HOME EKONOMI PROVINSI SUMATERA BARAT
- Selasa, 15 Januari 2019
Ronny P Sasmita, Minang Mart Harus Melipatgandakan Potensi
Padang (Minangsatu) - Terkait dengan konsep baru perusahan ritel Retail Minang Modern (RMM), dengan membuka gerai berskala kedai/warung yang mereka sebut Minang Mart Ekspres (MME), Staf Ahli Ekonomi Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) yang juga Analis BNI Sekuritas, Ronny P Sasmita, menegaskan bahwa selagi RMM masih berkutat pada pola bisnis ritel yang ada, niscaya peluang berhasilnya menjadi terbatas.
Kepada Minangsatu, Selasa (15/1) Ronny P Sasmita setuju dengan terobosan baru itu. "Terkait perubahan ke model kecil, seperti kontainer, itu merupakan upaya mengurangi biaya operasional alias memperketat overhead. Itu tidak salah, tapi juga tidak memperbaiki keadaan karena tidak memperbesar pasar," tegasnya.
Menurut Ronny P Sasmita, RMM perlu memprioritaskan pasar di daerah luar. Perantau-perantau sukses, karena menggarap pasar di rantau. Strategi ekpansi Minangmart saya kira harus mulai ke luar daerah seperti Riau, Jambi, dan Sumut," ujar Ronny P Sasmita.
Sedangkan untuk di internal Sumatera Barat, Ronny P Sasmita menilai perlu pemilahan pasar secara hati-hati. Karena selama ini, Minang Mart justru belum berhasilkan mewujudkan visinya sebagai partner lapau-lapau," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur RMM, Syaiful Bahri, Kamis( 10/1), mengatakan bahwa konsep MME diperkirakan lebih proaktif untuk memperoleh respon pasar.
Hal itu, menurut Ronny P Sasmita harus nya menjadi prioritas dari awal pembentukan RMM.
"Untuk mencari profitable besar, langkah RMM itu bagus, tetapi mereka harus memperhitungkan daya beli masyarakat, persaingan bisnis yang sama dan lokasi bisnis," tukasnya
Minang Mart, sambung Ronny, jangan melihat pasar lokal saja, usahakan untuk membuat brain image (citra merek) diluar Sumatera Barat.
"Memang tidak mudah untuk bersaing di luar Sumatera Barat, akan tetapi RMM harusnya bisa menjadikan merek mereka dikenal secara luas, seperti halnya rumah makan Padang, siapa yang tidak mengenal rumah makan Padang?," katanya.
Begitu juga dengan space barang yang rencananya akan membantu penjualan dan mempromosikan produk lokal (UMKM ), kita lihat memang ada beberapa produk UMKM yang sudah bekerja sama, tapi jangan kita lupakan juga untuk membina UMKM tersebut.
"Kerjasama RMM dengan UMKM hendaknya ditingkatkan lebih kepada pembinaan dan pengembangan, supaya pergerakan ekonomi kerakyatan dapat berjalan seiring dengan adanya kerjasama dengan RMM tersebut," tutup Ronny. (sc/te)
Editor :
Tag :Minang mart
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERLUAS NAGARI CREATIVE HUB, PEMPROV SUMBAR SIAPKAN 10 LOKASI BARU TAHUN 2026
-
MAHYELDI AJAK KEPALA DAERAH PERCEPAT SERTIFIKASI HALAL, BIDIK SUMBAR JADI PUSAT EKOSISTEM HALAL NASIONAL
-
JELANG PENERBITAN SUKUK DAERAH, PEMPROV SUMBAR SIAPKAN SDM PENGELOLA PEMBIAYAAN DAERAH LEWAT PELATIHAN DMU
-
CALON PIMPINAN BAZNAS SUMBAR MASUK TAHAP UJI KOMPETENSI, 52 PESERTA LOLOS ADMINISTRASI
-
PEMPROV SUMBAR PERCEPAT REHABILITASI PASCABENCANA, OPTIMALKAN DANA TAMBAHAN TKD 534 MILIAR
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG