HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SOLOK

  • Senin, 1 April 2019

Sebagai Ikon Kampung Budaya, Warga Salayo Dihimbau Lestarikan Rumah Gadang.

Bupati Solok Gusmal disambut ketika membuka lomba layang layang
Bupati Solok Gusmal disambut ketika membuka lomba layang layang

SALAYO (Minangsatu) - Potensi nagari Salayo, kecamatan Kubung sebagai kampung budaya sangat besar. Terutama dihubungkan dengan keberadaan rumah gadang sebagai simbol kekayaan adat dan kebudayaaan.

Atas potensi itu, bupati Solok H. Gusmal menghimbau masyarakat setempat agar memelihara dan melestarikan rumah gadang. " Kita sampaikan selamat kepada nagari Salayo yang telah ditetapkan sebagai kampung budaya," ujar Gusmal ketika membuka lomba Layang-layang memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Solok ke 106 di lapangan bolakaki Sawah Sudut, Minggu (31/3).

Ia mengajak agar bersama-sama melestarikan tradisi serta budaya yang sudah mulai hilang. Bupati Solok menghendaki rumah gadang sebagai ikon wisata sehingga mampu memantik kunjungan wisatawan.

Kepada para pemuda setempat,  diharapkan berpartisipasi untuk membangun wisata dengan menghidupkan kembali budaya lama seperti randai dan kesenian tradisi lainnya.

Dalam kaitannya dengan lomba layang-layang, Gusmal memberi apresiasi kepada pemuda dan pemudi nagari Selayo yang telah melaksanakan lomba sebagai rangkaian memeriahkan HUT kabupaten Solok ke 106.

Sementara itu, panitia pelaksana Genta menyebutkan, peserta yang mengikuti lomba berasal dari 74 nagari di kabupaten Solok. Ia berharap, kegiatan lomba layang-layang akan menjadi Ikon wisata di kabupaten Solok

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat, Yandra SE, M. Si, mengaku anrusiasme masyarakat cukup tinggi menyaksikan dan menjadi peserta lomba.

Yandra mengaku takjub dan puas dengan kegiatan budaya yang dilakukan. Keramaian yang tercipta, sama pentingnya dengan animo para Pemuda dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Carano Selayo sebagai penyelenggara. " Layang-layang merupakan permainan anak nagari.  Sebagai hasil kebudayaan, main layang-layang perlu kita rawat agar tetap tumbuh di masyarakat," ucapnya.

Dikesempatan itu, tokoh bundo kanduang nagari Selayo Gusti Kusuma Wardani mengaku sangat respeck dan partisipatif terhadap kegiatan bidang kebudayaan, karena komitmen Pemkab. Solok dalam memajukan sektor kepariwisataan cukup tinggi. " Kita ingin menjadikan setiap bentuk permainan anak nagari menjadi magnit pengembangan kepariwisataan bernuasa budaya," ujar Gusti.

Pengurus Pokdarwis Carano itu bukan sekedar bercerita. Bersama penggiat usaha kerajinan UMKM,  Pokdarwis Carano Nagari Salayo serta merta menggelar bazar hasil kerajinan ketika pembukaan lomba layang-layang oleh Bupati Solok. " Bazar ini merupakan bukti eksistensi Pokdariws Carano dalam pengembangan sektor pariwisata di Kampung Budaya Salayo," sebutnya. 

 


Wartawan : Garnadi
Editor : melatisan

Tag :#rumah gadang # layang layang

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com