- Kamis, 26 Februari 2026
Tiga Bulan Pascabanjir, Ribuan Penyintas Di Aceh Masih Bertahan Di Pengungsian Tak Layak
Tiga Bulan Pascabanjir, Ribuan Penyintas di Aceh Masih Bertahan di Pengungsian Tak Layak
Aceh (Minangsatu) - Memasuki tiga bulan pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, ribuan penyintas dilaporkan belum mendapatkan hunian tetap (huntap) maupun hunian sementara (huntara). Sebagian besar dari mereka masih bertahan di lokasi pengungsian dengan kondisi serba terbatas dan tidak layak.
Dilansir dari BBC Indonesia, Kamis(26/02/2026), di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tengah, para penyintas menyuarakan harapan agar segera dipindahkan ke hunian sementara yang lebih memadai. Keterlambatan pembangunan huntara dinilai menambah beban psikologis dan ekonomi warga terdampak.
“Kenapa di desa lain sudah ada, di desa kami belum dibangun huntara,” kata Salomah Inen Ali (48), penyintas di Aceh Tengah, kepada wartawan, Selasa (26/2).
Hal senada disampaikan Inen Safar (55), warga lainnya di Aceh Tengah. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan rumah sementara agar bisa kembali menjalani kehidupan secara lebih layak.
“Kalau dibuatkan rumah, saya bisa pulang,” ujarnya singkat.
Pantauan di lapangan, sejumlah titik pengungsian masih memanfaatkan bangunan darurat dengan fasilitas terbatas. Ketersediaan air bersih, sanitasi, serta ruang tinggal yang sempit menjadi persoalan utama yang dihadapi para penyintas.
Sementara itu, Pemerintah Aceh mengaku telah meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan hunian tetap bagi korban banjir. Namun hingga 18 Februari 2026, realisasi pembangunan huntap tercatat baru mencapai 9.246 unit.
Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan. Data mencatat, rumah rusak berat akibat banjir dan longsor di berbagai kabupaten/kota di Aceh mencapai 97.936 unit.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan berlarutnya masa tinggal warga di pengungsian. Sejumlah pihak mendesak agar percepatan pembangunan hunian, baik sementara maupun tetap, menjadi prioritas utama penanganan pascabencana.
Di tengah ketidakpastian, para penyintas hanya bisa berharap janji percepatan pembangunan segera terwujud, agar mereka tidak lagi melewati hari-hari dalam keterbatasan di pengungsian.
Editor : melatisan
Tag :Tiga Bulan, Pascabanjir, Ribuan Penyintas, Aceh, Masih Bertahan, Pengungsian, Tak Layak
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
ASAP KEBAKARAN HUTAN MENGANCAM KESEHATAN: KENALI BAHAYA DAN CARA MELINDUNGI DIRI
-
KOTA JAMBI DISELIMUTI ASAP PEKAT, PEMKOT IMBAU WARGA PAKAI MASKER
-
DIREKTUR OPERASIONAL BANK NAGARI ZILFA EFRIZON TERIMA ANUGERAH TERTINGGI PENGAKAP NEGERI SABAH DI JAKARTA
-
GEMPA 7, 7 MAGNITUDO DI NTT PICU TSUNAMI DAN GETARAN HINGGA SULSEL
-
PERNYATAAN SIKAP FORUM WARTAWAN KEBANGSAAN (FWK) KOREKSI PERNYATAAN PRESIDEN "WARTAWAN LONDO IRENG"
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG