HOME RANCAK RANTAU

  • Senin, 20 Desember 2021
Rendang Mendunia, KBRI Brunei Darussalam Adakan Lomba Masak Rendang Asli Minangkabau
Hidangan rendang khas Minang, Sumatera Barat, dalam Festival Rendang Minang yang digelar KBRI Bandar Seri Begawan, bekerjasama dengan Indonesian Chef Association (ICA) Brunei Darussalam, Senin (20/12/2021).

Bandar Seri Begawan (Minangsatu) - Indonesia dikenal memiliki beragam makanan khas. Mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua, hampir setiap daerahnya memiliki sajian yang menggugah selera.

Salah satunya adalah rendang atau randang, masakan daging ini berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Rendang masuk dalam makanan terbaik di dunia versi CNN sejak tahun 2017, bahkan sudah populer di negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina dan Thailand.

Rendang, makanan tradisional Indonesia dari Sumatera Barat yang sudah tersohor ke seluruh dunia. Karena itu perlu disiapkan untuk mendapatkan pengakuan dunia internasional sebagai warisan dunia yang sudah diusulkan ke UNESCO.

KBRI Bandar Seri Begawan menggelar Rendang Festival "Rendang Cooking and Presentation Competition". Festival memasak makanan terlezat di dunia khas Ranah Minang ini dibuka langsung oleh Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko di KBRI Bandar Seri Begawan, Senin (20/12/2021).

Sebanyak 30 peserta dari berbagai kalangan, mulai ibu rumah tangga, asisten rumah tangga pemilik kedai makan hingga chef professional berpartisipasi dalam Festival Rendang Minang yang digelar KBRI Bandar Seri Begawan, bekerjasama dengan Indonesian Chef Association (ICA) Brunei Darussalam.

Festival yang berlangsung tanggal 20 Desember 2021 ini merupakan salah satu kegiatan promosi budaya dan pariwisata Indonesia yang dilaksanakan KBRI Bandar Seri Begawan menutup tahun 2021.

Menurut Duta Besar RI Dr. Sujatmiko, lomba masak rendang ini dinilai oleh juri berdasarkan 3 aspek, yaitu otentisitas rasa, penampilan penyajian, dan pengetahuan mengenai rendang Minang. "Rendang bukanlah kuliner yang asing di wilayah Asia, termasuk Brunei, namun aspek otensitasnya perlu terus ditonjolkan dan dipromosikan. Kami senang acara ini disambut dengan baik oleh para peminat rendang di Brunei," kata Dubes Sujatmiko saat membuka acara. "Saya berharap kegiatan ini akan mendorong para sahabat Indonesia di Brunei semakin mengenal salah satu kuliner kebanggaan kita," tuturnya.

Festival Rendang juga diikuti oleh anak-anak muda di Brunei yang menekuni dunia kuliner sehingga  memperkaya wawasan mereka. Salah satu peserta dari Brunei, yaitu Abdul Qawi Abdullah. Ia telah memperoleh penghargaan Special Mention karena keberhasilannya memasak dan menyajikan rendang Minang dengan baik.

Melengkapi Festival Rendang, diselenggarakan promosi destinasi wisata Indonesia melalui kontes foto pengalaman berwisata di Indonesia. Para peserta mengunggah foto-foto perjalanan mereka sebelum pandemi ke Indonesia di sosial media masing-masing, sambil menceritakan pengalaman mereka. "Semoga tahun depan kita bisa melakukan perjalanan dan berwisata lagi ke Indonesia. Berbagai destinasi wisata telah siap dikunjungi kembali oleh wisatawan mancanegara," ungkap Dr. Sujatmiko.

Kegiatan ditutup dengan talkshow mengenai budaya rendang dan pengalaman wisata di Indonesia. Acara ini mendapatkan perhatian besar di kalangan masyarakat Brunei dan media sosial. Panitia juga menggaet influencer dan media massa terkemuka di Brunei.

Pada kesempatan itu, para pengunjung yang hadir juga berkesempatan mencicipi masakan Rendang. Semua pengunjung pun terkagum-kagum dan memuji kelezatan Rendang yang berasal dari Indonesia (Sumatera Barat).


Wartawan : Rilis/Adpim-Sbr
Editor : ranof

Tag :#Festival rendang#Kedubes brunei darussalam#Khas minangkabau#Sumbar#