- Senin, 27 Juni 2022
Tekan Harga Sembako, DPKP Agam Gelar Bazar Murah
Agam, (Minangsatu) - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam bekerjasama dengan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Dinas Pangan Sumatera Barat menggelar Bazar, untuk menekan harga kebutuhan pokok yang naik sejak beberapa waktu terakhir, Senin (27/6), di halaman Kantor DPKP setempat
"Ada berbagai kebutuhan pokok yang disediakan seperti, cabai, bawang merah, telur, daging dan lainnya. Ini upaya kita dalam membantu masyarakat agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah," ujar Bupati Agam, Dr H Andri Warman saat meninjau Bazar.
Meski harga kebutuhan pokok murah, tapi katanya kualitas tetap sama dengan dijual di pasar. Ia menyadari, sejak beberapa waktu lalu terjadi kenaikan harga terutama komoditi cabai, sehingga masyarakat mengeluh dampak kondisi itu.
"Maka dengan digelar Bazar masyarakat bisa sedikit irit pengeluaran, karena harganya di bawah harga pasar," sebutnya.
Bahkan ia berupaya Bazar ini digelar disetiap kecamatan, agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Selain kebutuhan pokok, juga disediakan kuliner seperti rendang daging, rendang lokan, kue dan lainnya.(*)
Editor : Benk123
Tag :#agam
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR MAHYELDI DORONG PERTANIAN SUMBAR BERBASIS SMART FARMING
-
BANK NAGARI DAN APERNAS SUMBAR TEKEN MOU, PERKUAT LAYANAN PERBANKAN DAN KREDIT PERUMAHAN
-
BANK NAGARI RESMIKAN KCP BASO, LANGKAH STRATEGIS PERKUAT EKONOMI WARGA
-
KUNJUNGI SPPG AGAM, IRMAN GUSMAN DORONG EVALUASI DAN PENINGKATAN KUALITAS PROGRAM GIZI
-
DARI SAWAH NAGARI UNTUK KEMANDIRIAN NEGERI, NAGARI TALUAK IV SUKU PANEN RAYA SAWAH POKOK MURAH
-
KALAU ALAM SUDAH MENEGUR, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI