HOME PERISTIWA KABUPATEN DHARMASRAYA

  • Selasa, 30 Juli 2019

Wabup Amrizal Saksikan Lepasliar Harimau Sumatera

Wabup Amrizal saksikan lepasliar Harimau Sumatera
Wabup Amrizal saksikan lepasliar Harimau Sumatera

Dharmasraya (Minangsatu) -- Wakil Bupati Dharmasraya H Amrizal Dt Rajo Medan saksikan langsung pelepasan sepasang harimau Sumatera ke habitat aslinya yakni alam bebas, oleh petugas pusat rehabilitasi hariamu berada diwilayah Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat milik Yayasan ARSARI Djoyohadikuumo Senin (29/7). 

Prosesi pelepasan binatang dilindungi itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, serta utusan kementrian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) KSDA Sumbar,  serta pembina sekaligus pemilik yayasan Hashim Djoyohadikusumo.

Sebelum dilakukan pengembalian sepasang harimau, telah diberi nama Bonita dan Atan Bintang ke alam bebas berada di Provinsi Riau saat itu, pihak rehabilitasi telah melakukan berbagai proses penyelamatan, dan pemulihan kepada sepasang harimau sumatera tersebut.

Seperti, Harimau Sumatera betina yang telah diberi nama Bonita, diselamatkan dari areal kebun sawit PT. TH Indo Plantations di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir pada 3 Januari 2018 lalu, dalam kondisi tidak sehat. 

Sementara Atan Bintang, Harimau Sumatera jantan itu, diselamatkan dari pemukiman warga berada di Pulau Burung Indragiri Hilir pada 18 November 2018, dalam kondisi kurang sehat. 

Sesuai dengan data PVA, bahwasanya Harimau Sumatera berada di alam bebas  masih tersisa 603 individu, tersebar di 23 kantong habitat. Bahkan data dari Ditjen KSDA menunjukkan lebih dari 50% populasi satwa dilindungi berada di luar kawasan konservasi, baik yang berada di hutan produksi, maupun di hutan lindung.

Hashim Djoyohadikusumo, penggagas dan pendiri PR-HSD, berkomitmen penuh untuk terus membantu pemerintah dalam melestarikan dan menambah jumlah populasi Harimau Sumatera. Komitmen ini dimulai sejak diresmikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya pada 29 Juli 2017 lalu. Sejak itu pula, PR-HSD telah melakukan rehabilitasi terhadap 6 individu harimau, sedangkan 4 individu telah berhasil dilepasliarkan ke habitat alaminya. 

"Saat ini kami masih merawat satu harimau Sumatera yang baru saja diselamatkan dari Padang Lawas, Sumatera Utara yang diberi nama Palas,' tambah Hashim. 

Ia juga mengatakan, bahwa Harimau Sumatera merupakan simbol kelestarian ekosistem. Keberadaan harimau Sumatera dapat terselamatkan dengan baik, apabila hutan dan lingkungan habitat terjaga dengan baik. 

Selanjutnya Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Erly Sukrismanto, menyebutkan bahwa upaya Konservasi memerlukan peran banyak pihak. Untuk itu, BKSDA Sumatera Barat terus bekerjasama dengan UPT KLHK lainnya dan mitra dalam menyelamatkan satwa liar dilindungi khususnya harimau Sumatera. 

Pelepasliaran haraimau ini, dilengkapi dengan pemasangan GPS Collar yang merupakan sumbangan dari Yayasan ARSARI Djojohadikusumo yang berfungsi untuk memantau Bonita dan Atan Bintang. 

Dari data GPS Collar tersebut, pihaknya akan mengetahui pergerakan satwa tersebut untuk melihat home range serta adaptasi harimau di habitat barunya.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, menyambut baik pelepasliaran Bonita dan Atan Bintang di wilayah kerjanya. Bahkan dalam pelepasan tersebut Tim BBKSDA Riau dan mitra kerja telah melakukan kajian untuk calon lokasi pelepasliaran harimau Sumatera tersebut. 

"Kami mempertimbangkan lokasi pelepasliaran yang jauh dari pemukiman dan masyarakat, 
ketersediaan mangsa yang cukup, serta tingkat ancaman yang rendah," pungkasnya. 

Sementara itu wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt. Rajo Medan, berikan apresiasi kepada pihak yayasan Hashim Djojohadikusumo, yang telah memperlihatkan kepeduliannya terhadap binatang yang dilindungi oleh negara.


Wartawan : Syaiful Hanif
Editor : T E

Tag :Lepas liar harimau sumatera #Dharmasraya #Wabup Amrizal

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com