HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG PANJANG

  • Selasa, 21 September 2021

Tim Pengabdian Unand Minta Dukungan Pemerintah Kota Padang Panjang Terhadap IKM

Tim Pengabdian Universitas Andalas mengadakan pertemuan awal untuk membicarakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
Tim Pengabdian Universitas Andalas mengadakan pertemuan awal untuk membicarakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

Padang Panjang (Minangsatu) - Bertempat di Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang Pajang, Tim Pengabdian Universitas Andalas mengadakan pertemuan awal untuk membicarakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul ”Pengaruh Inovasi dan Orientasi Belajar, Orientasi Pasar dan Dukungan Pemerintah Terhadap Kinerja Industri Kerajinan Kulit Ladika”. 

Pada kegiatan awal ini Tim pengabdian yang diketuai oleh Dr. Susiana, Dosen, Faklutas Ekonomi Unand Kampus Payakumbuh, didampingi oleh Bahren, Dosen Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Unand, menyampaikan kegiatan awal ini adalah bentuk permintaan dukungan dari Pemerintah Kota Padang Panjang terhadap IKM yang akan menjadi sasaran dari kegiatan ini nantinya. 

Susiana juga memaparkan bahwa dalam perjalanannya, kegiatan pengabdian ini akan mengadakan setidaknya 4 kegiatan inti, pertama Kegiatan Pelatihan pembuatan berbagai macam kerajinan dan souvenir berbahan dasar kulit, bagi masyarakat di sekitara IKM Ladika, Pemilik IKM Ladika akan diminta langsung menjadi pemateri pada sesi ini. 

Kegiatan Kedua adalah Penyamakan kulit, dalam hal ini akan berkoordinasi dengan UPTD Pengolahan Kulit, kota Padang Panjang. 

Kegiatan ketiga akan diadakan, inovasi berbasis teknologi dalam hal perancangan pola dan model kerajinan yang akan dibuat, untuk kegiatan ini akan dihadirkan praktisi dan dosen desain Produk dari ISI Padang Panjang, serta kegiatan terakir, nantinya bersama-sama Pemerintah Kota Padang Panjang mengupayakan promosi untuk produk yang dihasilkan baik melalui pameran, media cetak, sosial madia atau yang lainnya.
              
Turut hadir, dalam pertemuan pertama tersebut Ibu Freyenti, S.E Kabid Perdagangan dan Perindustrian, Irvan Nedo, S.T. Kasi Perindustrian, Azani Maizuar, S.Ip., M. Ikom. Kasi Promosi dan Pemasaran. Serta Thoryan Sabri, ST. Ka UPTD Pengolahan Kulit. Friyenti dalam sambutannya menyambut baik, kegiatan yang diusung oleh Tim Pengabdian Unand, dan menyatakan Dinas akan membantu kelancaran kegiatan tersebut. 

Azani Maizuar, selaku kasi Promosi juga menyampaikan bahwa Ladika sebagai salah satu IKM binaan Dinas juga telah difasilitasi oleh Pihak Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang Pajang dalam bentuk dukungan pembuatan kemasan produk yang lebih baik, berupa kotak dari bahan kardus yang cukup menarik dan baik kualitasnya. 

Thoryan Sabri juga menyampaikan bahwa UPTD Pengolahan Kulit, sangat terbuka untuk membantu para pengrajin kulit untuk memvasilitasi mereka dalam hal jasa penyamakan kulit untuk dijadikan bahan baku. 

Hal ini juga dibenarkan oleh Irvan Nedo, dalam hal ini, UPTD Pengolahan Kulit yang berada di bawah Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang Pajang bahkan memberikan subsidi yang cukup besar untuk jasa penyamakan kulit mentah menjadi kulit jadi maupun setengah jadi. 
              
Kendala yang dihadapi oleh UPTD saat ini, adalah langkanya bahan baku kulit basah yang tersedia, di Kota Padang Panjang. 

Pada umumnya kulit sapi atau pun kambing yang telah dipotong pada Rumah Potong Hewan Kota Padang Panjang telah dimanfaatkan pula oleh sebagian masyarakat untuk pembuatan makanan khas berupa kerupuk kulit (karupuak Jangek) sehingga sering kali, mesin yang ada tidak berjalan untuk produksi. 

Hal ini juga disebabkan oleh kerja UPTD kulit hanya bisa memberikan pelayanan atas jasa penyamakan kulit. UPTD tidak bisa menjual kulit yang diproduksi ke masyarakat, karena nomen klatur yang mengatur hanya sebatas jasa. 

Pemilik sekaligus Owner IKM Ladika, juga menyampaikan hal yang serupa akan susahnya mendapatkan kulit yang bagus dan harga terjangkau di Kota Padang Panjang. 

Untuk beberapa produksi yang berskala agak besar, kami harus pergi ke Kota Padang untuk mendapatkan bahan baku kulit yang sudah siap pakai, tentunya dengan harga yang relatif tinggi. 

Dengan tingginya biaya yang harus dikeluarkan, maka membuat pengrajin juga harus memutar otak untuk memproduksi jenis produk lain yang bahan dasarnya tetap kulit, dalam pertemuan singkat tersebut ada niat dari pemilik Ladika untuk mengembangkan jenis usahanya yang semula memprosuksi sepatu dan sandal kulit, ke depan melalui pendampingan yang dilakukan oleh TIM pengabdian Unand akan mencoba menggarap kerajinan kulit berupa souvenir dan bentuk kerajinan kulit lainnya. 
              
Dari pertemuan yang dilakukan sekitar tiga jam itu, disepakai kegiatan pelatihan akan mulai diadakan sekitar awal bulan Oktober ini. Diharapkan dalam kegiatan pelatihan nantinya akan diikuti oleh sekitar 20 orang warga sekitar IKM Ladika dibawah koordinasi tetap dengan Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Padang Pajang. 

Harapannya semoga dengan kegiatan ini, geliat IKM kulit di Kota Padang Panjang semakin dirasakan dan dikenal oleh Masyakarakat Kota Padang Panjang khususnya Indonesia pada umumnya.*
 


Wartawan : TE
Editor : Benk123

Tag :#padangpanjang, #unand

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com