terkait,  tak terkecuali Pemerintah Kota Bukittingi. 

“Semoga Warung Inggris ini semakin berkembang, lebih kreatif, dan lebih banyak yang peduli," harap Ferdi. (rvo)


Wartawan : te
Editor :

Tag :Warung Inggris #Bukittinggi