HOME PERISTIWA KOTA PADANG PANJANG
- Senin, 1 April 2024
Sikap Oknum Pegawai BRI Unit X Koto, Sangat Kasar Dan Resahkan Nasabah Dalam Menagih
X Koto (Minangsatu) - Sikap kasar ditunjukan oknum pegawai BRI Unit X Koto Cabang Padang Panjang di lapangan, saat menjemput tagihan pada nasabah yang terlambat membayar cicilan ( kredit).
Kata kasar bernada ancaman itu, meluncur dari mulut oknum pegawai BRI Unit X Koto saat mendatangi rumah nasabah pada hari libur, Ahad (31/3/2024) kemaren.
Sang oknum BRI X Koto pakai jilbab ini, tak sungkan sungkan keluarkan kalimat kasar kepada nasabah, disertai ancaman jaminan kredit. Sungguh memalukan, dan pimpinan BRI perlu bersikap tegas terhadap oknum pegawai bawahannya yang kasar ini.
" Dalam situasi sulit seperti ini, banyak usaha rakyat yang macet dan berdampak pada angsuran kreditnya, " terang Dt Katik, 62, salah seorang warga X Koto, Ahad (31/3/2024) kemaren.
Harusnya, dengan kondisi seperti ini kalau ada terjadi kredit macet tentu ada kemudahan dari pihak perbankan. Ini sangat ironis, sang oknum penagih dari BRI X Koto tampak begitu bringas datang ke rumah nasabah. Aksi mulut yang kasar melebihi prilaku oknum seorang debcolector, ditunjukkan oknum pegawai BRI Unit X Koto ini.
" Dalam hal ini untuk menjaga nama baik BRI, ada baiknya pimpinan BRI menseleksi kembali pegawainya," pinta Dt Katik.
Sebagai nasabah BRI, Dt Katik sangat menyayangkan sikap oknum BRI Unit X Koto Csbang Padang Panjang ini. Kalau pun terlambat nasabah melakukan angsuran kredit saat ini, pihsk perbankan pasti ada solusi terbaik dalam pembayaran angsuran kredit terlambat kepada nasabah. Sikap main ancam dan kalimat kasar oknum pegawai BRI Unit X Koto ini, sebaiknya perlu jadi bahan evaluasi pimpinan BRI.
" Kita optimis, pimpinan BRI pasti tak inginkan bawahannya berkata kasar pada nasabah, " tandas Dt Katik.
Editor : melatisan
Tag :#Kredit Macet #Sikap Oknum Karyawan
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DUKUNG GERAKAN GLOBAL, SAAT EARTH HOUR KOTA PADANG PANJANG GELAP GULITA
-
TERJERAT HUKUMAN SATU TAHUN PENJARA, OKNUM MANTAN CAMAT PP TIMUR TIDAK DICABUT STATUS ASNNYA
-
SATU RUMAH LUDES TERBAKAR DI TANAH HITAM DAN TIGA RUMAH TERDAMPAK
-
MASUKI HARI KE 11, PEMKO, BNPB DAN BASARNAS TERUS CARI 33 KORBAN HILANG
-
HARI INI, TIGA JENAZAH KORBAN LONGSOR DI JEMBATAN KEMBAR BERHASIL DIEVAKUASI
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG