HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Selasa, 25 Februari 2020

Sumbar Gelar Silek Arts Festival 2020 Awal Agustus

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

Padang (Minangsatu)-Silek Arts Festival kembali digelar di Sumbar pada awal Agustus 2020. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar Ilfitra saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/2).

Tujuannya ialah untuk mengembalikan kedudukan silek dalam masyarakat dengan semangat gotong-royong. Tidak sekadar bela diri, lebih dari itu, silek menyimpan filosofi, nilai-nilai, pengetahuan, keterampilan, wawasan, ajaran hidup, bahkan juga pedoman dalam melaksanakan aktivitas keseharian.

Tahun 2020 merupakan tahun ketiga diselenggarakannya acara tersebut yang merupakan kerja kolaboratif antara Dinas Kebudayaan Sumbar dengan Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Berlangsung selama dua pekan, silek diangkat sebagai salah satu platform Indonesiana - platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia - demi memberdayakan komunitas dengan tata kelola berkelanjutan dan berkesinambungan. Keterlibatan ekosistem kebudayaan seperti pemuka adat, tokoh masyarakat, niniak mamak, dan anggota masyarakat di nagari turut mendukung realisasi acara tersebut.

Hingga saat ini, persiapan acara telah mencapai 70%. Mencangkup di dalamnya pembentukan tim kurator dan produksi untuk membantu mengonsepkan, mendiskusikan, dan menyinergikan rancangan dengan komunitas di berbagai kabupaten/kota yang berperan aktif. Mengingat rangkaian acara berangkat dari sumber daya atau potensi masing-masing kabupaten/kota yang kemudian disepakati secara bersama.

Telah ada 12 kabupaten/kota yang bersedia ikut dan direncanakan menjadi tempat pelaksanaan Silek Festival Art 2020. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring persiapan mencapai kata rampung.

Melalui acara ini, Ilfitra berharap masyarakat mampu mengimplementasikan nilai-nilai silek yang dapat membangkitkan semangat berbudaya dengan tidak mengenyampingkan unsur-unsur kekinian. "Pelestarian silek merupakan tugas kita semua. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga media, ekosistem kebudayaan, swasta, dan masyarakat umumnya. Nilai tradisi haruslah dapat dipertahankan sesuai dengan kemajuan zaman", tutupnya


Wartawan : Sabrina Fadilah Az-zahra
Editor : melatisan

Tag :#Silek Arts #Festival 2020

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com