HOME SOSIAL BUDAYA RANTAU
- Rabu, 14 September 2022
Tari Bapalas Kampung Tabalong Dari Kalimantan Selatan
Jakarta (Minangsatu) - Salah-satu tarian yang mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya yaitu Tari Dayak Tabalong yang menceritakan bahwa setiap makhluk dan namanya hidup pasti ada sebab akibatnya, baik dan buruknya.
Tari Bapalas Kampung ini ditampilkan mengawali gelar "Talk show" Kabupaten Tabalong dengan menghadirkan Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Tabalong sebagai Nara Sumber mewakili Bupati Tabalong
Sebab itulah untuk hal-hal yang buruk serta merugikan harus dijauhkan dan dimusnahkan.
Atas hal tersebut warga Dayak di Tabalong setiap tahun dalam acara bountang taon mendatangkan Balian sang tokoh adat untuk menjauhkan dan mengusir makhluk dan hal-hal buruk serta jahat itu dari muka bumi ini dengan tradisi adat budaya Bapalas Kampung.
Tarian dari Kabupaten Tabalong ditampilkan pada saat dan sebelum Talk show Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Tabalong.
Awak media berkesempatan mewawancarai Kepala Bidang Pariwisata Tabalong, Lilis Marta Diana, di sela-sela acara Kompas Travel Fair di Jakarta Convention Center mengatakan harapannya.
“Kami berharap agar setiap pameran yang kami ikuti setiap tahunnya kami ingin agar selalu bisa ikut berpartisipasi dan ambil bagian untuk kegiatan seperti ini,” katanya dengan ramah.
Pameran ini, sambungnya, menambah wawasan pengetahuan.
“Kegiatan pameran ini bukan sekedar menambah wawasan pengetahuan serta pengalaman, tetapi juga menjadi ajang kompetitif untuk menunjukkan potensi dan kemampuan dalam mengolah karya atau produk dan tampilan kepada masyarakat dengan tujuan untuk berbagi informasi tentang seni, budaya, sejarah, agama, pendidikan, layanan dan hasil produk lainnya termasuk sebagai implementasi dari sebuah negosiasi perdagangan,” tutupnya mengakhiri sesi wawancara.(*)
Editor : Benk123
Tag :#jakarta, #Bapalas
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
HADIRI GATHERING ALUMNI MALAYSIA DI JAKARTA, MAHYELDI MENILAI BISA LAHIRKAN GAGASAN DAN PELUANG KOLABORASI
-
FWK TEGASKAN 9 FEBRUARI TETAP HARI PERS NASIONAL, SOROTI SEJARAH DAN DESAK REVISI UU PERS
-
GUBERNUR MAHYELDI RANGKUL PERANTAU RINGANKAN BEBAN KORBAN BENCANA DI SUMBAR, DONASI TERKUMPUL RP1 MILIAR
-
GUBERNUR MAHYELDI TERIMA BANTUAN ALAT KESEHATAN DARI LAZNAS LMI SUMATERA SELATAN UNTUK KORBAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI
-
SEMBARI MENGGALANG DANA BENCANA SUMBAR, IMAMIPAS YOGYAKARTA SAMPAIKAN TUNTUTAN
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN