HOME EKONOMI PROVINSI SUMATERA BARAT
- Jumat, 26 April 2019
Sumbar Raih Predikat 7 Kali WTP Dari BPK RI
Padang (Minangsatu) - Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan laporan keuangannya tercepat di Indonesia yang diserahkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tanggal 26 Februari 2019 yang lalu, atas laporan keuangan tahun 2018. Hasil pemeriksaan BPK RI kemudian diserahkan hari ini Jumat (26/4/2019) oleh Ketua BPK RI, Prof.Dr.Moermahadi Soerja Djanegara, CA., CPA, dalam sidang paripurna DPRD Sumbar, yang dipimpin Ketuanya Ir. Hendra Irwan Rahim, di Padang.
Berdasarkan pemeriksaan BPK atas laporan keuangan pemerintah daerah Provinsi Sumbar tahun 2018, sesuai dengan rencana aksinya, maka BPK RI memberikan Wajar Tanpa Pengecualian yang ke tujuh kalinya secara berturut-turut yang merupakan komitmen bersama pemerintah daerah dengan DPRD Sumbar atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumbar 2018.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyambut gembira prestasi ini, walaupun laporan keuangan Sumbar masih ada permasalahan dan temuan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) RI Moermahadi.
Menangapi permasalahan tersebut Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, bahwa temuan pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern (SPI) antara lain potensi penerimaan belum dikelola dengan baik atas penerimaan sewa di RSUD serta pencatatan dan penatausahaan asset tetap.
"Temuan ini berupa, kelebihan pembayaran tunjangan guru, perjalanan dinas yang tidak sesuai dengan ketentuan dan kelebihan pembayaran serta denda keterlambatan atas belanja modal gedung dan bangunan," jelas Gubernur Sumbar. "Kita akan sikapi semua temuan ini, agar kedepan LHP kita bersih dari termuan, ini perlu dukungan kita semua," ungkapnya.
Selanjutnya Ketua Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) RI Moemahadi Soerja Djanegara saat sidang paripurna DPRD Sumbar memberikan apresiasi atas kepatutan kepada Pemerintah Sumbar yang meraih WTP tujuh kali berturut-turut. Secara pelaporan dan pengelolaan keuangan Sumbar sudah pengelolaan keuangan dengan baik.
Dalam pidatonya Moermahadi menegaskan, bahwa opini Wajar Tanpa Kecuali (WTP) merupakan pernyataan profesional pemeriksaan mengenai "kewajaran" menyajikan laporan keuangan dan bukan merupakan "jaminan" bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh pemerintah sudah terbebas dari tindakan kecurangan. Namun apabila terdapat kecurangan yang indikasi kerugian negara, maka pemeriksaan harus melakukan audit dan mengungkapkan dalam LHP.
"Terlepas dari capaian yang diperoleh, kami masih menemukan beberapa masalah, tetapi permasalahan tersebut tidak mempengaruhi kewajaran atas penyajian laporan keuangan," kata Moermahadi.
Sesuai dengan Undang-undang nomor 15 tahun 2014 pada pasal 20, pejabat wajib menindaklanjuti rekomendasi laporan hasil peneriksaan. Jawaban dan penjelasannya dimaksud harus disampaikan paling lambat 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima.
"Kami berharap hasil pemeriksaan ini dapat mendorong dan memotivasi pemerintah daerah terus memperbaiki tanggungjawab pelaksana APBD," tutup Moermahadi.
Editor : ranof
Tag :#Sumbar WTP ke 7 tahun 2018
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERLUAS NAGARI CREATIVE HUB, PEMPROV SUMBAR SIAPKAN 10 LOKASI BARU TAHUN 2026
-
MAHYELDI AJAK KEPALA DAERAH PERCEPAT SERTIFIKASI HALAL, BIDIK SUMBAR JADI PUSAT EKOSISTEM HALAL NASIONAL
-
JELANG PENERBITAN SUKUK DAERAH, PEMPROV SUMBAR SIAPKAN SDM PENGELOLA PEMBIAYAAN DAERAH LEWAT PELATIHAN DMU
-
CALON PIMPINAN BAZNAS SUMBAR MASUK TAHAP UJI KOMPETENSI, 52 PESERTA LOLOS ADMINISTRASI
-
PEMPROV SUMBAR PERCEPAT REHABILITASI PASCABENCANA, OPTIMALKAN DANA TAMBAHAN TKD 534 MILIAR
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG