HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG
- Kamis, 14 Desember 2023
Serak Gulo Masuk Warisan Budaya, Gubernur Mahyeldi Sebut Tradisi Ini Simbol Kerukunan Masyarakat Sumbar
Padang (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, berbaur bersama ribuan warga saat gelaran tradisi Serak Gulo (membagi gula pasir) di kawasan Kompleks Masjid Muhammadan, Pasa Gadang, Kota Padang, Rabu (13/12/2023). Gubernur juga menyatakan kebanggaannya, karena tradisi Serak Gulo telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) dari Kemendikbudristek RI.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur, Kementerian Dikbudristek telah menetapkan 21 WBTbI di Sumbar, dan salah satunya adalah tradisi Serak Gulo, yang tetap eksis kita pertahankan hingga hari ini," ucap Gubernur saat membuka gelaran seremonial tersebut.
![]() |
Gubernur menyebutkan, masih bertahannya perayaan tradisi Serak Gulo di Kota Padang, menjadi bukti atau simbol hadirnya kerukunan antarwarga di Sumbar, terlepas dari apa pun latar belakang suku, ras, serta agama yang dianut. Oleh karena itu, ia berharap agar perayaan tradisi Serak Gulo terus dilaksanakan setiap tahun. "Kita patut bangga pada perayaan tradisi Serak Gulo ini, terlebih sudah masuk dalam jajaran WBTbI dari Kemendikbudristek RI. Untuk itu mari kita sama-sama menjaga dan melestarikannya," ucapnya lagi.
Selain itu, Gubernur menginginkan perayaan tradisi Serak Gulo pada tahun 2024 dapat berlangsung lebih meriah lagi. Bahkan bila perlu, agar dilaksanakan selama satu pekan penuh, dan dikemas sebagai festival yang dipadukan dengan kesenian-kesenian khas India dan kesenian khas budaya lokal lainnya, sehingga dapat lebih menarik minat wisatawan.
"Kami sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi dari semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan tahunan Serak Gulo ini, yang berpotensi menjadi salah satu iven penting dalam kalender budaya kita," ucap Gubernur yang didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah.
Sementara itu, Ketua Persatuan Keluarga Muhammadan (PKM) Kota Padang, M. Fauzan mengatakan, tradisi Serak Gulo berawal dari tradisi di Kota Madras di India Selatan, yang dibawa oleh seorang wali bernama Sahud Hamid yang dikenal sebagai salah seorang tokoh penyebar ajaran Islam.
"Beliau sering berbagi dalam bentuk gula, karena itu sampai saat ini tradisi berbagi gula dengan masyarakat terus kita lakukan dengan nama Serak Gulo. Kami sangat bersyukur, tradisi ini mendapat dukungan dari Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, serta berbuah pengakuan Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Kemendikbudristek RI," ucap Fauzan.
Editor : ranof
Tag :#Serak gulo #Berbagi gula #Tradisi Padang #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA DAN OLAHRAGA, MASYARAKAT PAMPANGAN SAMBUT PROGRAM PEMBERDAYAAN 2026
-
BANTUAN UNTUK DRUMBAND DAN PELATIHAN SATPAM DORONG PEMBERDAYAAN PEMUDA KOTO LUA
-
?PROGRAM BMN ALOKASIKAN RP104 JUTA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI LAMBUNG BUKIT, SASAR 19 WARGA
-
SEMANGAT SUMPAH PEMUDA, DONOR DARAH PT SEMEN PADANG KUMPULKAN 412 KANTONG UNTUK KEMANUSIAAN
-
FORUM NAGARI BANDAR BUAT SALURKAN PROGRAM BMN 2026, 125 ORANG PENERIMA MANFAAT DAPAT DUKUNGAN USAHA
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK
-
BAJANJANG NAIAK, BATANGGO TURUN: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT DI MINANGKABAU
