HOME WEBTORIAL PROVINSI SUMATERA BARAT
- Senin, 23 Februari 2026
Satu Tahun Duet Mahyeldi-Vasko, Sumbar Menjadi Tangguh Dan Adaptif Terhadap Perubahan
Satu Tahun Duet Mahyeldi-Vasko, Sumbar Menjadi Tangguh dan Adaptif terhadap Perubahan
Padang (Minangsatu) - Satu tahun kepemimpinan Mahyeldi - Vasko di Sumatera Barat diwarnai suasana haru akibat bencana, sekaligus optimisme untuk segera bangkit. Bencana banjir dan longsor tersebut terbilang besar karena menelan korban 264 meninggal dunia, yang terjadi November 2025.
Dari 19 kabupaten/kota di provinsi Sumatera Barat, 16 diantara terdampak bencana meliputi, 150 kecamatan, 793 nagari. Jalan dan jembatan penghubung Padang dan Bukittinggi yang paling tinggi mobilitas, hancur. Demikian pula sejumlah kawasan lainnya yang juga mengalami kerusakan.
![]() |
Data dari Bappenas menunjukkan alokasi dana selama 3 tahun untuk Sumbar, adalah Rp4,35 triliun, Rp2,28 triliun, serta Rp1,73 triliun.
Oleh karena itu, refleksi kinerja satu tahun Mahyeldi dan Vasko dibaca dalam perspektif ketahanan (resilience), adaptasi kebijakan, dan kebutuhan intervensi struktural lintas pemerintahan.
Kinerja Makro dalam Konteks Krisis
Data makro Sumatera Barat 2025 memperlihatkan paradoks pembangunan: pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 3,37 persen (c-to-c), lebih rendah dibandingkan 2024.
Dalam kondisi normal, angka ini dapat dimaknai sebagai pelemahan aktivitas ekonomi. Namun dalam konteks Sumatera Barat yang mengalami kerusakan infrastruktur, gangguan distribusi, serta disrupsi sektor produktif akibat bencana, fakta bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, indikator kesejahteraan justru membaik.
Tingkat kemiskinan turun dari 5,42 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025. Capaian ini menjadikan Sumatera Barat termasuk delapan terbaik nasional dan jauh di bawah rata-rata nasional yang sebesar 8,25 persen.
Jumlah penduduk miskin berkurang dari sekitar 315 ribu jiwa menjadi 312,30 ribu jiwa. Di saat yang sama, pengeluaran riil per kapita mencapai Rp12,04 juta per tahun atau tumbuh 2,76 persen, menandakan daya beli yang tetap terjaga. Kondisi pasar kerja juga relatif stabil. Jumlah penduduk bekerja mencapai 3,07 juta orang,
Tingkat Pengangguran Terbuka
menurun dari 5,69 persen pada 2024 menjadi 5,52 persen pada 2025, dan kualitas pekerjaan membaik dengan meningkatnya proporsi pekerja penuh dan formal.
Perbaikan tersebut diperkuat oleh distribusi pendapatan yang semakin merata. Gini Ratio membaik dari 0,287 pada 2024 menjadi 0,280 pada 2025, menjadikannya tujuh terbaik nasional dan jauh lebih rendah dari rata-rata nasional 0,363. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tetap inklusif meskipun melambat.
Sektor pertanian menyerap 35,08 persen tenaga kerja, perdagangan kecil dan eceran 18,57 persen dengan tambahan sekitar 38,25 ribu pekerja pada 2025, diikuti akomodasi dan makan minum 8,83 persen serta industri pengolahan 7,79 persen.
Di sisi kualitas manusia, Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 76,43 pada 2024 menjadi 77,27 pada 2025, menempatkannya sebagai enam terbaik nasional dan di atas rata-rata nasional 75,90. Capaian ini ditopang oleh peningkatan umur harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran riil. Dengan demikian, meskipun pertumbuhan ekonomi 2025 tertahan oleh dampak bencana yang mengganggu infrastruktur, transportasi, perdagangan, dan investasi fisik (PMTB), fondasi sosial-ekonomi Sumatera Barat tetap bekerja secara inklusif.
Refleksi satu tahun kepemimpinan
Mahyeldi - Vasko menunjukkan bahwa stabilitas kesejahteraan dapat dijaga bahkan dalam situasi tekanan eksternal yang berat. Secara agregat, konfigurasi indikator ini menggambarkan satu pola yang jelas: fase satu tahun pertama pemerintahan Mahyeldi - Vasko lebih berorientasi pada stabilisasi sosial- dan penguatan fondasi struktural dibandingkan akselerasi pertumbuhan yang agresif.
Dalam perspektif pembangunan daerah, pendekatan ini dapat dikategorikan Strategi Konsolidatif.
![]() |
Agenda strategis dalam 1 tahun kepemimpinan Mahyeldi - Vasko adalah percepatan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Jalur penting arus barang dan orang ini, sudah dikenal umum sangat berbahaya karena melewati perbukitan yang tinggi, curam dan berbahaya.
Penguatan konektivitas di wilayah Sumbar, makin penting dengan rencana lanjutan Tol Padang - Sicincin, diteruskan Sicincin - Padang Panjang - Bukittinggi - Pangkalan dan selanjutnya tersambung dengan ruas tol menuju Pekanbaru. Ini merupakan jaringan tol Trans Sumatera, yang termasuk dalam PSN - Proyek Strategis Nasional.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini memperlihatkan bahwa Sumatera Barat mampu menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan bencana yang datang berulang sejak 2024 hingga 2025. Kemiskinan tetap terkendali, pengangguran tidak melonjak, dan distribusi pendapatan relatif membaik meskipun pertumbuhan ekonomi melambat. Melambat tapi tetap bergerak dan kekuatan lapis bawah UMKM.
![]() |
Karena itu Penguatan UMKM harus diiringi akses pembiayaan, digitalisasi, dan integrasi pasar agar sektor ini benar-benar menjadi penyangga ekonomi rakyat. Proyek konektivitas strategis, seperti peningkatan akses jalan dan jaringan distribusi, harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi ketahanan jangka panjang,
Dengan pendekatan tersebut, pemulihan tidak hanya berarti build back (membangun kembali yang rusak), melainkan build back better and stronger: membangun baik, lebih tangguh, dan lebih adaptif terhadap risiko masa depan bukan sekadar proyek infrastruktur semata.
Editor : ranof
Tag :#1 tahun Mahyeldi-Vasko #Sumbar membaik #Padang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BENCANA DAN LONJAKAN HARGA TAK BOLEH BEBANI RAKYAT, PEMPROV SUMBAR KEMBALI GELAR GERAKAN PANGAN MURAH
-
HAPSAK PANCASILA 2025 DAN HARI JADI SUMBAR KE-80 DIPERINGATI SERENTAK
-
PERINGATAN HUT KE-80 RI DI SUMBAR: GUBERNUR MAHYELDI AJAK MASYARAKAT KOKOHKAN PERSATUAN MENUJU INDONESIA EMAS
-
GUBERNUR SUMBAR MINTA SEMUA PIHAK MENAHAN DIRI; INSIDEN RUMAH DOA SUDAH DITANGANI POLRI DAN FKUB
-
RAIH PENGHARGAAN NASIONAL; SUMBAR JADI DAERAH PERCONTOHAN DI INDONESIA, DALAM MANAJEMEN DATA PENDIDIKAN
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN


