HOME PENDIDIKAN KOTA PAYAKUMBUH

  • Sabtu, 15 Januari 2022
SDN 11 Payakumbuh Terima Piala Adiwiyata Mandiri Dari Pemko Payakumbuh
Wakil Wali Kota Erwin Yunaz saat menyerahkan Piala Adiwiyata Mandiri kepada Kepala Sekolah SDN 11 Payakumbuh Syufriati dan Ketua Komite Anwar. 

Payakumbuh (Minangsatu) - Akhir tahun 2021 lalu, SDN 11 Payakumbuh berhasil meraih piala Adiwiyata Mandiri dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

Namun Piala Adiwiyata Mandiri yang sukses diraih oleh SDN 11 Payakumbuh itu, baru diserahkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh kepada pihak sekolah, Jumat (14/1), bertepatan dengan berlangsungnya pelaksanaan sosialisasi vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun di sekolah tersebut. 

"Selamat kepada SDN 11 Payakumbuh atas prestasi membaganggakan ini. Kalau sebuah sekolah sudah sehat, bakal menjadi rujukan, Insya Allah calon-calon pemimpin lahir dari sini. Tidak ada yang tidak mungkin dengan ikhtiar baik, Allah akan berikan jalan bila kita bersungguh-sungguh dan ber doa bersama," kata Wakil Wali Kota Erwin Yunaz saat menyerahkan Piala Adiwiyata Mandiri kepada Kepala Sekolah SDN 11 Payakumbuh Syufriati dan Ketua Komite Anwar. 

Erwin mengatakan, Adiwiyata Mandiri adalah penghargaan tertinggi dari perlombaan adiwiyata sekolah, dimana diklasifikasikan sebagai sekolah yang mampu mengelola sendiri lingkungannya dengan baik.

Ia berharap SDN 11 Payakumbuh bisa terus mempertahankan prestasi ini dan berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus di Kota Randang. 

"Orang tua mendidik anak sehingga berkepribadian baik, kemudian dipoles oleh sekolah menjadi lebih baik lagi. Semoga menjadi contoh bagi sekolah lain," katanya. 

Terkait vaksinasi Covid-19 usia 6-11 tahun yang sedang digembor-gemborkan Pemko Payakumbuh, ia berpesan agar orang tua siswa tak malu bertanya terkait vaksinasi untuk anak-anak mereka kepada sumber yang kompeten. 

"Tanyakanlah apa yang masih terasa mengganjal oleh bapak/ibu. Vaksinasi Covid-19 ini tidak semena-mena dilakukan, harus disosialisasikan dan diinformasikan dahulu terkait vaksin ini. Alhamdulillah, berkat kepatuhan masyarakat kepada pemerintah, vaksinasi di Kota Payakumbuh sudah diatas 80 persen, status kota ini sudah hijau," tutur Erwin.

Kepala SDN 11 Payakumbuh Syufriati dalam sambutannya menyampaikan pihak sekolah memfasilitasi sosialisasi sekaligus siap memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi bagi anak didiknya nanti. Pihak sekolah berupaya melakukan pendekatan yang persuasif dan edukatif kepada orang tua siswa agar mau berkenan memvaksin anak mereka, karena ini penting guna melindungi anak-anak dari bahaya paparan Covid-19.

"Semoga kita semua bisa menyukseskan program pemerintah sehingga tercipta nanti proses belajar mengajar tatap muka yang kondusif," harap Syufriati.

Ditambahkannya, piala Adiwiyata Mandiri ini dipersembahkan untuk warga sekolah yang telah berjuang bersama-sama, tanpa itu prestasi ini tentu mustahil diraih oleh sekolah.

"Alhamdulillah untuk penghargaan Adiwiyata Mandiri hanya diraih oleh 77 sekolah se Indonesia. Untuk Sumatera Barat kita peringkat terbaik pertama, dan untuk nasional kita berada di urutan kedua. Selaku kepala sekolah kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersusah payah meraih prestasi ini," kata Syufriati.

Syufriati juga menambahkan tak hanya sampai disana saja, prestasi SDN 11 Payakumbuh cukup banyak, contohnya dalam lomba tahfidz pelajar tingkat Kota Payakumbuh sukses memboyong juara 1 dan 2. Disamping itu, Kepala sekolah dan gurunya juga berprestasi, meraih peringkat 3 nasional karya inovatif kepala sekolah.

"Saat ini SDN 11 Payakumbuh memiliki 303 siswa yang terbagi dalam 12 rombongan belajar, kita bersyukur setiap tahun jumlahnya bertambah," kata kepala sekolah yang dikenal sebagai sosok penyayang oleh siswanya itu.

Kasat Bimas Polres Payakumbuh AKP Yuneldi CH pada kesempatan itu menyampaikan, program vaksinasi secara nasional sudah di atas 70 persen, pemerintah kedepannya menyasar anak umur 6-11 tahun. Pihak kepolisian ikut ke lapangan untuk membantu mengajak warga agar mau memberikan vaksin kepada anaknya.

"Edukasi dan sosialisasi gencar dilaksanakan. Hingga saat ini tak ada sanksi kepada masyarakat yang tak mau divaksin, tapi kita akan terus mengajak mereka demi kebutuhan kesehatan. Jumlah sekolah di Kota Payakumbuh ada 82, sampai sekarang sudah 55 SD yang dilaksanakan sosialisasi," terangnya 

Salahsatu orang tua siswa Rezi Indra, Warga Tigo Koto Diate menyampaikan secara pribadi mereka masih agak berat memberikan vaksin kepada anak, namun mereka juga sadar akan pentingnya vaksin untuk melawan pandemi ini. Dirinya menyampaikan harapan untuk melegakan kekhawatiran orang tua selama ini dengan solusi dan tanggung jawab dari pemerintah bila sewaktu-waktu terjadi hal yang tak diinginkan kepada anak mereka pasca vaksinasi.

"Yang kami khawatirkan adalah bila kejadiannya anak masuk rumah sakit, nah biaya berobatnya nanti gimana? Biaya kami yang harus meninggalkan pekerjaan bagaimana? Rasa takut dengan vaksinasi ini juga karena kami dihantui oleh kabar-kabar miring vaksinasi di media sosial, entah itu hoax atau apapun namanya tentu sedikit banyaknya mempengaruhi," kata Rezi.

Rezi juga berharap pemerintah dapat meyakinkan masyarakat dengan lebih dekat, karena banyaknya pertimbangan atas vaksinasi yang menarget anak usia 6-11 tahun ini.

"Kalau anak usia 12 tahun keatas kami sangat setuju mereka divaksin karena ruang lingkup pergaulan mereka lebih jauh, sementara anak usia 6-11 tahun pergaulannya masih di lingkungan yang sempit dan dalam pengawasan ketat orang tua. Kami berharap kebijakan jangan pula bertolak belakang dengan kondisi yang ada. Seperti lantaran ada orang tua yang menolak vaksinasi, dihilang prestasi sekolah anaknya, carikan solusi dan pertanggungjawaban apabila ada kemungkinan terburuk," sebutnya.*


Wartawan : Fegi Andriska
Editor : Benk123

Tag :#payakumbuh