HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN PESISIR SELATAN
- Minggu, 8 Juli 2018
Sumpah Pengangkatan Datuak Berat, Dikutuk Alquran 30 Juz
PESISIR SELATAN (Minangsatu) - Malewakan Penghulu dalam adat Minangkabau merupakan budaya yang sakral, namun sumpah yang dibebankan amatlah berat.
Di dalam sumpah Datuak, ada ucapan "dikutuk Alqur'an 30 juz, ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek, ditangah-tangah digiriak kumbang," (menajdi orang yang melanggar sumpah, ibarat pohon yang mati tak berguna).
Sebagaimana manusia biasa yang ada kekurangan apalagi bagi orang-orang politik tentu ini akan menjadi siksaan tersendiri jika lalai akan amanah ini.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat memberikan sambutan pada acara, melewakan gala Drs. Ali Amran Abas Datuak Rajo Nan Endah Suku Kampai Jorong Gunuang Tangah Rawang Kenagarian Gunung Malelo Surantiah kecamatan Sutera Kabupaten Pessel, Sabtu (7/6/2018).
Hadir dalam kesempatan itu Anggota DPR RI, Asli Chaidir, Darizal Basir, Ketua DPRD Kab Pessel, Dijen Haji Kementerian RI, Ketua LKAAM Sumbar, Camat, Walinagari se Kecamatan Sutera , Ketua Kerapatah Adat Nagari (KAN) Surantih, para penghulu Surantih, tokoh masyarakat kecamatan Sutera, Pesisir Selatan.
Wagub Nasrul Abit lebih lanjut menyampaikan, kesibukan dan dinamika politik yang begitu luas dan besar kadang bisa membuat seseorang itu abai dan lupa akan sumpah datuk itu. Tak ada manusia yang sempurna, karena itu mungkin kalimat di kutuk Al Qur'an 30 juz dapat diganti dengan bahasa yang lebih baik, tidak memberatkan tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari tanggungjawab seorang penguhulu datuk, baik kepada kemenakan maupun kepada kampung halamannya.
"Kita menyadari tantangan dan dinamika perkembangan kemajuan zaman peran dan fungsi seorang penghulu datuk amatlah besar, namun adakalanya seorang datuk ada di luar dari kampung dan kelompok sukunya, ini mungkin yang menyebabkan penghulu datuk tidak berjalan dengan baik dan ada yang diabaikan kemenakannya. Oleh karena itu mesti ada juga datuak panungkek yang tinggal di kampung secara langsung, yang cerdas dan bijaksana," ungkap Nas?ul Abit Dt Malintang Panai.
Wagub Nasrul Abit, juga menyebutkan Rajo Endah maknanya adalah "enak dipandang." Ini juga mengisyaratkan bagaimana pembangunan kampung halaman itu enak dipandang, baik pembangunan infrastrukturnya, budi pekerti masyarakat dan generasi mudanya.
Dalam menyikapi kondisi perubahan global saat ini, Wagub mengaku punya data tentang penyalahgunaan narkoba baik secara provinsi maupun untuk kabupaten Pesisir Selatan.
"Jika semua ninik mamak mau ikut serta memperbaiki semua ini untuk kebaikan masa datang, mari kita duduk bersama membahas dan mencari jalan keluar yang baik mengatasi semua ini," himbau Dt Malintang Panai.
![]() |
Ketua LKAAM Pessel juga menyampaikan saat ini tidak ada lagi kemenakan yang takut sama ninik mamaknya. Kondisi ini bertolak belakang dengan upaya bersama untuk memajukan pembangunan kampung halaman.
Memperbaiki semuanya butuh kekompakan ninik mamak dalam memberikan kontribusi memajukan pembangunan di nagari masing-masing, ujarnya.
Drs. H. Ali Amran Abbas, MM, Dt Rajo Nan Endah menyampaikan, bersyukur banyak tokoh - tokoh yang hadir dalam acara palewaan gala yang sakral, budaya dalam suku kampai di nagari Surantih.
"Kami mohon maaf jalan menuju ke jorong Gunung Rawang Malelo ini masih jelek, mohon dukungan bersama pemprov Sumbar, pemkab Pasisir Selatan, Dinas PU. Kadang jika hujan masyarakat disini berhati-hati karena jalan becek dan buruk bahkan juga ada banjir," ungkapnya berharap.
Yusman SPd. Ketua panitia, mengatakan, memilih penguhulu, dari ketek lah tampak, dimana sosok Ali Amran Abbas MM memiliki, 3 (tiga) pilar kepribadian ; mengerti dengan agama, paham dengan adat dan mengerti struktur pemerintah .
Saat ini Ali Amran ini masih Kepala UPT asrama haji dan embarkasi haji Padang Sumatera Barat.
(Rel/Batuah)
Editor :
Tag :#SumpahDatuakTerlaluBerat_PerluDikajiUlang#
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEDULI KORBAN BANJIR BANDANG DI PESSEL, PWRI SUMBAR SERAHKAN BANTUAN UANG TUNAI
-
PENGURUS LKAAM PESSEL 2025-2030 DIKUKUHKAN, SYAFRIZAL UCOK DT. NAN BATUAH, JADI KETUA
-
PWRI SUMBAR BANTU 50 KK KORBAN TERDAMPAK BANJIR DI NAGARI KAPELGAM
-
BAWASLU PESISIR SELATAN SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BANJIR DI KECAMATAN IV NAGARI BAYANG UTARA
-
BAWASLU ADAKAN PENDIDIKAN PENGAWASAN PARTISIPATIF (P2P), INI KATA KHADAFI
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
