- Kamis, 3 Agustus 2023
Sejumlah Wilayah Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino
Jakarta, Minangsatu - Sejumlah kawasan Indonesia sejak beberapa bulan lalu di tahun 2023 tengah dilanda fenomena El Nino. Demikian ini mengakibatkan musim kemarau lebih panjang dari biasanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada Agustus hingga September 2023 mendatang. El Nino sendiri adalah fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.
Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.
Tak pelak, bila banyak wilayah di Indonesia belakangan ini mengalami cuaca yang sangat panas bila dibandingkan dengan musim kemarau beberapa tahun sebelumnya. Sesuai dengan monitoring BMKG, hingga pertengahan Juli 2023, sebanyak 63 persen dari zona musim telah memasuki musim kemarau.
"BMKG memprediksi kemarau tahun ini akan lebih kering dari normalnya dan juga lebih kering dari tiga tahun sebelumnya," demikian laporan BMKG, pada laman resminya, Kamis (3/8/2023).
Menurut analisis BMKG, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara diprediksi memiliki curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem.
Di samping itu, beberapa daerah yang akan terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatera seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, dan Lampung.
Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG A Fachri Rajab mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi dampak yang muncul dari fenomena El Nino. Sejumlah kawasan di Indonesia tentu akan mengalami kondisi kekeringan lantaran cuaca yang bgitu panas, ditambah intensitas hujan yang sudah berkurang.
"Di Indonesia, El Nino memberikan dampak pada kondisi lebih kering sehingga curah hujan berkurang, tutupan awan berkurang, dan suhu meningkat," kata Fachri, sapaan akrabnya mengutip pada laman yang sama.
Dalam pantauan BMKG pada 10 hari terakhir di bulan Juli 2023, indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan nilai sebesar +1.14 yang mengindikasikan bahwa El Nino terus menguat intensitasnya sejak awal Juli.
BMKG mendorong pemerintah daerah untuk melakukan langkah mitigasi dan aksi kesiapsiagaan secepat mungkin, khususnya pemerintah yang wilayah kerjanya berada di daerah-daerah yang diprediksi terdampak serius. Caranya, melakukan gerakan panen hujan, memasifkan gerakan hemat air, dan menyiapkan tempat cadangan air untuk puncak kemarau.
Sektor yang paling terdampak dari fenomena El Nino adalah bidang pertanian, utamanya tanaman pangan semusim yang sangat mengandalkan air. Rendahnya curah hujan tentunya akan mengakibatkan lahan pertanian kekeringan dan dikhawatirkan akan mengalami gagal panen. (*)
Editor : Siska Afriani
Tag :El Nino, Kekeringan, Nasional,
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KOMBES REZA CHAIRUL JADI CALON DANUP HUT KE-81 RI, BAWA NAMA SUMBAR KE ISTANA
-
APLIKASI PENGHASIL UANG 2026 VIRAL, CUAN BISA MASUK SALDO DIGITAL
-
CARA MENGHENTIKAN PINJOL SEBAR DATA SECARA EFEKTIF DAN LEGAL
-
ANDRE ROSIADE; "KITA BERENCANA KOTA PADANG PUNYA COMMUTER LINE"
-
PANITIA HPN 2026 KEBUT PERSIAPAN, LOMBA KARYA JURNALISTIK JADI PERHATIAN
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG