HOME POLITIK PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 2 September 2021
Sumbar Anggarkan Insentif Tenaga Kesehatan Dalam APBD Perubahan 2021
Padang (Minangsatu) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menganggarkan insentif untuk tenaga kesehatan dalam APBD Perubahan 2021 yang disampaikan dalam Nota Pengantar Rancangan KUA PPAS pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar. "Arah kebijakan belanja pada APBD P 2021 diantaranya untuk pemenuhan kebutuhan belanja yang bersifat earmark (diperuntukkan, red) dan harus dialokasikan diantaranya kekurangan insentif untuk tenaga kesehatan," kata Gubernur Mahyeldi dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (2/9/2021).
Kemudian diarahkan untuk memenuhi amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan COVID-19 dan dampaknya.
APBD P 2021 juga diarahkan untuk menutupi kekurangan gaji, kekurangan TPP Dinas Pendidikan tahun 2018, dan kekurangan insentif pajak. Lalu untuk pemenuhan kewajiban Pemprov Sumbar kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan pihak ketiga lainnya yaitu bagi hasil pajak ke Kabupaten/Kota, hutang BPJS ASN dari tambahan penghasilan pegawai atau TPP tahun 2020 dan kewajiban untuk kontribusi PBI JK dan JKN sakato.
Gubernur Mahyeldi mengatakan Perubahan APBD 2021 dilakukan sesuai Pasal 161 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Perubahan APBD 2021 itu diantaranya dilatarbelakangi oleh perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran KUA.
Laju pertumbuhan ekonomi Sumbar yang terkoreksi dari target RKPD 2021 sebesar 4,22 persen, tekanan inflasi pada triwulan II tahun 2021 yang diproyeksikan meningkat dibanding triwulan I, dan realisasi anggaran semester I tahun 2021 yang realisasinya belum maksimal. Kemudian adanya perubahan perubahan kebijakan atau regulasi di tingkat pusat terutama dalam penerapan Permendagri 90 tahun 2019 beserta pemutakhirannya melalui keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 050-3708 tahun 2020.
Lalu adanya kebijakan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri keuangan nomor 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana Desa tahun anggaran 2020 satu dalam rangka mendukung penanganan pandemi COVID-19 dan dampaknya. Dilakukan penyesuaian program kegiatan yang sesuai dengan visi misi dan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang tercantum dalam RPJMD 2021-2026 dan beberapa penyebab lain.
Dengan memperhatikan perkembangan indikator ekonomi makro Sumbar sampai triwulan II tahun 2021 dan perkembangan realisasi APBD semester I tahun 2021 maka disusun proyeksi Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah pada Rancangan Perubahan APBD tahun 2021.
Pendapatan Daerah diperkirakan sebesar Rp6,53 triliun mengalami penurunan sebesar 0,76% dari anggaran semula sebesar Rp6,58 triliun yang terdiri dari Pendapatan asli daerah diperkirakan sebesar Rp2,35 triliun naik sebesar 0,71% dari anggaran semula sebesar Rp2,33 triliun. Kemudian Pendapatan Transfer diperkirakan sebesar Rp4,08 triliun turun sebesar 1,58% dari anggaran semula sebesar Rp4,15 triliun. Lalu Lain-lain pendapatan yang sah diperkirakan sebesar Rp91,36 miliar turun sebesar 1,05% dari anggaran semula Rp92,36 miliar.
Sementara itu Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp6,82 triliun naik sebesar 0,61% dari anggaran 2021 sebesar Rp6,78 triliun terdiri dari belanja operasi, Belanja Modal sebesar Rp830,98 miliar turun sebesar 0,71% dari anggaran semula sebesar Rp836,91 miliar, Belanja Tidak Terduga diperkirakan sebesar Rp107 miliar naik sebesar 114% dari anggaran semula sebesar Rp50 miliar, Belanja Transfer diperkirakan sebesar Rp984, 3 miliar naik sebesar 7, 80% dari anggaran semula sebesar Rp913,19 miliar.
Editor : ranof
Tag :#Apbd perubahan 2021#DPRD#Gubenur#Sumbar#Mahyeldi#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SUMBAR MEMILIKI BANYAK TOKOH NASIONAL, MENURUT MAHYELDI : PEMIKIRAN DAN PENGALAMAN MEREKA TAK TERDOKUMENTASIKAN DENGAN BAIK
-
RANPERDA PERTANGGUNGJAWABAN APBD 2025 DISETUJUI, MAHYELDI: MASUKAN DPRD JADI EVALUASI PERBAIKAN TATA KELOLA
-
GUBERNUR MAHYELDI SERAHKAN KUA-PPAS 2027 KE DPRD, PROGRAM DISUSUN YANG BERDAMPAK LANGSUNG PADA MASYARAKAT
-
GUBERNUR MAHYELDI: SUMBAR PERLU TEROBOSAN PEMBIAYAAN DAN OPTIMALISASI ASET UNTUK PERCEPAT PEMBANGUNAN
-
100 TAHUN JAM GADANG JADI MOMENTUM PERKUAT DIPLOMASI INDONESIA–BELANDA
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MENZIARAHI AKAR SEJARAH SEMEN PADANG FC DI LAWANG