HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PAYAKUMBUH

  • Kamis, 11 November 2021

Riza Falepi Lepas Kontingen MTQ Payakumbuh Ke Padang Panjang

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi melepas secara resmi kontingen Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Payakumbuh yang akan mengikuti MTQ XXXIX Provinsi Sumatera Barat, di Kota Padang Panjang.
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi melepas secara resmi kontingen Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Payakumbuh yang akan mengikuti MTQ XXXIX Provinsi Sumatera Barat, di Kota Padang Panjang.

Payakumbuh (Minangsatu) - Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi melepas secara resmi kontingen Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Payakumbuh yang akan mengikuti MTQ XXXIX Provinsi Sumatera Barat, di Kota Padang Panjang. Pelepasan sebanyak 41 kafillah itu di gelar di Aula hotel bundo kanduang, Kamis (11/11).

Kabag Kesra Irwan Suwandi mengatakan, untuk MTQ ke XXXIX ini, dari 78 peserta yang diminta oleh panitia, Payakumbuh mengirim 41 peserta, kontingen Kota Payakumbuh mengikuti 8 cabang. Untuk cabang lain yang tidak diikuti karena tergolong baru dan belum memiliki kader asli orang Payakumbuh. 

"Untuk pembinaan kafilah, TC sudah 14 kali dilaksanakan kepada seluruh cabang bersama dewan pelatih kota dan provinsi Sumbar. Kita juga dari setiap cabang sudah punya penanggungjawabnya. Secara objektif bisa dinilai kafilah kita sudah siap berkompetisi dan bisa mendapatkan hasil terbaik. Kita berharap peserta terus berada dalam kondisi prima dan bertahan sampai pelaksanaan MTQ. Nanti, sesuai syarat panitia, seluruh peserta mengikuti rapid antigen," katanya. 

Rencananya, MTQ tingat Sumbar 2021 akan digelar di Kota Padang Panjang selama 8 hari, yakni 12 sampai 19 November 2021.

Kakankemenag Ramza Husmen dalam kesempatan itu menyampaikan, ilmu yang diberikan pelatih diharapkan dapat memacu semangat kafilah mengikuti lomba, dari 2/3 kekuatan peserta yang tersedia, kalau meraih medali emas semuanya, merupakan bukti bahwa SDM Kota Payakumbuh kompeten.

"Target juara walaupun tidak diberikan oleh wali kota, tetapi harus diniatkan kalau sudah ikhlas dengan semua teori sudah bisa dipraktikkan, dengan hidayah Allah SWT kita bisa fokuskan ilmu yang didapat. Kami sampaikan apresiasi kepada semua komponen yang telah memberikan bekal kepada kafilah Kota Payakumbuh mulai dari moril dan materil. Semangat untuk menjadi juara dalam MTQ di Kota Dingin, Padang Panjang," sebutnya. 

Sementara itu, Asisten III Amriul Dt. Karayiang yang juga Ketua KORPRI Kota Payakumbuh menyampaikan, bahwa sudah banyak perbaikan dilakukan oleh Wali Kota Riza Falepi, salah satunya dengan menekankan jangan membayar untuk menang dengan memakai peserta dari daerah lain.

Pemko Payakumbuh juga telah membuktikan kepedulian terhadap guru TPA, melalui pembinaan dari bagian kesra, kemenag, dan dinas pendidikan. Guru TPA sudah diberikan insentif sesuai aturan kepada yang sudah bersertifikasi tipe A, B, dan C.

"Kafilah nanti sesudah juara, bisa hendaknya menjadi pembina dan meningkatkan jumlah pembaca alquran di Kota Payakumbuh. Selanjutnya, kita tinggal benahi manajemen, lembaga yang melakukan pembinaan harus memiliki legalitas hukum yang jelas sehingga bisa dibantu anggaran dari APBD Pemko Payakumbuh. Kedepan sinergi semakin lebih baik, sehingga pembinaan bertingkat menjadi bermutu," katanya. 

Sementar itu, Wali Kota Riza Falepi mengatakan, bahwa  poin penting pembinaan keagamaan tidak hanya dilihat dari hasil lomba MTQ yang rutin sekali 2 tahun, tapi pembinaan iman dan takwa di daerah diperlukan, sehingga bukan cuma mampu menghasilkan peserta berkualitas, juga bisa meniadakan adanya peserta MTQ yang diimpor dari daerah lain.

"Kalau ada pembinaan, ini kita telusuri dari akar rumput dan dianggarkan di APBD, jangan ragu. Urusan hura-hura saja bisa dianggarkan, masa urusan agama ini tidak dianggarkan. Untuk Porprov saja dianggarkan untuk atlet peraih medali," kata Riza.

Untuk bisa mengembangkan LPTQ kuat, Riza menyebut butuh kerja keras agar bisa diurus dengan baik dan benar. Dia menginginkan 3 hal. Yang pertama menjadikan tradisi dimana orang taunya Kota Payakumbuh terkenal dengan bisa menghasilkan qori dan qoriah, terkenal dengan orang soleh, jangan sampai tekenal karena narkoba dan penyakit masyarakat serta maksiat. 

"Kedua, dekat dengan alquran membudaya, kemanapun baca quran, dan yang ketiga adalah berkah, ada keyakinan saya dengan makin banyak orang soleh di daerah kita, berkahnya makin tinggi, semakin mudah pekerjaan pemimpin. Sebagai orang beriman yang dekat dengan alquran dan soleh, kita harus mempercayai datangnya berkah ke Payakumbuh," kata Riza.

Ia juga menyampaikan, tingkat kesolehan orang Kota Payakumbuh sangat tinggi, kalau jadi penceramah di Kota Payakumbuh perlu ilmu yang tinggi, tidak bisa asal berceramah saja.

"Selamat bertanding, selamat berjuang. Apapun hasilnya saya tidak menuntut juara 1, tapi bisa tampil maksimal saja sudah cukup. Prestasi tidak bisa didapat dengan sim salabim, perbaikan terus menerus menghasilkan sistem yang baik, sehingga menghasilkan output yang baik pula," pungkasnya.*


Wartawan : Fegi Andriska
Editor : Benk123

Tag :#payakumbuh

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com